Dalam diam aku melukis wajahmu.
Lalu ku hapus agar tak satupun orang yang tahu.
Dalam diam ku eja namamu.
Lalu aku kembali terdiam agar tak satupun dapat mendengarnya.
Dalam diam ku menanti dirimu.
Namun saat kau datang, aku beranjak pergi agar kau pun tak menyadari bahwa diriku disini untuk menantimu.
Dalam diam, aku hanya bisa termenung, sekuat hati menjaga hati agar setan tak menemukan pintu masuk kedalamnya.
Dalam diam ku sapa angin, biarlah bayangmu diterbangkan olehnya.
Dalam diam, ku acuhkan hati ini agar ia tak semakin menjadi-jadi risau nya.
Dalam diam, ku hembuskan nafas, ku arahkan pandangan ke arah langit tak berbatas ku lepaskan angan angan ku tentang mu…
Namun dalam diam, ku tetap berdoa, jika engkaulah tulang rusukku…
-Izzatul Ikhwan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar