Duduk di pojok bangku deretan belakang tepat di samping jendela kaca
yang tembus pandang langsung menuju kelasnya. Dari sana pula aku mulai
mengenal paras cantiknya dari balik jendela kaca kelas ini. Saat yang
aku nantikan akhirnya tiba juga, dia keluar meninggalkan kelasnya. Kedua
bola mataku langsung tertuju padanya. Entah mengapa jiwaku tiba-tiba
berguncang tak karuan kala ku tatap dia berjalan dengan tenang pergi
meninggalkan kelasnya. Itu mungkin karena ku pandang bibir tipisnya yang
merah dan selalu basah, serta matanya yang indah itu, yang seakan-akan
mengajaku tenggelam ke dalam keindahanya.
“Adi tolong perhatikan ibu jika ibu sedang menerangkan!” ucap ibu Eni
dengan lantangnya padaku. Kata-kata tersebut seakan memaksaku untuk
memalingkan pandanganku dari DIA.
“Iya bu!” jawabku sambil menundukan kepala ke arah meja kayu yang penuh
akan coretan-coretan yang tak pernah aku ketahui siapa pengarangnya.
Bell istirahat kedua telah berbunyi, bu Eni pun harus terpaksa
mengakhiri pelajaran matematikanya kali ini. para siswa ada yang
sebagian pergi kelur kelas
“Adi kekantin yuk!” ajak Bagus, teman sebangku ku
“Ayo..! aku juga lagi haus nih”
Kami pun pergi menuju kantin, saat berjalan menuju kantin tak ku
sangka aku akan bertemu dengan dia. Jantungku tiba-tiba berdetak lebih
kencang bagaikan genderang perang dan kepalaku seakan di hujani jutaan
ton bongkahan es dari kutub utara, kala melihat dia berjalan ke arahku
dan dia menatap wajahku. Mataku seakan tak henti-hentinya memandangi
paras cantiknya dan rambutnya yang ia biarkan jatuh bergeraian di
keningnya yang menambah elok parasnya bagaikan bidadari surgawi yang
jatuh ke bumi. Jarak antara dia dan aku semakin dekat mungkin hanya
sekitar dua meter saja. Di dalam otak ku sudah terencana untuk
menyapanya namun lidahku seakan sudah mencapai titik bekunya, seakan
terasa begitu beku dan begitu sulit untuk menyebut namanya dan hanyalah
senyum yang dapat aku layangkan padanya sebagai isyarat cintaku padanya.
Tak ku duga dia juga melemparkan senyuman padaku sembari berjalan
berpapasan dengan tubuhku. Darahku terasa terpompa begitu keras dan
mengalir begitu cepatnya dari ujung kaki ke ujung kepala ketika kulihat
senyumnya yang manis itu.
Bel tanda pulang sekolah telah berbunyi tapi pikiranku masih saja
tersandera kejadian pada istirahat kedua itu. Seakan senyumnya tadi tak
mau lari dari dalam pikiranku. Sudah tiga bulan aku mengagumi dia dari
balik jendela kaca kelas ini, melihatnya tertawa riang bersama
teman-temanya. Dan selama tiga bulan ini aku hanya tuhu namanya dan
kabar tentang orang tuanya yang sangat kaya, itu pun bukan dari hasil
dari perkenalanku atau perbincanganku dengan dia, tetapi hasil mencari
tahuku dari teman-temanku. Mungkin rasa cinta ini tak akan pernah
tersampaikan padanya, jurang ekonomi di antara dia dan aku terpampang
begitu dalamnya. kata teman-temanku dia adalah anak seorang pengusaha
batu bara yang kaya raya sedangkan aku hanyalah anak seorang buruh
serabutan, dapat bersekolah dalam SMA ini saja sudah beruntung bagiku,
apa mungkin aku dapat mendapatkan dia. mungkin memang benar kata orang
kalau orang miskin sepertiku haram untuk pacaran. Aku memang tak pantas
bagi dia, mana mungkin anak seorang buruh serabutan dapat bersama dengan
dia, tapi tak mengapa lah, biar aku simpan perasan ini dalam hati,
biarlah ku pendam rasa cintaku ini dari balik jendela kaca kelas ini.
Karena cinta terkadang memang tak harus memiliki. Maka biarkanlah hanya
aku dan jendela kelas ini yang tahu perasan cinta ini.
Cerpen Karangan: Gaddang Arief
Jumat, 22 November 2013
Cerpen: Cinta Terlarang.
BRAKKK!!!
Rabu pagi yang cerah itu dikejutkan dengan suara ribut-ribut dari kantinnya Bu Asih. Suasana kantin yang asalnya riuh rendah, penuh dengan celotehan anak-anak SMA 3 Palangka Raya tiba-tiba mendadak menjadi sunyi senyap. Semua aktivitas yang mereka lakukan berhenti begitu saja. Pandangan mereka hanya tertuju pada seseorang cewek yang telah membuat keributan di tempat itu.
“Aduh neng gelis… jangan marah-marah di sini atuh, ini teh kantin, bukan tempat pelampiasan amarah, nggak enak dilihat sama yang lain…”. Tegur Bu Asih dengan logat sundanya yang kental
“Masa bodo!!!”. Ucap cewek itu sambil memukul meja.
“Iya degh neng.. maapin ibu…”. Ucap Bu Asih.
“Nasi goreng satu plus fruit tea!!! cepat… gak pake lama!!!”. Ucap cewek itu.
“iya neng…”. Ucap Bu Asih.
Cewek itu bernama Vena. Dia cantik, dan pintar. Dia anak SMA 3 kelas XI-1 Ipa. Sebenarnya dia sangat ramah, tapi kalau dia marah… sifat dan tingkahnya berubah 180 derajat. Cewek yang satu ini kalau lagi nggak ada masalah feminiiimmm banget, tapi kalau sudah marah… wahhh tomboy abiezzz!!!. Cewek ini juga seorang atlet TaeKwonDo Palangka Raya.
“Napa sih… pagi-pagi gini udah buat masalah? pasti ada something yang terjadi antara kamu dengan Willy..”. Ucap Friska dingin.
“Dasar cowok kurang ajar!!! nggak ngerti perasaan cewek!!! egois!!”. Ucap Vena, dan tanpa sengaja Willy yang berada di belakangnya mendengar ucapan Vena.
“Hei Vena… jangan seenaknya aja ngatain aku egois!!! kamu tuh yang egois!!!”. Ucap Willy.
“Aku?… gak salah tuh?, bukannya kamu macari aku cumin gara-gara pengen nyari tenar aja? udah deh… ngaku aja loe!!!”. Ucap Vena.
“Emang!!! kalo udah tau nggak usah buat ribut donk!!!. lagi pula aku sekarang aku nggak butuh kamu lagi kok…”. Ucap Willy.
“Heh.. kalian itu, nyadar donk!!! ini kantin bukan tempat berantem. Bikin malu aja!!!. Kalian berdua itu OSIS, emang ada OSIS yang nyontohin nggak baik kayak gini, berantemnya gara-gara cinta lage!!! dasar!!!, Angga… cepet bawa temen kamu itu pergi!!!”. Ucap Friska dengan tegas.
“Dasar loe… cowok kurang ajar!!!”. Teriak Vena.
“Sudah!!! jangan ribut lagi!!”. Ucap Friska.
Hari itu, semenjak ia putusan dengan Willy, lena lebih memilih diam. Padahal tadi pagi ia marah-marah gak karuan. Saat rapat OSIS tadi sore juga, ia lebih memilih menatap Friska, sahabatnya yang merupakan ketua bidang olahraga. Cewek yang tomboynya bukan main itu adalah atlet nasional karate. Rambutnya aja cepak, plus sikapnya tomboy bukan main. Friska balas menatap sahabatnya yang secara tidak langasung menyiratkan rasa kesedihan dan kekecewaan yang mendalam.
“Baiklah teman-teman, kita tutup rapat ini. Selamat sore..”. Ucap Fery, sang ketua OSIS.
“Udah donk sob, jangan sedih mulu, cowok tuh banyak, nggak Cuma Willy aja, gak enak tau di liat orang mukanya kusut kayak belum di setrika gitu.. bawa fun aja lagi, hidup tuh jangan selalu memikirkan masa lalu, fikirkan aja apa yang akan kita jalani and kita lakukan di masa sekarang and di masa yang akan datang”. Ucap Friska menasihati Vena saat rapat telah usai.
“Hmm… iya juga sih.. thanks ya sob.. kamu sahabatku yang paling baik sedunia…” Ucap Vena.
“Pulang yuk… udah senja nih.. Ntar malam kita jjm yukk.. aku yang jemput…”. Ucap Friska.
“OK…”. Ucap Vena.
Malam itu langit kota Palangka Raya tampak cerah, bertabur bintang dan berhias bulan. Vena sudah sedari tadi siap, dan ia hanya menunggu kedatangan Friska. Ia mengenakan T-Shirt warna ungu kesukaannya, jins panjang ketat berwarna hitam, dengan rambutnya yang diikat membentuk seperti ekor kuda.
Tepat pukul tujuh malam, Friska akhirnya datang juga. Dengan gayanya yang tomboy, ia lebih mirip cowok ketimbang ia menjadi cewek. Baju lengan pendek berkerah, celana jins belel, rambut cepak, jaket hijau lumut kesukaannya dan sepatu kets putih, membuatnya terlihat sangat kelaki-lakian.
“Wowww… tomboy banget sih loe…”. Ucap Vena pada Friska.
“Biasa aja kaleee.. nggak usah lebay kayak gitu… cepetan naik!!!”. Ucap Friska.
“Ok deh..”. Ucap Vena.
“Mmm… non, mau kemana?”. Gurau Friska pada Vena.
“Kemana aja deh pak…”. Ucap Vena.
Segera saja Friska menghidupkan mesin motornya dan pergi meninggalkan komplek Perumahan Ramah Jaya, tempat di mana Vena dan kedua kakak perempuannya tinggal. Vena memang sejak awal masuk SMP sudah tinggal bersama kedua kakak perempuannya. Namun, tiap seminggu dua kali, kakak laki-lakinya yang merupakn kakaknya yang paling tua datang mengunjungi mereka. Vena merupakan anak keempat dari empat bersaudara, alias anak bungsu. Sedangkan kedua ortunya Vena bekerja di perusahaan keluarga milik mereka yang berada di singapura, tempat kakeknya vena dari pihak ibu berasal.
Namun tanpa diketahui oleh Vena, sudah sejak lama sahabatnya, Friska, memendam sebuah perasaan terlarang. Perasaaan yang tidak bisa diterima oleh sebagian besar manusia.Diam-diam Friska menaruh hati pada Vena. Memang, Friska sejak dua tahun ini punya perasaan terlarang itu. Dan selama dua tahun ini ia mempunyai pacar seorang cewek. Tidak ada satu orang pun yang tahu kalau Friska adalah cewek les*ian, termasuk ortu dan sahabatnya, Vena.
Semenjak Vena putusan dengan Willy, Friska menunjukkan sikap yang jauh berbeda dari biasanya. Perhatian dan kasih sayang yang di berikannya kepada Vena melebihi perhatian dan kasih sayang sebagai sahabat.
Hari-hari mereka jalani berdua dengan penuh keakraban. Tanpa diduga, dan tanpa diketahui mengapa, perlahan namun pasti, Vena juga mulai merasakan perasaan yang tak wajar. Vena mulai ada rasa dengan Friska, seperti Friska menaruh perasaan kepada Vena. Cinta terlarang itu perlahan mulai menghiasi hari-hari mereka berdua. Hingga akhirnya, saat mereka sedang jalan-jalan di taman kota, Friska mengungkap semua perasaannya pada Vena.
“Ven…”. Ucap Friska.
“Ya…”. Sahut Vena.
“Seandainya aku mengatakan sesuatu yang mungkin nggak bisa diterima oleh akal sehat, apa kamu masih mau menjadi sahabatku?”. Tanya Friska.
“Pastinya donk.. emangnya ada apa Fris?”. Tanya Vena.
“Hmmm… sebenarnya aku cewek les*ian…”. Ucap Friska setelah beberapa detik ia terdiam sambil menatap lekat-lekat cewek di depannya yang merupakan sahabatnya sekaligus orang yang di cintainya.
“Kamu…”. Ucap Vena yang tak sanggup meneruskan perkataannya.
“Hhh… ya, itulah kenyataan tentang diriku yang selama dua tahun ini ku tutup-tutupi dari kalian semua termasuk dengan ortu ku. Sekarang, terserah kamu aja apa kamu masih mau bersahabat dengan aku”. Ucap Friska.
“Aku tetap mau bersahabat denganmu…”. Ucap Vena setelah ada jeda cukup panjang di antara mereka.
“Thanks…”. Sahut Friska.
Hening kembali muncul di antara mereka berdua. Tak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka berdua. Mereka terlarut dalam fikirannya masing-masing. Hingga akhirnya…
“Aku menginginkanmu…”. Ucap Friska pada Vena.
“Apa? maksud kamu apa?”. tanya Vena tak mengerti.
“Aku cinta kamu, sudah lama aku memendam perasaan ini…”. Jawab Friska.
“Beneran?”. Tanya Vena tak percaya.
“Beneran…”. Sahut Friska.
“Owh… aku… aku juga menginginkanmu… entah mengapa dan kenapa perasaan ini datang begitu saja dan mulai menghiasi hatiku…”. Ucap Vena.
“So…”. Ucap Friska.
“Kita pacaran!!!”. Ucap mereka berdua bersamaan.
Keanehan gaya dan bahasa tubuh mereka lama kelamaan mulai di rasakan oleh teman-teman mereka. Sikap Friska dan Vena dari hari ke hari semakin berubah.Beberapa orang siswa dan siswi di kelasnya mulai curiga. Bahkan ada yang berani bilang kalau mereka cewek les*ian dan mereka sedang menjalin cinta terlarang. Cinta yang dibilang sangat terlaknat. Beberapa anak juga ada yang prihatin dengan mereka. Termasuk Ivan yang sudah sejak lama menaruh perasaan pada Vena. Namun Friska dan Vena tak sedikitpun menggubris semua itu.
Ivan sama sekali tak bisa membiarkan kedua sahabat itu mejalin cinta terlarang, karena ia tak mau kedua sahabat itu semakin susah untuk berhenti menjadi les*ian. Ia tak habis fikir dengan kedua cewek itu, masih banyak aja laki-laki kok malah pacaran sama sesama.
Malam minggu yang basah itu, Ivan mengirim sms kepada Vena untuk menanyakan apa benar yang teman-teman mereka katakan, bahwa Vena dan Friska menjalin hubungan yang terlaknat itu. Ivan malah berharap kalau itu semua hanya gossip belaka. Namun betapa terkejutnya Ivan saat mendengar perkataan dan semua itu adalah benar apa adanya.
Ivan memutuskan untuk menelpon Vena.
Deringan lagu Zivilia – Aishiteru terdengar dari ponselnya Vena. Vena yang asyik berfacebook ria di notebooknya terkejut mendengar nada dering itu berbunyi. Nada dering yang sengaja ia programkan sebagai pertanda bahwa cowok yang ia sukai menelponnya.
Sedetik kemudian ia memencet tombol hijau di hpnya. Kemudian mereka asyik mengobrol tentang apa yang terjadi pada diri mereka selama ini. Memang, sudah tiga bulan terakhir ini mereka nggak ada kontak lagi. Bukannya nggak ada kontak, tapi Vena tidak mau menjawab semua telpon dan sms dari Ivan. Karena Vena sakit hati mengetahui Ivan jadian dengan Liana. Hingga akhirnya Willy datang menghapus luka di hati Vena. Namun bukannya menghapus luka di hatinya Vena, tapi Willy malah menjadikan Vena sebagai boneka yang ia manfaatkan untuk memperoleh ketenaran di SMA 3 Palangka Raya.
Sedetik kemudian Vena terdiam, tak disangkanya kalimat itu terucap dari mulut seorang Ivan. Kebimbangan merasuk dalam fikirannya Vena. Sebenarnya ia masih ingin melanjutkan hubungannya dengan Friska, tapi di sisi lain ia sangat masih mencintai Ivan. Selain itu, ia juga tau bahwa yang selama ini dijalaninya dengan Friska adalah suatu perbuatan yang dilarang oleh hukum agama dan takdir. Kehadiran Ivan di malam basah itu memberikannya kedamaian sekaligus kebimbangan.
“Aku tunggu jawabanmu besok… good night”. Ucap Ivan.
Setelah mengakhiri sambungan telponnya dengan Ivan, Vena segera menelpon Friska untuk memberitahukan semua itu.
“Halo say… ada apa?”. Ucap Friska.
“Aku nggak tau harus milih kamu atau Ivan, barusan Ivan nembak aku..”. Ucap Vena.
“Up to you lah mau milih siapa, semua tergantung sama kamu”. Ucap Friska.
“Mmm… sudah aku putuskan, kita akhiri semua ini sampai di sini. Cinta ini adalah cinta terlarang. Maaf ya… ini semua adalah yang terbaik…”. Ucap Vena.
“Ya… met malam”. Ucap Friska langsung menutup pembicaraan mereka.
Sesaat kemudian, masuk sms dari Friska.
To : Vena
From : Friska
Ini aq, bukan mau q. Inilh aq yg sbenarx. Klo bnr aq m’punyai prasa’n t’lrank ini knp? ap klian rugi? Aq thu cinta yg k tu pux ini cnt terlarang. Tp klian gk berhak m’atur hdup q. Krn aq yg m’jlani smua ini, bukan klian. Smua hanya bsa m’nyalahkan q tanpa bsa m’ngerti prasaan q. Inilah aq. “AKU CEWEK LES*IAN”.
Sejak saat itu, Vena lebih memilih diam daripada bertegur sapa dengan Friska. Ia sedih sekaligus bangga. Sedih karena ia harus mangakhiri hubungannya dengan Friska, bangga karena ia tahu, keputusan yang ia ambil ini sangat benar. Friska juga memilih untuk diam. Ia nggak tahu, mau di kemanakan hubungannya dengan Vena.
Hujan lagi-lagi mengguyur kota Palangka Raya malam itu. Suasana dingin yang menusuk tulang membuat Friska enggan kumpul-kumpul dengan teman-temannya unutk main bilyard. Ia hanya duduk termenung di depan meja belajarnya sambil menatapi foto-foto saat ia masih normal seperti cewek lainnya. Ia kemudian mengambil foto yang sangat di bencinya dari laci meja belajarnya.
Ingatan Friska kembali ke masa lalunya. Di saat ia masih bisa merasakan indahnya pacaran dengan lawan jenisnya. Namun semua itu berubah setelah kejadian yang sangat membuatnya trauma itu terjadi. Kejadian yang terjadi diluar kehendaknya dan tanpa sepengetahuannya. Sejak saat itu ia bukan lagi seorang wanita suci. Entah bagaimana caranya, tiba-tiba saja ia menemukan dirinya di kamarnya tertidur tanpa busana setelah ia berjalan-jalan dengan Deni, kakak kelas XII-IPS 2, yang baru saja lulus tahun ini. Padahal seingatnya, ia masih berada di taman bersama Deni. Sejak saat itulah ia berubah drastis seperti ini.
Lantunan lagu The Virgin – Cinta Terlarang berbunyi dari ponselnya Friska. Ia mengambil hp nya dari kantong celananya. Dan alangkah terkejutnya saat ia tahu Vena menelponnya. Sedetik kemudian, Friska meletakkan kembali foto laki-laki yang sangat di sayanginya sekaligus sangat dibencinya di dalam laci meja belajarnya. Dan ia segera mengangkat telpon itu.
“Halo…”. Terdengar suara cewek di seberang sana.
“Ya… ada apa?”. Ucap Friska dingin.
“Maafin aku…”. Ucap Vena.
“Kamu nggak salah kok…”. Ucap Friska.
“Mmh… kita masih sahabatan kan?”. Tanya Vena.
“Ya… maaf aku lagi sibuk, aku janji suatu hari nanti aku akan berubah…”. Ucap Friska dan ia segera memutuskan hubungan telponnya dengan Vena.
“Fris…”. Ucap Vena, namun sayang, sambungan telponnya telah terputus.
Vena tertegun setelah mendengar ucapan Friska. “Suatu hari nanti akku akan berubah…”, apa maksudnya?. Ia kembali menelpon Friska. Tapi ternyata nomernya Friska tidak aktif.
Langit Palangka Raya masih saja menangis. Kilat dan petir manghiasi malam kelabu itu. Namun di balik semua itu, seorang cewek tomboy tampak tersenyum. Hari ini ia mengalami suatu kejadian yang sangat berkesan di hatinya. Akhir dari percintaan terlarangnya dengan sahabatnya. Dan cewek itu rupanya telah memutuskan untuk pergi dari semua kehidupannya di Palangka Raya.
Vena kaget setengah mati mengetahui Friska akan pindah ke Singapura, menyusul mamanya yang sedang tugas di sana. Singapura adalah kampung halamannya Friska, ia tinggal di Palangka Raya karena mengikuti papanya yang pindah tugas di Indonesia. Vena baru saja mendengar kabar itu dari Ivan, cowok yang sekarang ini menjadi pacarnya. Memang sejak kemarin Friska tidak hadir sekolah. Saat Vena menanyakan alasan ketidak hadirannya di sekolah melewati telpon, ternyata nomernya masih tidak aktif. Tapi ia tak menyangka bahwa Friska akan kembali ke kampung halamannya.
Friska menatap rumahnya dengan sedih. Rumah itu penuh kenangan bersama ia dan Vena. Setelah puas menatap rumah kesayangannya, ia segera menyusul papanya yang telah menunggunya di mobil.
Tepat pukul 15.00 Friska sampai di bandara. Kurang lebih setengah jam lagi ia akan berangkat. Ia teringat pada sahabatnya sekaligus orang yang di cintainya. Ia ingin sekali bertemu dengan Vena untuk yang terakhir kalinya. Sedetik kemudian, Friska mengambil hp nya dan menelpon Vena.
Vena terkejut melihat sebuah nama yang sangat ia sayangi menelponnya. Ia segera mengangkatnya, Berharap agar apa yang dikatakan Ivan bukanlah sebuah kenyataan.
“Kalau mau bertemu aku untuk yang terakhir kalinya, segera saja ke bandara sekarang juga, atau selamanya kamu tidak akan bertemu aku lagi…”. Ucap Friska.
“Fris…”. Ucap Vena tak sanggup menahan kesedihan.
“Sore…”. Ucap Friska segera mematikan telponnya.
Vena segera mengambil jaketnya dan dengan penampilan yang sederhana, ia segera berangkat menuju bandara.
Sesampainya di bandara, Vena bergegas pergi ke bagian informasi dan mendapati Friska sudah menunggu di sana. Rasa senang sekaligus sedih terpancar dari wajah mereka berdua.
“Fris… kenapa kamu pergi…”. Ucap Vena sambil meneteskan air mata.
“Papaku udah selesai tugas, jadi mau nggak mau aku harus kembali ke Paris.”. Ucap Friska.
“Ohh… Friska… kenapa ini semua harus terjadi…”. Ucap Vena sambil menangis di balik pelukan Friska. Saat itu gelora cinta terlarang mereka kembali merasuk ke dalam jiwa. Rasa kehilangan yang sangat berat hadir dalam hati mereka.
“Aku masih menginginkanmu…”. Ucap Friska.
“Aku juga”. Ucap Vena.
“Apa kamu mau kembali…”.
“Tidak, itu tidak mungkin, perasaan kita ini perasaan yang terlarang, kita tidak akan mungkin kembali walaupun sebenarnya aku juga ingin kamu…”. Ucap Vena sambil menangis.
“Ya… aku mengerti…”. Ucap Friska dingin.
“Udah ah… jangan nangis… cengeng banget sih…”. Ucap Friska pada Vena.
“Biarin!!!”. Ucap Vena.
“Nih buat kamu…”. Ucap Friska sambil memberikan kalung dan sebuah cincin bertuliskan F dan V.
“Cincin dan kalung ini jangan sampai hilang, ntar kalau kita ketemu lagi dan aku tau kalau kalung and cincin itu hilang… Awas kau!!”. Sambung Friska.
“Please… jangan pergi…”. Lirih Vena.
“Mungkin ini yang terbaik… selamat tinggal…”. Ucap Friska.
Dan untuk terakhir kalinya mereka kembali berpelukan. Air mata Vena mengalir semakin deras, hingga membasahi punggungnya Friska. Dan setelah puas berpelukan, Friska pergi meninggalkan Vena, menyusul papanya yang sudah menunggunya di dekat pintu masuk.
Friska kembali menoleh ke belakang sebelum memasuki pintu masuk. Ia masih melihat seorang cewek menangis melepas kepergiannya. Friska melontarkan senyumnya, namun air mata cewek itu malah semakin mengalir deras. Dan Friska kembali melangkah memasuki pintu masuk.
“Maafkan aku… inilah yang terbaik untuk kita, semoga kamu bahagia dengan cowok lain…”. Ucap Friska dalam hati.
“Sayang… ku tak ingin kau pergi…”. Ucap Vena dalam hati.
Di suatu Negara nan jauh di sana, seorang cewek tomboy tampak berdiri menatap keluar dari balik daun jendela kamarnya. Di sana, hujan turun dengan sangat lebat.
“Semoga kamu bahagia di sana tanpa diriku. Aku ‘kan tetap menjaga perasaan terlarang ini untukmu… karena aku mencintaimu. Aku tak peduli perasaan yang ku punya ini terlarang. Sesungguhnya hati ini sangat berat meninggalkanmu. Tapi inilah yang terbaik untuk kita”. Ucap Friska.
Langit Palangka Raya tak secerah biasanya. Rintik-rintik hujan menghiasi kota itu. Seakan ikut bersedih melihat kedua sahabat itu berpisah.
“Aku merindukanmu… cinta terlarang ini akan ku jaga sampai kita bertemu kembali”. Ucap Vena sambil memandangi dedaunan yang basah akibat terkena tangisan langit malam ini.
~ Sebuah perasaan akan datang dengan sendirinya. Cinta terkadang dapat menjerumuskan. Jangan menganggap seseorang yang mempunyai perasaan terlarang seperti sampah yang harus di jauhi, tapi buatlah dia menjadi sadar dengan cintanya itu. Mengertilah pada perasaan mereka. Dan buatlah mereka mengerti pada kodrat hidup yang sebenarnya ~
Cerpen Karangan: Fanka Dhea
Rabu pagi yang cerah itu dikejutkan dengan suara ribut-ribut dari kantinnya Bu Asih. Suasana kantin yang asalnya riuh rendah, penuh dengan celotehan anak-anak SMA 3 Palangka Raya tiba-tiba mendadak menjadi sunyi senyap. Semua aktivitas yang mereka lakukan berhenti begitu saja. Pandangan mereka hanya tertuju pada seseorang cewek yang telah membuat keributan di tempat itu.
“Aduh neng gelis… jangan marah-marah di sini atuh, ini teh kantin, bukan tempat pelampiasan amarah, nggak enak dilihat sama yang lain…”. Tegur Bu Asih dengan logat sundanya yang kental
“Masa bodo!!!”. Ucap cewek itu sambil memukul meja.
“Iya degh neng.. maapin ibu…”. Ucap Bu Asih.
“Nasi goreng satu plus fruit tea!!! cepat… gak pake lama!!!”. Ucap cewek itu.
“iya neng…”. Ucap Bu Asih.
Cewek itu bernama Vena. Dia cantik, dan pintar. Dia anak SMA 3 kelas XI-1 Ipa. Sebenarnya dia sangat ramah, tapi kalau dia marah… sifat dan tingkahnya berubah 180 derajat. Cewek yang satu ini kalau lagi nggak ada masalah feminiiimmm banget, tapi kalau sudah marah… wahhh tomboy abiezzz!!!. Cewek ini juga seorang atlet TaeKwonDo Palangka Raya.
“Napa sih… pagi-pagi gini udah buat masalah? pasti ada something yang terjadi antara kamu dengan Willy..”. Ucap Friska dingin.
“Dasar cowok kurang ajar!!! nggak ngerti perasaan cewek!!! egois!!”. Ucap Vena, dan tanpa sengaja Willy yang berada di belakangnya mendengar ucapan Vena.
“Hei Vena… jangan seenaknya aja ngatain aku egois!!! kamu tuh yang egois!!!”. Ucap Willy.
“Aku?… gak salah tuh?, bukannya kamu macari aku cumin gara-gara pengen nyari tenar aja? udah deh… ngaku aja loe!!!”. Ucap Vena.
“Emang!!! kalo udah tau nggak usah buat ribut donk!!!. lagi pula aku sekarang aku nggak butuh kamu lagi kok…”. Ucap Willy.
“Heh.. kalian itu, nyadar donk!!! ini kantin bukan tempat berantem. Bikin malu aja!!!. Kalian berdua itu OSIS, emang ada OSIS yang nyontohin nggak baik kayak gini, berantemnya gara-gara cinta lage!!! dasar!!!, Angga… cepet bawa temen kamu itu pergi!!!”. Ucap Friska dengan tegas.
“Dasar loe… cowok kurang ajar!!!”. Teriak Vena.
“Sudah!!! jangan ribut lagi!!”. Ucap Friska.
Hari itu, semenjak ia putusan dengan Willy, lena lebih memilih diam. Padahal tadi pagi ia marah-marah gak karuan. Saat rapat OSIS tadi sore juga, ia lebih memilih menatap Friska, sahabatnya yang merupakan ketua bidang olahraga. Cewek yang tomboynya bukan main itu adalah atlet nasional karate. Rambutnya aja cepak, plus sikapnya tomboy bukan main. Friska balas menatap sahabatnya yang secara tidak langasung menyiratkan rasa kesedihan dan kekecewaan yang mendalam.
“Baiklah teman-teman, kita tutup rapat ini. Selamat sore..”. Ucap Fery, sang ketua OSIS.
“Udah donk sob, jangan sedih mulu, cowok tuh banyak, nggak Cuma Willy aja, gak enak tau di liat orang mukanya kusut kayak belum di setrika gitu.. bawa fun aja lagi, hidup tuh jangan selalu memikirkan masa lalu, fikirkan aja apa yang akan kita jalani and kita lakukan di masa sekarang and di masa yang akan datang”. Ucap Friska menasihati Vena saat rapat telah usai.
“Hmm… iya juga sih.. thanks ya sob.. kamu sahabatku yang paling baik sedunia…” Ucap Vena.
“Pulang yuk… udah senja nih.. Ntar malam kita jjm yukk.. aku yang jemput…”. Ucap Friska.
“OK…”. Ucap Vena.
Malam itu langit kota Palangka Raya tampak cerah, bertabur bintang dan berhias bulan. Vena sudah sedari tadi siap, dan ia hanya menunggu kedatangan Friska. Ia mengenakan T-Shirt warna ungu kesukaannya, jins panjang ketat berwarna hitam, dengan rambutnya yang diikat membentuk seperti ekor kuda.
Tepat pukul tujuh malam, Friska akhirnya datang juga. Dengan gayanya yang tomboy, ia lebih mirip cowok ketimbang ia menjadi cewek. Baju lengan pendek berkerah, celana jins belel, rambut cepak, jaket hijau lumut kesukaannya dan sepatu kets putih, membuatnya terlihat sangat kelaki-lakian.
“Wowww… tomboy banget sih loe…”. Ucap Vena pada Friska.
“Biasa aja kaleee.. nggak usah lebay kayak gitu… cepetan naik!!!”. Ucap Friska.
“Ok deh..”. Ucap Vena.
“Mmm… non, mau kemana?”. Gurau Friska pada Vena.
“Kemana aja deh pak…”. Ucap Vena.
Segera saja Friska menghidupkan mesin motornya dan pergi meninggalkan komplek Perumahan Ramah Jaya, tempat di mana Vena dan kedua kakak perempuannya tinggal. Vena memang sejak awal masuk SMP sudah tinggal bersama kedua kakak perempuannya. Namun, tiap seminggu dua kali, kakak laki-lakinya yang merupakn kakaknya yang paling tua datang mengunjungi mereka. Vena merupakan anak keempat dari empat bersaudara, alias anak bungsu. Sedangkan kedua ortunya Vena bekerja di perusahaan keluarga milik mereka yang berada di singapura, tempat kakeknya vena dari pihak ibu berasal.
Namun tanpa diketahui oleh Vena, sudah sejak lama sahabatnya, Friska, memendam sebuah perasaan terlarang. Perasaaan yang tidak bisa diterima oleh sebagian besar manusia.Diam-diam Friska menaruh hati pada Vena. Memang, Friska sejak dua tahun ini punya perasaan terlarang itu. Dan selama dua tahun ini ia mempunyai pacar seorang cewek. Tidak ada satu orang pun yang tahu kalau Friska adalah cewek les*ian, termasuk ortu dan sahabatnya, Vena.
Semenjak Vena putusan dengan Willy, Friska menunjukkan sikap yang jauh berbeda dari biasanya. Perhatian dan kasih sayang yang di berikannya kepada Vena melebihi perhatian dan kasih sayang sebagai sahabat.
Hari-hari mereka jalani berdua dengan penuh keakraban. Tanpa diduga, dan tanpa diketahui mengapa, perlahan namun pasti, Vena juga mulai merasakan perasaan yang tak wajar. Vena mulai ada rasa dengan Friska, seperti Friska menaruh perasaan kepada Vena. Cinta terlarang itu perlahan mulai menghiasi hari-hari mereka berdua. Hingga akhirnya, saat mereka sedang jalan-jalan di taman kota, Friska mengungkap semua perasaannya pada Vena.
“Ven…”. Ucap Friska.
“Ya…”. Sahut Vena.
“Seandainya aku mengatakan sesuatu yang mungkin nggak bisa diterima oleh akal sehat, apa kamu masih mau menjadi sahabatku?”. Tanya Friska.
“Pastinya donk.. emangnya ada apa Fris?”. Tanya Vena.
“Hmmm… sebenarnya aku cewek les*ian…”. Ucap Friska setelah beberapa detik ia terdiam sambil menatap lekat-lekat cewek di depannya yang merupakan sahabatnya sekaligus orang yang di cintainya.
“Kamu…”. Ucap Vena yang tak sanggup meneruskan perkataannya.
“Hhh… ya, itulah kenyataan tentang diriku yang selama dua tahun ini ku tutup-tutupi dari kalian semua termasuk dengan ortu ku. Sekarang, terserah kamu aja apa kamu masih mau bersahabat dengan aku”. Ucap Friska.
“Aku tetap mau bersahabat denganmu…”. Ucap Vena setelah ada jeda cukup panjang di antara mereka.
“Thanks…”. Sahut Friska.
Hening kembali muncul di antara mereka berdua. Tak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka berdua. Mereka terlarut dalam fikirannya masing-masing. Hingga akhirnya…
“Aku menginginkanmu…”. Ucap Friska pada Vena.
“Apa? maksud kamu apa?”. tanya Vena tak mengerti.
“Aku cinta kamu, sudah lama aku memendam perasaan ini…”. Jawab Friska.
“Beneran?”. Tanya Vena tak percaya.
“Beneran…”. Sahut Friska.
“Owh… aku… aku juga menginginkanmu… entah mengapa dan kenapa perasaan ini datang begitu saja dan mulai menghiasi hatiku…”. Ucap Vena.
“So…”. Ucap Friska.
“Kita pacaran!!!”. Ucap mereka berdua bersamaan.
Keanehan gaya dan bahasa tubuh mereka lama kelamaan mulai di rasakan oleh teman-teman mereka. Sikap Friska dan Vena dari hari ke hari semakin berubah.Beberapa orang siswa dan siswi di kelasnya mulai curiga. Bahkan ada yang berani bilang kalau mereka cewek les*ian dan mereka sedang menjalin cinta terlarang. Cinta yang dibilang sangat terlaknat. Beberapa anak juga ada yang prihatin dengan mereka. Termasuk Ivan yang sudah sejak lama menaruh perasaan pada Vena. Namun Friska dan Vena tak sedikitpun menggubris semua itu.
Ivan sama sekali tak bisa membiarkan kedua sahabat itu mejalin cinta terlarang, karena ia tak mau kedua sahabat itu semakin susah untuk berhenti menjadi les*ian. Ia tak habis fikir dengan kedua cewek itu, masih banyak aja laki-laki kok malah pacaran sama sesama.
Malam minggu yang basah itu, Ivan mengirim sms kepada Vena untuk menanyakan apa benar yang teman-teman mereka katakan, bahwa Vena dan Friska menjalin hubungan yang terlaknat itu. Ivan malah berharap kalau itu semua hanya gossip belaka. Namun betapa terkejutnya Ivan saat mendengar perkataan dan semua itu adalah benar apa adanya.
Ivan memutuskan untuk menelpon Vena.
Deringan lagu Zivilia – Aishiteru terdengar dari ponselnya Vena. Vena yang asyik berfacebook ria di notebooknya terkejut mendengar nada dering itu berbunyi. Nada dering yang sengaja ia programkan sebagai pertanda bahwa cowok yang ia sukai menelponnya.
Sedetik kemudian ia memencet tombol hijau di hpnya. Kemudian mereka asyik mengobrol tentang apa yang terjadi pada diri mereka selama ini. Memang, sudah tiga bulan terakhir ini mereka nggak ada kontak lagi. Bukannya nggak ada kontak, tapi Vena tidak mau menjawab semua telpon dan sms dari Ivan. Karena Vena sakit hati mengetahui Ivan jadian dengan Liana. Hingga akhirnya Willy datang menghapus luka di hati Vena. Namun bukannya menghapus luka di hatinya Vena, tapi Willy malah menjadikan Vena sebagai boneka yang ia manfaatkan untuk memperoleh ketenaran di SMA 3 Palangka Raya.
Sedetik kemudian Vena terdiam, tak disangkanya kalimat itu terucap dari mulut seorang Ivan. Kebimbangan merasuk dalam fikirannya Vena. Sebenarnya ia masih ingin melanjutkan hubungannya dengan Friska, tapi di sisi lain ia sangat masih mencintai Ivan. Selain itu, ia juga tau bahwa yang selama ini dijalaninya dengan Friska adalah suatu perbuatan yang dilarang oleh hukum agama dan takdir. Kehadiran Ivan di malam basah itu memberikannya kedamaian sekaligus kebimbangan.
“Aku tunggu jawabanmu besok… good night”. Ucap Ivan.
Setelah mengakhiri sambungan telponnya dengan Ivan, Vena segera menelpon Friska untuk memberitahukan semua itu.
“Halo say… ada apa?”. Ucap Friska.
“Aku nggak tau harus milih kamu atau Ivan, barusan Ivan nembak aku..”. Ucap Vena.
“Up to you lah mau milih siapa, semua tergantung sama kamu”. Ucap Friska.
“Mmm… sudah aku putuskan, kita akhiri semua ini sampai di sini. Cinta ini adalah cinta terlarang. Maaf ya… ini semua adalah yang terbaik…”. Ucap Vena.
“Ya… met malam”. Ucap Friska langsung menutup pembicaraan mereka.
Sesaat kemudian, masuk sms dari Friska.
To : Vena
From : Friska
Ini aq, bukan mau q. Inilh aq yg sbenarx. Klo bnr aq m’punyai prasa’n t’lrank ini knp? ap klian rugi? Aq thu cinta yg k tu pux ini cnt terlarang. Tp klian gk berhak m’atur hdup q. Krn aq yg m’jlani smua ini, bukan klian. Smua hanya bsa m’nyalahkan q tanpa bsa m’ngerti prasaan q. Inilah aq. “AKU CEWEK LES*IAN”.
Sejak saat itu, Vena lebih memilih diam daripada bertegur sapa dengan Friska. Ia sedih sekaligus bangga. Sedih karena ia harus mangakhiri hubungannya dengan Friska, bangga karena ia tahu, keputusan yang ia ambil ini sangat benar. Friska juga memilih untuk diam. Ia nggak tahu, mau di kemanakan hubungannya dengan Vena.
Hujan lagi-lagi mengguyur kota Palangka Raya malam itu. Suasana dingin yang menusuk tulang membuat Friska enggan kumpul-kumpul dengan teman-temannya unutk main bilyard. Ia hanya duduk termenung di depan meja belajarnya sambil menatapi foto-foto saat ia masih normal seperti cewek lainnya. Ia kemudian mengambil foto yang sangat di bencinya dari laci meja belajarnya.
Ingatan Friska kembali ke masa lalunya. Di saat ia masih bisa merasakan indahnya pacaran dengan lawan jenisnya. Namun semua itu berubah setelah kejadian yang sangat membuatnya trauma itu terjadi. Kejadian yang terjadi diluar kehendaknya dan tanpa sepengetahuannya. Sejak saat itu ia bukan lagi seorang wanita suci. Entah bagaimana caranya, tiba-tiba saja ia menemukan dirinya di kamarnya tertidur tanpa busana setelah ia berjalan-jalan dengan Deni, kakak kelas XII-IPS 2, yang baru saja lulus tahun ini. Padahal seingatnya, ia masih berada di taman bersama Deni. Sejak saat itulah ia berubah drastis seperti ini.
Lantunan lagu The Virgin – Cinta Terlarang berbunyi dari ponselnya Friska. Ia mengambil hp nya dari kantong celananya. Dan alangkah terkejutnya saat ia tahu Vena menelponnya. Sedetik kemudian, Friska meletakkan kembali foto laki-laki yang sangat di sayanginya sekaligus sangat dibencinya di dalam laci meja belajarnya. Dan ia segera mengangkat telpon itu.
“Halo…”. Terdengar suara cewek di seberang sana.
“Ya… ada apa?”. Ucap Friska dingin.
“Maafin aku…”. Ucap Vena.
“Kamu nggak salah kok…”. Ucap Friska.
“Mmh… kita masih sahabatan kan?”. Tanya Vena.
“Ya… maaf aku lagi sibuk, aku janji suatu hari nanti aku akan berubah…”. Ucap Friska dan ia segera memutuskan hubungan telponnya dengan Vena.
“Fris…”. Ucap Vena, namun sayang, sambungan telponnya telah terputus.
Vena tertegun setelah mendengar ucapan Friska. “Suatu hari nanti akku akan berubah…”, apa maksudnya?. Ia kembali menelpon Friska. Tapi ternyata nomernya Friska tidak aktif.
Langit Palangka Raya masih saja menangis. Kilat dan petir manghiasi malam kelabu itu. Namun di balik semua itu, seorang cewek tomboy tampak tersenyum. Hari ini ia mengalami suatu kejadian yang sangat berkesan di hatinya. Akhir dari percintaan terlarangnya dengan sahabatnya. Dan cewek itu rupanya telah memutuskan untuk pergi dari semua kehidupannya di Palangka Raya.
Vena kaget setengah mati mengetahui Friska akan pindah ke Singapura, menyusul mamanya yang sedang tugas di sana. Singapura adalah kampung halamannya Friska, ia tinggal di Palangka Raya karena mengikuti papanya yang pindah tugas di Indonesia. Vena baru saja mendengar kabar itu dari Ivan, cowok yang sekarang ini menjadi pacarnya. Memang sejak kemarin Friska tidak hadir sekolah. Saat Vena menanyakan alasan ketidak hadirannya di sekolah melewati telpon, ternyata nomernya masih tidak aktif. Tapi ia tak menyangka bahwa Friska akan kembali ke kampung halamannya.
Friska menatap rumahnya dengan sedih. Rumah itu penuh kenangan bersama ia dan Vena. Setelah puas menatap rumah kesayangannya, ia segera menyusul papanya yang telah menunggunya di mobil.
Tepat pukul 15.00 Friska sampai di bandara. Kurang lebih setengah jam lagi ia akan berangkat. Ia teringat pada sahabatnya sekaligus orang yang di cintainya. Ia ingin sekali bertemu dengan Vena untuk yang terakhir kalinya. Sedetik kemudian, Friska mengambil hp nya dan menelpon Vena.
Vena terkejut melihat sebuah nama yang sangat ia sayangi menelponnya. Ia segera mengangkatnya, Berharap agar apa yang dikatakan Ivan bukanlah sebuah kenyataan.
“Kalau mau bertemu aku untuk yang terakhir kalinya, segera saja ke bandara sekarang juga, atau selamanya kamu tidak akan bertemu aku lagi…”. Ucap Friska.
“Fris…”. Ucap Vena tak sanggup menahan kesedihan.
“Sore…”. Ucap Friska segera mematikan telponnya.
Vena segera mengambil jaketnya dan dengan penampilan yang sederhana, ia segera berangkat menuju bandara.
Sesampainya di bandara, Vena bergegas pergi ke bagian informasi dan mendapati Friska sudah menunggu di sana. Rasa senang sekaligus sedih terpancar dari wajah mereka berdua.
“Fris… kenapa kamu pergi…”. Ucap Vena sambil meneteskan air mata.
“Papaku udah selesai tugas, jadi mau nggak mau aku harus kembali ke Paris.”. Ucap Friska.
“Ohh… Friska… kenapa ini semua harus terjadi…”. Ucap Vena sambil menangis di balik pelukan Friska. Saat itu gelora cinta terlarang mereka kembali merasuk ke dalam jiwa. Rasa kehilangan yang sangat berat hadir dalam hati mereka.
“Aku masih menginginkanmu…”. Ucap Friska.
“Aku juga”. Ucap Vena.
“Apa kamu mau kembali…”.
“Tidak, itu tidak mungkin, perasaan kita ini perasaan yang terlarang, kita tidak akan mungkin kembali walaupun sebenarnya aku juga ingin kamu…”. Ucap Vena sambil menangis.
“Ya… aku mengerti…”. Ucap Friska dingin.
“Udah ah… jangan nangis… cengeng banget sih…”. Ucap Friska pada Vena.
“Biarin!!!”. Ucap Vena.
“Nih buat kamu…”. Ucap Friska sambil memberikan kalung dan sebuah cincin bertuliskan F dan V.
“Cincin dan kalung ini jangan sampai hilang, ntar kalau kita ketemu lagi dan aku tau kalau kalung and cincin itu hilang… Awas kau!!”. Sambung Friska.
“Please… jangan pergi…”. Lirih Vena.
“Mungkin ini yang terbaik… selamat tinggal…”. Ucap Friska.
Dan untuk terakhir kalinya mereka kembali berpelukan. Air mata Vena mengalir semakin deras, hingga membasahi punggungnya Friska. Dan setelah puas berpelukan, Friska pergi meninggalkan Vena, menyusul papanya yang sudah menunggunya di dekat pintu masuk.
Friska kembali menoleh ke belakang sebelum memasuki pintu masuk. Ia masih melihat seorang cewek menangis melepas kepergiannya. Friska melontarkan senyumnya, namun air mata cewek itu malah semakin mengalir deras. Dan Friska kembali melangkah memasuki pintu masuk.
“Maafkan aku… inilah yang terbaik untuk kita, semoga kamu bahagia dengan cowok lain…”. Ucap Friska dalam hati.
“Sayang… ku tak ingin kau pergi…”. Ucap Vena dalam hati.
Di suatu Negara nan jauh di sana, seorang cewek tomboy tampak berdiri menatap keluar dari balik daun jendela kamarnya. Di sana, hujan turun dengan sangat lebat.
“Semoga kamu bahagia di sana tanpa diriku. Aku ‘kan tetap menjaga perasaan terlarang ini untukmu… karena aku mencintaimu. Aku tak peduli perasaan yang ku punya ini terlarang. Sesungguhnya hati ini sangat berat meninggalkanmu. Tapi inilah yang terbaik untuk kita”. Ucap Friska.
Langit Palangka Raya tak secerah biasanya. Rintik-rintik hujan menghiasi kota itu. Seakan ikut bersedih melihat kedua sahabat itu berpisah.
“Aku merindukanmu… cinta terlarang ini akan ku jaga sampai kita bertemu kembali”. Ucap Vena sambil memandangi dedaunan yang basah akibat terkena tangisan langit malam ini.
~ Sebuah perasaan akan datang dengan sendirinya. Cinta terkadang dapat menjerumuskan. Jangan menganggap seseorang yang mempunyai perasaan terlarang seperti sampah yang harus di jauhi, tapi buatlah dia menjadi sadar dengan cintanya itu. Mengertilah pada perasaan mereka. Dan buatlah mereka mengerti pada kodrat hidup yang sebenarnya ~
Cerpen Karangan: Fanka Dhea
Kegerilyaan sang Jenderal.
Jendral Besar Soedirman (Ejaan Soewandi: Sudirman) (lahir di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga, 24 Januari 1916. Jenderal Sudirman merupakan salah satu tokoh besar di antara sedikit orang lainnya yang pernah dilahirkan oleh suatu revolusi. Saat usianya masih 31 tahun ia sudah menjadi seorang jenderal. Meski menderita sakit paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya melawan Belanda. Ia berlatarbelakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap dan giat di kepanduan Hizbul Wathan
Ketika pendudukan Jepang, ia masuk tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor yang begitu tamat pendidikan, langsung menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk, dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TNI). Ia merupakan Pahlawan Pembela Kemerdekaan yang tidak perduli pada keadaan dirinya sendiri demi mempertahankan Republik Indonesia yang dicintainya. Ia tercatat sebagai Panglima sekaligus Jenderal pertama dan termuda Republik ini.
Sudirman merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Ia selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara. Hal ini boleh dilihat ketika Agresi Militer II Belanda. Ia yang dalam keadaan lemah karena sakit tetap bertekad ikut terjun bergerilya walaupun harus ditandu. Dalam keadaan sakit, ia memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Itulah sebabnya kenapa ia disebutkan merupakan salah satu tokoh besar yang dilahirkan oleh revolusi negeri ini.
Sudirman yang dilahirkan di Bodas Karangjati, Purbalingga, 24 Januari 1916, ini memperoleh pendidikan formal dari Sekolah Taman Siswa, sebuah sekolah yang terkenal berjiwa nasional yang tinggi. Kemudian ia melanjut ke HIK (sekolah guru) Muhammadiyah, Solo tapi tidak sampai tamat. Sudirman muda yang terkenal disiplin dan giat di organisasi Pramuka Hizbul Wathan ini kemudian menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap. Kedisiplinan, jiwa pendidik dan kepanduan itulah kemudian bekal pribadinya hingga bisa menjadi pemimpin tertinggi Angkatan Perang.
Sementara pendidikan militer diawalinya dengan mengikuti pendidikan tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor. Setelah selesai pendidikan, ia diangkat menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Ketika itu, pria yang memiliki sikap tegas ini sering memprotes tindakan tentara Jepang yang berbuat sewenang-wenang dan bertindak kasar terhadap anak buahnya. Karena sikap tegasnya itu, suatu kali dirinya hampir saja dibunuh oleh tentara Jepang.
Setelah Indonesia merdeka, dalam suatu pertempuran dengan pasukan Jepang, ia berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Banyumas. Itulah jasa pertamanya sebagai tentara pasca kemerdekaan Indonesia. Sesudah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, ia kemudian diangkat menjadi Panglima Divisi V/Banyumas dengan pangkat Kolonel. Dan melalui Konferensi TKR tanggal 2 Nopember 1945, ia terpilih menjadi Panglima Besar TKR/Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia.
elanjutnya pada tanggal 18 Desember 1945, pangkat Jenderal diberikan
padanya lewat pelantikan Presiden. Jadi ia memperoleh pangkat Jenderal
tidak melalui Akademi Militer atau pendidikan tinggi lainnya sebagaimana
lazimnya, tapi karena prestasinya.
Ketika pasukan sekutu datang ke Indonesia dengan alasan untuk melucuti tentara Jepang, ternyata tentara Belanda ikut dibonceng. Karenanya, TKR akhirnya terlibat pertempuran dengan tentara sekutu. Demikianlah pada Desember 1945, pasukan TKR yang dipimpin oleh Sudirman terlibat pertempuran melawan tentara Inggris di Ambarawa. Dan pada tanggal 12 Desember tahun yang sama, dilancarkanlah serangan serentak terhadap semua kedudukan Inggris. Pertempuran yang berkobar selama lima hari itu akhirnya memaksa pasukan Inggris mengundurkan diri ke Semarang.
Pada saat pasukan Belanda kembali melakukan agresinya atau yang lebih dikenal dengan Agresi Militer II Belanda, Ibukota Negara RI berada di Yogyakarta sebab Kota Jakarta sebelumnya sudah dikuasai. Jenderal Sudirman yang saat itu berada di Yogyakarta sedang sakit. Keadaannya sangat lemah akibat paru-parunya yang hanya tingggal satu yang berfungsi.
Dalam Agresi Militer II Belanda itu, Yogyakarta pun kemudian berhasil dikuasai Belanda. Bung Karno dan Bung Hatta serta beberapa anggota kabinet juga sudah ditawan. Melihat keadaan itu, walaupun Presiden Soekarno sebelumnya telah menganjurkannya untuk tetap tinggal dalam kota untuk melakukan perawatan. Namun anjuran itu tidak bisa dipenuhinya karena dorongan hatinya untuk melakukan perlawanan pada Belanda serta mengingat akan tanggungjawabnya sebagai pemimpin tentara.
Maka dengan ditandu, ia berangkat memimpin pasukan untuk melakukan perang gerilya. Kurang lebih selama tujuh bulan ia berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain, dari gunung ke gunung dalam keadaan sakit dan lemah sekali sementara obat juga hampir-hampir tidak ada. Tapi kepada pasukannya ia selalu memberi semangat dan petunjuk seakan dia sendiri tidak merasakan penyakitnya. Namun akhirnya ia harus pulang dari medan gerilya, ia tidak bisa lagi memimpin Angkatan Perang secara langsung, tapi pemikirannya selalu dibutuhkan.
Sudirman yang pada masa pendudukan Jepang menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Keresidenan Banyumas, ini pernah mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan. Jenderal yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi, ini akhirnya harus meninggal pada usia yang masih relatif muda, 34 tahun.
Pada tangal 29 Januari 1950, Panglima Besar ini meninggal dunia di Magelang dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta. Ia dinobatkan sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan.
Berikut Ini Data Lengkap Tengtang Jendral Besar Soedirman
Nama:
Jenderal Sudirman
Lahir:
Bodas Karangjati, Purbalingga, 24 Januari 1916
Meninggal:
Magelang, 29 Januari 1950
Agama:
Islam
Pendidikan Fomal:
- Sekolah Taman Siswa
- HIK Muhammadiyah, Solo (tidak tamat)
Pendidikan Tentara:
Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor
Pengalaman Pekerjaan:
Guru di HIS Muhammadiyah di Cilacap
Pengalaman Organisasi:
Kepanduan Hizbul Wathan
Jabatan di Militer:
- Panglima Besar TKR/TNI, dengan pangkat Jenderal
- Panglima Divisi V/Banyumas, dengan pangkat Kolonel
- Komandan Batalyon di Kroya
Tanda Penghormatan:
Pahlawan Pembela Kemerdekaan
Meniggal:
Magelang, 29 Januari 1950
Dimakamkan:
Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta
Ketika pasukan sekutu datang ke Indonesia dengan alasan untuk melucuti tentara Jepang, ternyata tentara Belanda ikut dibonceng. Karenanya, TKR akhirnya terlibat pertempuran dengan tentara sekutu. Demikianlah pada Desember 1945, pasukan TKR yang dipimpin oleh Sudirman terlibat pertempuran melawan tentara Inggris di Ambarawa. Dan pada tanggal 12 Desember tahun yang sama, dilancarkanlah serangan serentak terhadap semua kedudukan Inggris. Pertempuran yang berkobar selama lima hari itu akhirnya memaksa pasukan Inggris mengundurkan diri ke Semarang.
Pada saat pasukan Belanda kembali melakukan agresinya atau yang lebih dikenal dengan Agresi Militer II Belanda, Ibukota Negara RI berada di Yogyakarta sebab Kota Jakarta sebelumnya sudah dikuasai. Jenderal Sudirman yang saat itu berada di Yogyakarta sedang sakit. Keadaannya sangat lemah akibat paru-parunya yang hanya tingggal satu yang berfungsi.
Dalam Agresi Militer II Belanda itu, Yogyakarta pun kemudian berhasil dikuasai Belanda. Bung Karno dan Bung Hatta serta beberapa anggota kabinet juga sudah ditawan. Melihat keadaan itu, walaupun Presiden Soekarno sebelumnya telah menganjurkannya untuk tetap tinggal dalam kota untuk melakukan perawatan. Namun anjuran itu tidak bisa dipenuhinya karena dorongan hatinya untuk melakukan perlawanan pada Belanda serta mengingat akan tanggungjawabnya sebagai pemimpin tentara.
Maka dengan ditandu, ia berangkat memimpin pasukan untuk melakukan perang gerilya. Kurang lebih selama tujuh bulan ia berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain, dari gunung ke gunung dalam keadaan sakit dan lemah sekali sementara obat juga hampir-hampir tidak ada. Tapi kepada pasukannya ia selalu memberi semangat dan petunjuk seakan dia sendiri tidak merasakan penyakitnya. Namun akhirnya ia harus pulang dari medan gerilya, ia tidak bisa lagi memimpin Angkatan Perang secara langsung, tapi pemikirannya selalu dibutuhkan.
Sudirman yang pada masa pendudukan Jepang menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Keresidenan Banyumas, ini pernah mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan. Jenderal yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi, ini akhirnya harus meninggal pada usia yang masih relatif muda, 34 tahun.
Pada tangal 29 Januari 1950, Panglima Besar ini meninggal dunia di Magelang dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta. Ia dinobatkan sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan.
Berikut Ini Data Lengkap Tengtang Jendral Besar Soedirman
Nama:
Jenderal Sudirman
Lahir:
Bodas Karangjati, Purbalingga, 24 Januari 1916
Meninggal:
Magelang, 29 Januari 1950
Agama:
Islam
Pendidikan Fomal:
- Sekolah Taman Siswa
- HIK Muhammadiyah, Solo (tidak tamat)
Pendidikan Tentara:
Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor
Pengalaman Pekerjaan:
Guru di HIS Muhammadiyah di Cilacap
Pengalaman Organisasi:
Kepanduan Hizbul Wathan
Jabatan di Militer:
- Panglima Besar TKR/TNI, dengan pangkat Jenderal
- Panglima Divisi V/Banyumas, dengan pangkat Kolonel
- Komandan Batalyon di Kroya
Tanda Penghormatan:
Pahlawan Pembela Kemerdekaan
Meniggal:
Magelang, 29 Januari 1950
Dimakamkan:
Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta
Kamis, 23 Mei 2013
Save game tanat GTA San Andreas
Savegame tamat GTA San Andreas ini khusus untuk kalian yang sudah tidak ingin bermain dengan misi-misi yang sulit dan ingin sekedar main bebas saja.
Savegame GTA San Andreas ini sudah tamat 100% sehingga sudah tidak ada lagi misi yang harus dijalankan. Semua sudah didapatkan.
Fitur-fitur savegame tamat GTA San Andreas ini antara lain:
Cara menggunakan Savegame tamat GTA San Andreas
Karena ini savegame bukan cheat tamat GTA San Andreas, maka ada langkah instalasi yang harus dilakukan.
Link Download Savegame Tamat GTA San Andreas [62 KB]
via IDWS
Savegame GTA San Andreas ini sudah tamat 100% sehingga sudah tidak ada lagi misi yang harus dijalankan. Semua sudah didapatkan.
Fitur-fitur savegame tamat GTA San Andreas ini antara lain:
- 100% savegame tamat
- Uang $999999999
- Semua wilayah sudah dikuasai
- Tidak ada perang geng memperebutkan wilayah
- Fitur hot coffee aktif
- Status dengan pacar semua 100%
- Semua pakaian sudah tersedia di setiap rumah
- Belum pernah di cheat
- Mobil-mobil modifikasi keren di garasi
- Level paramedis 12
- Vigilante 12
- Pimping level 12
- 100 Tag
- 50 Oysters
- 50 Snapshots
- 50 Horseshoes
- 70 Unique Stunts
- Bike School 100%
- Driving School 100%
- Boat School 100%
- Semua stat kendaraan
- 1000 Respect
- 2000 Sex appeal
- 1000 Gambling Skill
- Nyawa tak terbatas
- Armor tak terbatas
- Amunisi tak terbatas
- Skill maksimum
- Ditangkap polisi
- Mati meledak di dalam kendaraan/mobil
- Mengaktifkan kode cheat HESOYAM
Cara menggunakan Savegame tamat GTA San Andreas
Karena ini savegame bukan cheat tamat GTA San Andreas, maka ada langkah instalasi yang harus dilakukan.
- Download savegame melalui link dibawah
- Ekstrak file savegame GTASAsf1.b dengan program ekstraktor seperti 7zip
- Klik kanan, lalu klik Copy file yang telah diekstrak tadi yaitu GTASAsf1.b
- Buka folder GTA San Andreas User Files di My Documents
- Klik kanan, lalu klik Paste
- Jalankan game GTA San Andreas
- Load game GTA San Andreas 100% Completed
Link Download Savegame Tamat GTA San Andreas [62 KB]
via IDWS
IDWS
PERHATIAN!!
Savegame ini akan menimpa file savegame yang sudah ada di game GTA kita.
Jika sudah ada file GTASAsf1.b di dalam folder tersebut, ganti nama GTASAsf1.b misal menjadi GTASAsf2.b atau GTASAsf3.b dan seterusnya.
Atau bisa juga dengan melakukan backup dulu file GTASAsf1.b yang sudah ada ke folder lain supaya nanti bisa dikembalikan.
PERHATIAN!!
Savegame ini akan menimpa file savegame yang sudah ada di game GTA kita.
Jika sudah ada file GTASAsf1.b di dalam folder tersebut, ganti nama GTASAsf1.b misal menjadi GTASAsf2.b atau GTASAsf3.b dan seterusnya.
Atau bisa juga dengan melakukan backup dulu file GTASAsf1.b yang sudah ada ke folder lain supaya nanti bisa dikembalikan.
Apa itu Role Play di SAMP?
RP = RolePlay
IRL = In Real Life
RolePlay itu terbagi menjadi dua bagian, yaitu OOC dan IC.
OOC adalah Out Of Character. OOC adalah orang yang mengendalikan di IC. IC adalah In Character atau character yang sedang kita mainkan di game. Hal yang membedakan OOC chat dan IC chat adalah jika OOC chat kita harus memakai command /o atau /b. Jika IC, kita langsung saja mengetik tanpa command apapun. Chat IC juga tidak boleh di samakan dengan chat OOC. Di dalam IC chat juga tidak boleh memakai smiley atau tanda tanda di dalam keyboard yang bertujuan untuk menunjukkan sesuatu, sementara OOC Chat diperbolehkan.
Metagaming [MG] adalah mencampurkan informasi OOC untuk informasi IC. Contoh Metagaming adalah, Kita sebagai orang di IC tahu nama orang tersebut lewat tag name namanya atau di nama yang ada di atas kepala, karena di dunia nyata tidak ada nama seseorang di atas kepalanya. Itu sama saja MG karena itu adalah informasi OOC.
Powergaming [PG] adalah sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di dunia nyata namun dapat dilakukan di game. Contohnya adalah, Char kita di game terkena sambaran Api dari ledakan mobil, namun char kita dapat berlari, pakai logika aja, apa bisa di dunia nyata kalau kita kena sambaran api bisa lari? Nggak kan? yah udah itu namanya PG. Contoh lain adalah penggunaan /me yang aneh atau PG: /me mengeluarkan Bazoka dari dalam hidung. Apa kita bisa mengeluarkan bazoka dari dalam hidung di dunia nyata? Pasti nggak bisa lah, sangat-sangat nggak masuk di akal kita, itu sama aja PG.
Mixing adalah mencampurkan chat OOC ke IC atau sebaliknya. Contoh Mixing adalah kita menggunakan tanda smile seperti ini ":D", itu sama saja di OOC, karena kita tidak boleh memakai smile di chat IC.
OOC Lie adalah kebohongan yang dilakukan secara OOC.
Deathmatching [DM] adalah membunuh orang tanpa alasan dengan jelas di situasi IC.
Revenge Kill [RK] adalah membunuh atau membalas orang yang baru saja membunuh kita. Kalau Character kita mati kan, Character kita akan hidup lagi di game, nah Character mati kalau hidup lagi pasti lupa seluruh ingatan sebelum dia mati. Nah RK itu sama saja dengan MG.
Charachter Killed [CK] adalah membuat ccharacter yang kita mainkan untuk mati dan kita tidak bisa ber RPan dengan Character itu lagi.
Command /me adalah untuk menunjukkan apa yang sedang character kita lakukan. Contohnya adalah: /me mengambil uang dari dalam dompet dengan tangan kanan. Nah, berarti character kamu itu sedang mengambil uang dari dalam dompet.
Command /do adalah untuk mendeskripsikan lingkungan di sekitar anda. Contoh: Barry: /do Terdengar suara mesin menyala. akan muncul: Terdengar suara mesin mobil menyala ((Barry))
IRL = In Real Life
RolePlay itu terbagi menjadi dua bagian, yaitu OOC dan IC.
OOC adalah Out Of Character. OOC adalah orang yang mengendalikan di IC. IC adalah In Character atau character yang sedang kita mainkan di game. Hal yang membedakan OOC chat dan IC chat adalah jika OOC chat kita harus memakai command /o atau /b. Jika IC, kita langsung saja mengetik tanpa command apapun. Chat IC juga tidak boleh di samakan dengan chat OOC. Di dalam IC chat juga tidak boleh memakai smiley atau tanda tanda di dalam keyboard yang bertujuan untuk menunjukkan sesuatu, sementara OOC Chat diperbolehkan.
Metagaming [MG] adalah mencampurkan informasi OOC untuk informasi IC. Contoh Metagaming adalah, Kita sebagai orang di IC tahu nama orang tersebut lewat tag name namanya atau di nama yang ada di atas kepala, karena di dunia nyata tidak ada nama seseorang di atas kepalanya. Itu sama saja MG karena itu adalah informasi OOC.
Powergaming [PG] adalah sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di dunia nyata namun dapat dilakukan di game. Contohnya adalah, Char kita di game terkena sambaran Api dari ledakan mobil, namun char kita dapat berlari, pakai logika aja, apa bisa di dunia nyata kalau kita kena sambaran api bisa lari? Nggak kan? yah udah itu namanya PG. Contoh lain adalah penggunaan /me yang aneh atau PG: /me mengeluarkan Bazoka dari dalam hidung. Apa kita bisa mengeluarkan bazoka dari dalam hidung di dunia nyata? Pasti nggak bisa lah, sangat-sangat nggak masuk di akal kita, itu sama aja PG.
Mixing adalah mencampurkan chat OOC ke IC atau sebaliknya. Contoh Mixing adalah kita menggunakan tanda smile seperti ini ":D", itu sama saja di OOC, karena kita tidak boleh memakai smile di chat IC.
OOC Lie adalah kebohongan yang dilakukan secara OOC.
Deathmatching [DM] adalah membunuh orang tanpa alasan dengan jelas di situasi IC.
Revenge Kill [RK] adalah membunuh atau membalas orang yang baru saja membunuh kita. Kalau Character kita mati kan, Character kita akan hidup lagi di game, nah Character mati kalau hidup lagi pasti lupa seluruh ingatan sebelum dia mati. Nah RK itu sama saja dengan MG.
Charachter Killed [CK] adalah membuat ccharacter yang kita mainkan untuk mati dan kita tidak bisa ber RPan dengan Character itu lagi.
Command /me adalah untuk menunjukkan apa yang sedang character kita lakukan. Contohnya adalah: /me mengambil uang dari dalam dompet dengan tangan kanan. Nah, berarti character kamu itu sedang mengambil uang dari dalam dompet.
Command /do adalah untuk mendeskripsikan lingkungan di sekitar anda. Contoh: Barry: /do Terdengar suara mesin menyala. akan muncul: Terdengar suara mesin mobil menyala ((Barry))
Selasa, 21 Mei 2013
Jogjagamers RolePlay
Di Posting oleh: M.Riza Abdillah
Jogjagamers RolePlay adalah sebuah server di GTA SAMP yang mungkin anda harus tahu tentang ini. Server ini adalah server yang sangat mengutamakan RolePlay dan tidak mengutamakan uang di game, harta benda dan lain-lain. Kita bermain di server ini untuk ber RolePlay bukan untuk mencari uang. Sebelum anda bermain di server ini, anda harus mengerti dasar-dasar tentang permainan RolePlay. Anda bisa mengunjungi situs ini : Jogjagamers.com. Anda juga harus register sebelum anda bermain di server itu. Tempat registernya ada Di sini. Server IP: 202.65.113.140:7777. Tidak ada cheater di sini, karena cheater dilarang bermain di sini. Server ini juga punya fitur yang sangat menarik dan sangat RolePlay. Jika anda berniat untuk bermain di server sana, anda bisa langsung memasukkan IP server.
Jogjagamers RolePlay adalah sebuah server di GTA SAMP yang mungkin anda harus tahu tentang ini. Server ini adalah server yang sangat mengutamakan RolePlay dan tidak mengutamakan uang di game, harta benda dan lain-lain. Kita bermain di server ini untuk ber RolePlay bukan untuk mencari uang. Sebelum anda bermain di server ini, anda harus mengerti dasar-dasar tentang permainan RolePlay. Anda bisa mengunjungi situs ini : Jogjagamers.com. Anda juga harus register sebelum anda bermain di server itu. Tempat registernya ada Di sini. Server IP: 202.65.113.140:7777. Tidak ada cheater di sini, karena cheater dilarang bermain di sini. Server ini juga punya fitur yang sangat menarik dan sangat RolePlay. Jika anda berniat untuk bermain di server sana, anda bisa langsung memasukkan IP server.
Langganan:
Postingan (Atom)
