Minggu, 30 November 2014

Segitiga yang Membingungkan

Karya : M.Riza Abdillah
 
            Malam itu Muhtar tertegun. Hujan yang turun menerobos atap rumah Muhtar yang bocor dan membasahi buku yang isinya adalah pekerjaan rumahnya. Muhtar yang sedang mengerjakan pekerjaanku juga mengotak-ngatik telepon gengganya. Telepon genggamnya berbunyi dengan sebuah pesan.
            “Muhtar, kamu lagi ngapain?” Pesan Diana yang merupakan kekasih Muhtar.
            “Aku cuma lagi bingung nih, buku aku basah nih gara-gara atap rumahku bocor padahal aku lagi buat pr, mau dilanjutin tapi buku aku basah.” Muhtar menjawab.
            “Yaudah salin ulang aja, pokoknya harus buat pr buat besok, jangan gak buat pr loh, nanti aku cubit kamu kalo gak buat pr, oh iya jangan tidur malem-malem ya, kalo ketahuan, kita putus! becanda kok sayang hehe, aku tidur ya, good night and have a nice dream ya Muhtar!” Diana pun kembali mengirim pesan untuk Muhtar yang meninggalkan Muhtar karena Diana ingin tidur.
            “Iya Din, tenang aja kok nggak malem banget hehe, good night and have a nice dream too ya Din!” Muhtar menjawab dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
            Tidak lama setelah percakapan antara Muhtar dan Diana selesai, Putri yang merupakan teman sekelas Muhtar mengirim pesan kepada Muhtar yang mempunyai inti bahwa ada seseorang teman sekelas Muhtar yang menaruh perasaan kepadanya selama berbulan-bulan namun Muhtar tidak menyadari akan hal itu. Dyah adalah seseorang yang menaruh perasaan kepada Muhtar, namun Muhtar hanya menganggap Dyah sebagai teman biasa yang tidak ada sama sekali rasa peduli apalagi kasih sayang. Putri yang menyadari kalau Muhtar tidak punya rasa apa-apa terhadap Dyah sangat marah malam itu dan ingin sekali menjadi musuh Muhtar karena Putri menganggap bahwa Dyah tak punya rasa peduli sesama manusia dan akhirnya Dyah mengakhiri percakapan dengan Muhtar.
            Setelah Muhtar menyelesaikan pekerjaan rumahnya, dia langsung memikirkan apa yang sebenarnya disampaikan oleh Putri. Muhtar yang sedang menjalin hubungan dengan Diana tentu tak mau kehilangan Diana, namun di satu sisi juga, Muhtar sangat tidak ingin menyakiti hati Dyah yang sudah tulus selama ini mencintai Muhtar secara diam-diam. Muhtar lalu memikirkan harus berbuat apa dan harus bagaimana, namun Muhtar tidak mendapat solusi dan akhirnya dia memilih untuk menenangkan diri dan tidur di malam itu.
            Muhtar terbangun dengan pesan di telpon genggamnya yang berasal dari Dyah.
            “Aku tau ini sulit bagimu, tapi maafkan aku yang telah mengganggu hubunganmu, tapi jujur, aku menyayangimu selama ini.” Tutur kata pesan dari Dyah membuat Muhtar tambah bingung dan dia merasa kalau tidak ingin pergi berangkat ke sekolah karena sebuah masalah yang sedang dia pikirkan dengan sangat serius ini. Muhtar tidak menjawab pesan dari Dyah, namun Muhtar berpikir seberat-berat apapun masalah yang dia hadapi di sekolah, dia harus tetap sekolah.
            Sesampainya Muhtar di sekolah, dia langsung mencari dan bercerita dengan 4 orang sahabatnya yaitu Pratama, Rahman, Badrun, dan Arman.
            “Kalian tahu tidak? Ada seseorang yang mencintaiku secara diam-diam?” Muhtar berbicara dengan wajah bingung.
            “Kami tidak tahu.” Jawab mereka secara serentak.
            “Setahu kami, hanya Diana yang mencintaimu bahkan sekarang dia dan kamu telah saling memiliki satu sama lain, bukan?” Arman langsung memotong.
            “Tetapi man, itu sebelumnya, sekarang aku mengetahui bahwa ada seseorang yang mencintaiku selain Diana, apakah kalian tau Dyah?” Muhtar kembali menjawab.
            “Dyah? Dyah Permata?” Mereka kembali menjawab secara serentak.
            “Ya, itu benar. Putri memberitahuku semuanya semalam. Pratama, tolong panggil Alifah dan Nurul kesini, aku butuh mereka sebagai sahabat dari Diana.” Jawab Muhtar.
            “Baik boss! akan segera aku panggil mereka!” Pratama berteriak.
            Tak lama setelah Pratama memanggil Alifah dan Nurul, mereka kembali berdiskusi tentang masalah yang sedang Muhtar alami.
            “Muhtar, Aku dan Alifah sudah mengetahui masalahmu, Putri bercerita pada kami, tapi aku yakin, engkau akan tetap bertahan dan kau dapat memecahkan masalahmu sendiri, kami hanya bisa memberi saran kepadamu dan hanya engkau yang dapat memilih saran tersebut dan apa yang akan kau jalankan.” Nurul tersenyum pada Muhtar.
            “Iya, Aku setuju dengan Nurul!” Dengan polosnya Alifah berteriak dan menjawab.
            “Menurutku, kamu harus menyatakan apa yang terjadi pada Diana supaya dia tahu yang sebenarnya terjadi, itu harus karena jika kamu jujur, Aku yakin kalian berdua akan tenang.” Dengan kerasnya Rahman juga ikut memberi solusi untuk Muhtar.
            “Aku hanya ingin mempertahankan Diana dan aku juga ingin Dyah melupakanku dengan perlahan tanpa ada rasa sakit, karena aku tau bagaimana rasa sakit hati yang mereka rasakan jikalau mereka saling mengetahui satu sama lain, apalagi mereka sahabat.” Jawab Muhtar dengan wajah yang serius.
            “Cinta kalian adalah cinta segitiga yang membingungkan, jika aku menjadi kamu ya tar, aku bakal terus terang sama Dyah dan masalah selesai, tapi aku tau kamu gak tega sama Dyah, kita butuh kak Lukman yang aku rasa bisa membantumu tar.” Badrun langsung terpikir dengan hal itu lalu Muhtar pun setuju dan akhirnya mereka bertujuh mencari dimana kak Lukman yaitu seorang penjaga sekolah yang selalu menjadi tempat curahan hati mereka selama ini dan selalu memberi motivasi bagi mereka.
            Setelah berkeliling sekolah selama setengah jam, mereka akhirnya bertemu kak Lukman di dekat taman sekolah. Muhtar yang mempunyai masalah dan kebingungan langsung bercerita dan menyampaikan seluruh keluh kesah yang dia rasakan.
            “Kak, kakak tahu kan aku sedang menjalani hubungan dengan kekasihku si Diana? ternyata, teman dekat Diana yaitu Dyah juga mencintaiku kak, Aku menjadi bingung, apakah harus jujur atau tetap begini dengan keadaanku yang sekarang? Atau aku harus lari dari kenyataan dengan meninggalkan mereka berdua?” Dengan wajah serius, Muhtar bicara.
            “Adik, jalan yang mudah hanya bersikaplah seperti biasa, bersikaplah bagaimana adik tidak tahu padahal sebenernya adik tahu semuanya. Karena kakak tahu, adik kakak yang satu ini ingin sekali mempertahankan Diana namun tidak ingin Dyah merasakan hal yang telah adik rasakan sendiri. Satu nasihat untuk adik, yaitu, jadilah batu karang di tengah laut yang artinya, jika adik punya banyak masalah dan kebingungan, adik harus tetap tersenyum seperti batu karang di tengah laut yang selalu kuat walaupun selalu di terpa ombak dari manapun dan kapanpun itu.”
            “Apakah aku bisa menjalankan semuanya ini dengan sebaik-baik mungkin, kak?”
            “Kamu itu Muhtar dik, Muhtar yang bisa menjaga rahasia dan bisa mengatur semua yang sudah kamu rencanakan, ingat ya dik, semua akan indah pada waktunya” Jawab kak Lukman dengan tutur kata ya lembut.
            “Baiklah kak, terima kasih atas sarannya ya kak.” Jawab Muhtar dengan wajah yang bingung.
            “Kamu pasti bisa tar!” Rahman, Badrun, Pratama, dan Arman langsung berteriak menyemangatiku.
            “Kamu bisa tar!” Alifah dan Nurul pun mengikuti keempat sahabatku.
            Akhirnya sejak saat itu segitiga yang membingungkan yang terbentuk antara Muhtar, Diana dan Dyah saling menyimpan rasanya satu sama lain, Muhtar yang tetap menjalin hubungan dengan Diana kini kembali seperti yang lama yang selalu berdua disaat apa pun dan dimana pun walaupun Muhtar tau perasaan Dyah yang masih bertahan untuk Muhtar dan masih menyimpan rasa yang sangat sayang yang mendalam bagi Muhtar. Entah jenis atau bentuk karma apakah yang akan didapatkan oleh Muhtar nanti, Apakah dia akan seperti Dyah? ataukah tidak akan dihargai oleh orang lain?


- Story of my life.

Jumat, 30 Mei 2014

Menjadi Seorang "Imam" di negeri ini.


Seorang pemimpin dan orang yang mempunyai ilmu yang lebih dalam Islam biasa kita panggil dengan sebutan Imam, baik itu Imam Masjid, seperti Imam Masjid Istiqlal maupun Imam Besar Masjidil Haram. Imam dikenal oleh masyarakat sebagai seseorang yang menjadi panutan dan tauladan terutama dalam hal beribadah. Seorang Imam dipercaya oleh masyarakat untuk memimpin mereka dalam beribadah, sebagai sumber ilmu pengetahuan pada majelis-majelis ilmu, tempat bertanya dan berkonsultasi tentang ilmu agama dan ilmu lainnya yang bermanfaat dalam kehidupan.



Pada hakikatnya setiap manusia dapat menjadi Imam. Menjadi Imam disini tidak hanya dalam shalat berjamaah, tetapi juga dapat dimaknai dengan menjadi Imam bagi diri sendiri, keluarga dan juga masyarakat sekitar. Imam tidak hanya identik dengan pemimpin shalat, tetapi juga dikenal sebagai pemimpin dalam kehidupan.  

Seorang pemimpin haruslah mempunyai sifat-sifat yang mampu mengayomi dan mengarahkan anggotanya ke arah kemakmuran, ke arah kesejahteraan dan ketertiban. Seorang pemimpin hendaknya juga memiliki budi pekerti yang mulia dan menjadi tauladan bagi masyarakatnya. Seorang pemimpin yang tauladan akan disukai dan didukung oleh masyarakatnya dan akan menjadi pemimpin yang baik serta bijaksana. 

Pemimpin vs Pimpinan
Seorang pemimpin berbeda dengan pimpinan. Terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara gaya kepemimpinan seorang pemimpin dan seorang pimpinan. Seorang pimpinan menuntut hormat dan pelayanan dari bawahannya, merasa bahwa dialah yang berkuasa dan merasa bahwa dialah yang paling tinggi dari bawahannya. Sedangkan seorang pemimpin itu adalah orang yang mampu membawa anggotanya melakukan sesuatu, mampu mempengaruhi anggota dengan kharismanya yang tinggi, mampu membuat anggotanya merasa segan, percaya dan menaruh hormat yang kepada si pemimpin. Dengan kata lain, seorang pemimpin itu adalah orang yang dipercaya oleh masyarakat/anggotanya untuk memimpin mereka. Kepercayaan ini diberikan bukan karena mereka memiliki harta kekayaan , memiliki power yang kuat serta memiliki pengaruh yang luar biasa, tetapi seorang pemimpin itu adalah orang yang mampu menjadi tauladan bagi masyarakat dan dipercaya oleh masyarakatnya.

Bagaimana menjadi "Imam" di Negeri ini??
Pada dasarnya, ketika kita sedang melaksanakan shalat berjamaah kita mempercayakan kita dipimpin oleh seorang Imam untuk shalat berjamaah. Kita mempercayakan mereka untuk memimpin kita karena kemampuannya dan juga ilmunya. Namun pada hakikatnya setiap orang pasti tidak akan pernah luput dari kesalahan. Setiap tingkah laku atau perbuatan manusia pasti tidak akan pernah sempurna. Begitu juga dengan seorang Imam, suatu ketika dia juga pasti akan pernah akan melakukan kesalahan. 
Islam itu indah dan bijaksana, ajaran Islam mengajarkan kita untuk mengingatkan imam yang lupa, baik lupa akan gerakan shalat maupun lupa akan bacaan. Islam tidak mengajarkan umatnya untuk mencaci seorang Imam yang salah, tetapi Islam mengajarkan kita sebagai makmum untuk mengingatkan Imam tersebut akan bacaan atau gerakan shalat yang lupa.
Begitu indahnya ajaran Islam, agama Islam mengajarkan umatnya untuk selalu mendukung pemimpinnya dan mengingatkan seorang pemimpin apabila ia lupa. Hal inilah yang seharusnya kita terapkan dalam kehidupan. Dalam kehidupan kita, kita dipimpin oleh banyak pemimpin, mulai dari tingkat RT, Lurah, Walikota, Gubernur sampai kepada Presiden. Alangkah baiknya kita mengambil pelajaran dari Imam tadi. Kita menjadikan pemimpin kita itu sebagai imam yang kita pilih dan kita percayai untuk memimpin kita dan membawa kita menuju kemakmuran dan kebahagiaan. Seorang pemimpin bertugas mengayomi masyarakat, sebagai pelayanan masyarakat dan membawa masyarakatnya ke arah yang lebih baik. Itulah tanggung jawab sebagai seorang pemimpin, sedangkan kita sebagai masyarakat hendaklah berfungsi sebagai pengontrol dan juga pendukung sang pemimpin. Jika seorang pemimpin melakukan kesalahan, hendaklah kita mengingatkan dia akan tugas dan tanggung jawabnya serta memberikan masukan dan solusi untuk mengurangi dampak dari suatu kesalahan dan mendukung perubahan yang akan dilakukan. 
Mengingatkan dan mendukung adalah cara kita sebagai anggota masyarakat dalam mendukung seorang pemimpin. Janganlah kita menfitnah dan juga menghasut orang lain untuk membenci pemimpin kita. Berikanlah kritikan dan masukan yang membangun. Kita berikan kritikan terhadap program-program yang kurang efektif  dan kita berikan masukan terhadap program yang membangun kedepannya.
Oleh karena itu, hendaklah kita menjadikan pemimpin kita sebagai seorang Imam. Menjadikan dia sebagai panutan dan mengingatkan pemimpin apabila melakukan kesalahan, seperti saat melaksanakan shalat, kita diwajibkan mengingatkan Imam kita yang lupa maupun yang melakukan kesalahan dalam shalat.

Penulis:
Ridwan Rosman Syarif
Mahasiswa Akuntansi - Universitas Andalas

Minggu, 13 April 2014

4 Sifat Karakteristik Manusia.

Dengan memposting tentang hal ini, bukan berarti bahwa saya ahli dalam bidang psikologi lho. Postingan ini hanya ingin memberikan gambaran bahwa dalam kehidupan kita sehari-hari, akan berhubungan dengan 4 macam kepribadian manusia yang berbeda-beda. Sehingga setelah mengetahui perbedaan itu, diharapkan bisa timbul rasa saling memahami antar sesama.

Nah 4 kepribadian yang terdapat dalam diri manusia antara lain:

  1. Sanguin → dijuluki si "Populer" karena pandai persuasif dan ingin terkenal.
  2. Koleris → dijuluki si "Kuat" karena sering dominan dan kompetitif.
  3. Melankolis → dijuluki si "Sempurna" karena perfeksionis dan serba teratur.
  4. Plegmatis → dijuluki si "Cinta Damai" karena kesetiaannya dan menghindari konflik.

4 kepribadian diatas tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek, sebab masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan. Sekarang mari kita ulas kekuatan dan kelemahan dari 4 kepribadian tersebut.

SANGUIN

Kekuatan :
  • Suka bicara.
  • Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif.
  • Antusias dan ekspresif.
  • Ceria dan penuh rasa ingin tahu.
  • Hidup di masa sekarang.
  • Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan).
  • Berhati tulus dan kekanak-kanakan.
  • Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara).
  • Umumnya hebat di permukaan.
  • Mudah berteman dan menyukai orang lain.
  • Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian.
  • Menyenangkan dan dicemburui orang lain.
  • Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam).
  • Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan.
  • Menyukai hal-hal yang spontan.

Kelemahan :
  • Suara dan tertawa yang keras (bahkan terlalu keras).
  • Membesar-besarkan suatu hal / kejadian.
  • Susah untuk diam.
  • Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka ikutan Gank).
  • Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele.
  • RKP (Rentang Konsentrasi Pendek) alias pelupa.
  • Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias).
  • Mudah berubah-ubah.
  • Susah datang tepat waktu jam kantor.
  • Prioritas kegiatan kacau.
  • Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas.
  • Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya.
  • Egoistis alias suka mementingkan diri sendiri.
  • Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama.
  • Konsentrasi ke "How to spend money" daripada "How to earn/save money".

KOLERIS

Kekuatan :
  • Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif.
  • Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan.
  • Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target.
  • Bebas dan mandiri.
  • Berani menghadapi tantangan dan masalah.
  • "Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini".
  • Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat.
  • Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas.
  • Membuat dan menentukan tujuan.
  • Terdorong oleh tantangan dan tantangan.
  • Tidak begitu perlu teman.
  • Mau memimpin dan mengorganisasi.
  • Biasanya benar dan punya visi ke depan.
  • Unggul dalam keadaan darurat.

Kelemahan :
  • Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis).
  • Senang memerintah.
  • Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai.
  • Menyukai kontroversi dan pertengkaran.
  • Terlalu kaku dan kuat/ keras.
  • Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik.
  • Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci.
  • Sering membuat keputusan tergesa-gesa.
  • Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain.
  • Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan.
  • Workaholics (cinta mati dengan pekerjaan).
  • Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf.
  • Mungkin selalu benar tetapi tidak populer.

MELANKOLIS

Kekuatan :
  • Analitis, mendalam, dan penuh pikiran.
  • Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal.
  • Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis).
  • Sensitif.
  • Mau mengorbankan diri dan idealis.
  • Standar tinggi dan perfeksionis.
  • Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi).
  • Hemat.
  • Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif).
  • Kalau sudah mulai, dituntaskan.
  • Berteman dengan hati-hati.
  • Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
  • Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi.
  • Sangat memperhatikan orang lain.

Kelemahan :
  • Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan).
  • Mengingat yang negatif & pendendam.
  • Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah.
  • Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan.
  • Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah.
  • Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan.
  • Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan.
  • Hidup berdasarkan definisi.
  • Sulit bersosialisasi (cenderung pilih-pilih).
  • Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya.
  • Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang).
  • Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian).
  • Memerlukan persetujuan.

PLEGMATIS

Kekuatan :
  • Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh.
  • Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik.
  • Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana.
  • Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi).
  • Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi.
  • Penengah masalah yg baik.
  • Cenderung berusaha menemukan cara termudah.
  • Baik di bawah tekanan.
  • Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan.
  • Rasa humor yg tajam.
  • Senang melihat dan mengawasi.
  • Berbelaskasihan dan peduli.
  • Mudah diajak rukun dan damai.

Kelemahan :
  • Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru.
  • Takut dan khawatir.
  • Menghindari konflik dan tanggung jawab.
  • Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar).
  • Terlalu pemalu dan pendiam.
  • Humor kering dan mengejek (Sarkatis).
  • Kurang berorientasi pada tujuan.
  • Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri.
  • Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat.
  • Tidak senang didesak-desak.
  • Menunda-nunda / menggantungkan masalah.

Sekarang sudah tahu kan antara perbedaan sanguin, koleris, melankolis dan plegmatis? Setiap orang bisa saja memiliki 4 kepribadian sekaligus, namun pasti akan ada 1 kepribadian yang lebih dominan diantara yang lain.



Credits: - http://arie5758.blogspot.com/2011/10/4-kepribadian-manusia-sanguin-koleris.html

Kamis, 09 Januari 2014

Dalam Diam

Dalam diam aku melukis wajahmu.
Lalu ku hapus agar tak satupun orang yang tahu.
Dalam diam ku eja namamu.
Lalu aku kembali terdiam agar tak satupun dapat mendengarnya.
Dalam diam ku menanti dirimu.
Namun saat kau datang, aku beranjak pergi agar kau pun tak menyadari bahwa diriku disini untuk menantimu.
Dalam diam, aku hanya bisa termenung, sekuat hati menjaga hati agar setan tak menemukan pintu masuk kedalamnya.
Dalam diam ku sapa angin, biarlah bayangmu diterbangkan olehnya.
Dalam diam, ku acuhkan hati ini agar ia tak semakin menjadi-jadi risau nya.
Dalam diam, ku hembuskan nafas, ku arahkan pandangan ke arah langit tak berbatas ku lepaskan angan angan ku tentang mu…
Namun dalam diam, ku tetap berdoa, jika engkaulah tulang rusukku…

-Izzatul Ikhwan

Cinta Tanpa Logika

Cinta adalah fitrah nya manusia dan anugerah dari Yang Maha Kuasa, tak satupum manusia dalam hidupnya bebas dari kehadiran sang cinta. Namun sayangnya, hadirnya cinta ini seringkali menjadi sesuatu yang justru malah menjerumuskan si orang yang dijangkitnya. Loh kok bisa? Bukankah cinta adalah anugerah dari Allah dan Allah tidak pernah mendzalimi hamba-Nya? Ya benar bahwa Allah memang dan tak akan pernah mendzalimi hamba-Nya namun manusia itu sendiri lah yang malah mendzalimi dirinya sendiri.
Kehadiran cinta sering membuat sesorang berubah 100 derajat, bahkan dalam syair sang pujangga Kahlil Gibran pun “Cinta bisa membuat orang lemah menjadi kuat dan raja melepaskan mahkotanya”. Tidak masalah jika perubahan yang terjadi mengarah kepada kebaikan, lalu bagaimana jika mengarah kepada keburukan?
Sikap seseorang ketika sedang jatuh cinta adalah memandang segalanya menjadi indah, bahkan seburuk apapun tetap indah dipandangan. Semakin dalam cinta itu melekat dihati, maka semakin hati menjadi buta akan keburukan.
Cinta dapat menutup logika, sebagaimana fatamorgana di padang pasir. Siapapun yang logika nya tertutup oleh cinta, maka bersiaplah kehancuran dalam dirnya. Segala perbuatan buruk akan menjadi baik karena logika tak lagi bekerja, sikap jelak sekalipun dapat dimaklumi karena dalil tiada manusia yang sempurna. Padahal mencintai, jika ini adalah cinta yang dikhususkan kepada si calon pendamping hidup maka harus benar terjaga kemurniannya. Jangan sampai timbul cinta karena sesuatu maka terhijablah logika di bawah selimut merah jambu.
Maka disini kita dituntut untuk menjaga iman agar ia menjadi pembeda saat sang logika tak lagi bekerja.
Cinta bisa menutupi logika, tapi cinta tak bisa menutupi iman jika iman itu senantiasa terjaga kesuburannya. Banyak remaja yang rela kehilangan kesuciannya karena logika yang sudah terkalahkan oleh cinta tak berhias iman. Banyak yang menghabisi nyawanya sendiri karena kecewa gara gara cinta. Oleh karena itulah, keimanan harus senantiasa terjaga agar selalu berada pada level atas agar iman itu mampu menghiasi cinta sehingga cinta takluk dan tak berani macam macam pada logika.
Cinta yang berhiaskan keimanan hanya membawa kepada kebaikan, dan tidak menuntut apapun dari siapapun melainkan kepada diri sendiri. Sehingga akan muncul pada diri sendiri, “apa yang dapat ku lakukan untuk membuktikan cintaku padanya?” maka akan muncul dua jawaban pilihan, “menikahinya atau menjaga dirinya dengan tidak membiarkan ia terjerumus kedalam kemaksiatan”
Sungguh betapa indah mencintai dengan iman, inilah mencintai karena Allah…
Palembang, 24 Oktober 2013
Izzatul Ikhwan

Kepemimpinan dalam Perspektif Al-Qur’an

Allah SWT menciptakan manusia sebagai masterpiece dari seluruh ciptaannya. Manusia dianugerahi gelar sebagai ahsanu takwim, sebaik-baiknya ciptaan, sebagaimana tertulis di Al-Qur’an surat At-Tin ayat 4.
لَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
“Telah kami ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS At-Tin: 4)
Kesempurnaan manusia sebagai ciptaan Allah sejalan dengan beratnya beban yang harus ditanggung di dunia ini. Allah menciptakan manusia beserta kesempurnaanya untuk menjadi khalifah di muka bumi. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al- Baqarah ayat 30
Dan (ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah. Berkata mereka : Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalam nya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau ? Dia berkata : Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”(QS Al-Baqarah: 30)
M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan makna khalifah sebagai yang menggantikan atau yang datang sesudah siapa yang datang sebelumnya. Atas dasar ini, ada yang memahami kata khalifah berarti yang menggantikan Allah dalam menegakkan kehendak-Nya dan menerapkan ketetapan-ketetapan-Nya, tetapi bukan karena Allah tidak mampu atau menjadikan manusia berkedudukan sebagai Tuhan, namun karena Allah bermaksud menguji manusia dan memberinya penghormatan.[1]
            Karena manusia terlahir sebagai khalifah fil ardh, tugas selanjutnya adalah menggali potensi kepemimpinannya yang bertujuan memberikan pelayanan serta pengabdian yang diniatkan semata-mata karena amanah Allah, yaitu dengan cara memainkan perannya sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta.[2]
Kepemimpinan bagi semua manusia bukanlah pilihan, melainkan adalah kemestian. Setiap manusia dengan takdirnya telah diberikan amanah sebagai pemimpin. Seorang kepala negara adalah pemimpin bagi rakyatnya, seorang direktur perusahaan adalah pemimpin bagi staff dan karyawannya, seorang ketua organisasi adalah pemimpin bagi anggotanya, seorang guru adalah pemimpin bagi murid-muridnya, seorang ayah adalah pemimpin bagi anggota keluarganya, bahkan setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Umar, Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap kalian adalah ra’in dan setiap kalian akan ditanya tentang ra’iyahnya. Imam a’zham (pemimpin negara) yang berkuasa atas manusia adalah ra’in dan ia akan ditanya tentang ra’iyahnya. Seorang lelaki/suami adalah ra’in bagi ahli bait (keluarga)nya dan ia akan ditanya tentang ra’iyahnya. Wanita/istri adalah ra’iyah terhadap ahli bait suaminya dan anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah ra’in terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Ketahuilah setiap kalian adalah ra’in dan setiap kalian akan ditanya tentang ra’iyahnya.”(HR: Bukhari dan Muslim)
Dari ungkapan ini jelas bahwa manusia telah terlahir sebagai pemimpin dan tugas manusia itu pula yang harus menghidupkan nilai kepemimpinannya. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi. Bila Rasulullah mengatakan bahwa setiap orang itu adalah pemimpin, berarti manusia terlahir dengan bakat memengaruhi.[3]Jadi setiap manusia memiliki kewajiban untuk mempengaruhi orang lain. Dengan demikian maka manusia yang menarik diri dari pergaulan masyarakat untuk hidup menyendiri telah menentang qodratnya dan juga perintah Tuhannya.
Sebagai seorang pemimpin baik untuk dirinya sendiri ataupun orang lain, manusia harus mengikuti ketentuan dan ketetapan Allah. Kewajiban manusia sebagai pemimpin yang paling utama adalah menjaga dirinya dan juga keluarganya dari api neraka, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an;
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu”.(QS At-Tahrim : 6)
Menjaga keluarga dari siksa api neraka adalah wajib hukumnya, sebagaimana disampaikan Allah dalam firman-Nya diatas. Menjaga diri dan keluarga dari api neraka tentunya harus berdasarkan ilmu. Ilmu dapat membimbing, menuntun kita kepada jalan yang semestinya kita lalui, dengan ilmu kita terbimbing kepada tujuan yang kita harapkan yaitu Jannah. Ilmu bak cahaya dikegelapan malam. maka tidak heran kalau Alloh dan Rosulnya menyanjung orang-orang yang berilmu di dalam firman-Nya dan sabdanya. untuk memenuhi kebutuhan ini mestinya kita mengajarkan kepada keluarga kita akan ilmu. Karena itu, adh-Dhahhak dan Muqatil menafsirkan ayat tersebut diatas , “Wajib bagi setiap muslim, mengajarkan keluarganya, kerabat dan hamba sahayanya akan apa yang diwajibkan oleh Allah atas mereka, dan apa yang dilarang-Nya.” Hal senada dikatakan oleh At-Thabari, “Hendaknya kita mengajari anak-anak dan keluarga kita masalah agama dan kebaikan, serta apa-apa yang penting dan dibutuhkan dalam persoalan adab dan akhlak.”

[1]M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah vol.1, hal. 172-173.
[2]KH. Toto Tasmara, Spiritual Centered Leadership, hal. 163
[3]Ibid, hal. 164