Blog Riza
Rabu, 26 Juni 2019
Minggu, 23 Desember 2018
Tugas 2 - Pengantar Bisnis
A. Bidang Usaha Sekitar Tempat Tinggal
1. CV
Commanditaire Vennootschap / Persekutuan Komanditer adalah suatu bentuk badan persekutuan yang didirikan oleh dua orang atau lebih dimana beberapa anggotanya memiliki tanggung jawab tak terbatas dan sebagian anggota lainnya memiliki tanggung jawab yang terbatas.
Contohnya sebuah CV yang berada didekat rumah saya yaitu CV. Widya Lika Utama yang bergerak dibidang :
- Percetakan buku secara umum
- Percetakan buku untuk taman kanak-kanak
- Pengadaan piala dan trophy
CV. Widya Lika Utama terletak di Jl. Raya Bogor Km.29, No. 93 Kelurahan Pal, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.
B. Jenis-Jenis Kegiatan yang Dilakukan oleh Perusahaan.
1. Joint Venture
Joint Venture adalah suatu perusahaan yang didirikan oleh dua entitas atau lebih untuk menyelenggarakan bisnis bersama dalam jangka waktu tertentu. Berikut ini adalah contoh dari Joint Venture:
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menegaskan saat ini tengah memfinalisasikan perjanjian strategis untuk membentuk perusahaan joint venture. Perjanjian tersebut menyepakati perseroan dan Northstar Pacific Limited, guna membentuk perusahaan joint venture dengan komposisi kepemilikan 70:30, yang mana perusahaan tersebut akan memiliki 21,4 persen saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
2. Kartel
Kartel adalah kelompok produsen independen yang bertujuan menetapkan harga, untuk membatasi suplai dan kompetisi. Berdasarkan hukum anti monopoli, kartel dilarang di hampir semua negara. Walaupun demikian, satu entitas bisnis tunggal yang memegang monopoli tidak dapat dianggap sebagai suatu kartel.
Berikut ini adalah contoh praktek kartel di Indonesia:
KPPU menghukum 9 maskapai penerbangan yaitu PT Sriwijaya, PT Metro Batavia (Batavia Air), PT Lion Mentari Airlines (Lion Air), PT Wings Abadi Airlines (Wings Air), PT Merpati Nusantara Airlines, PT Travel Express Aviation Service dan PT Mandala Airlines bersalah telah melakukan kartel dengan melakukan kesepakatan harga patokan avtur selama 2006-2009.
3. Merger
Merger adalah penggabungan dari dua atau lebih perusahaan menjadi satu kesatuan yang terpadu. Contoh perusahaan yang dimerger di Indonesia adalah:Adanya penggabungan PT. Ciputra Property dan PT Ciputra Surya Tbk atau merger perusahaan dengan Perusahaan besar yaitu PT Indofood Sukses Makmur Tbk. PT. Indofood melakukan pengabungan dan merger dengan berbagai cabang yang akan memperluas dan memperbesar bursa jaringan perluasan kawasan mereka.
4. Konsolidasi
Konsolidasi perusahaan merupakan peleburan dua atau beberapa perusahaan menjadi satu. Berbeda dengan proses merger yang tetap mempertahankan satu perusahaan sebagai entitas independen, proses konsolidasi tidak menyisakan perusahaan mana pun yang meleburkan diri. Sebaliknya, proses ini menghasilkan satu perusahaan baru. Contoh proses konsolidasi adalah pembentukan Bank Mandiri di tahun 1998 yang merupakan hasil peleburan dari empat bank, yakni Bank Bumi Daya, Bank BDN, Bank Ekspor Impor, dan Bank Bapindo.
5. Akuisisi
Akusisi adalah pembelian suatu perusahaan oleh perusahaan lain.akusisi sering digunakan untuk menjaga ketersedian pasokan bahan baku atau jaminan produk akan diserap oleh pasar. Perusahaan yang membeli saham ini kemudian akan menjadi pengendali perusahaan yang dibeli sahamnya. Berbeda dengan konsolidasi dan merger yang menghilangkan eksistensi perusahaan yang melakukan peleburan, akuisisi tetap mempertahankan eksistensi kedua perusahaan. Contoh akuisisi ini adalah ketika Phillip Morris Ltd mengambil saham mayoritas dari PT HM Sampoerna di tahun 2005. PT. HM Sampoerna tetap ada hingga sekarang
Sabtu, 20 Oktober 2018
Tugas 1 - Pengantar Bisnis
1. Target atau Pasar: Mahasiswa, dosen, dan masyarakat sekitar kampus.
2. Bentuk Usaha: Menjual pulsa, token listrik, dan pembayaran tagihan lainnya.
3. Produk: Pulsa, token listrik, tagihan pdam, tagihan BPJS, tagihan TV prabayar, dan tagihan-tagihan lainnya.
4. Cara memasarkan: Mendatangi konsumen, membuka kios, dan menggunakan media sosial sebagai sarana mengiklankan apa yang akan dipasarkan.
5. Alasan anda mendirikan bisnis/usaha: Saya melihat peluang bisnis yang ada untuk warga internal maupun eksternal di sekitar kampus Gunadarma tentang kebutuhan mereka akan pulsa, kuota dan segala macam tagihan. Saya melihat peluang ini bisa menjadi peluang yang menjanjikan karena para konsumen pada zaman sekarang lebih menyukai suatu sistem bisnis yang mudah dan efisien seperti para pelaku bisnis mendatangi para konsumen.
Contoh Produk:
2. Bentuk Usaha: Menjual pulsa, token listrik, dan pembayaran tagihan lainnya.
3. Produk: Pulsa, token listrik, tagihan pdam, tagihan BPJS, tagihan TV prabayar, dan tagihan-tagihan lainnya.
4. Cara memasarkan: Mendatangi konsumen, membuka kios, dan menggunakan media sosial sebagai sarana mengiklankan apa yang akan dipasarkan.
5. Alasan anda mendirikan bisnis/usaha: Saya melihat peluang bisnis yang ada untuk warga internal maupun eksternal di sekitar kampus Gunadarma tentang kebutuhan mereka akan pulsa, kuota dan segala macam tagihan. Saya melihat peluang ini bisa menjadi peluang yang menjanjikan karena para konsumen pada zaman sekarang lebih menyukai suatu sistem bisnis yang mudah dan efisien seperti para pelaku bisnis mendatangi para konsumen.
Contoh Produk:
Minggu, 30 November 2014
Segitiga yang Membingungkan
Karya
: M.Riza Abdillah
Malam
itu Muhtar tertegun. Hujan yang turun menerobos atap rumah Muhtar yang bocor
dan membasahi buku yang isinya adalah pekerjaan rumahnya. Muhtar yang sedang
mengerjakan pekerjaanku juga mengotak-ngatik telepon gengganya. Telepon
genggamnya berbunyi dengan sebuah pesan.
“Muhtar, kamu lagi ngapain?” Pesan Diana yang merupakan kekasih Muhtar.
“Aku cuma lagi bingung nih, buku aku basah nih gara-gara atap rumahku bocor padahal aku lagi buat pr, mau dilanjutin tapi buku aku basah.” Muhtar menjawab.
“Yaudah salin ulang aja, pokoknya harus buat pr buat besok, jangan gak buat pr loh, nanti aku cubit kamu kalo gak buat pr, oh iya jangan tidur malem-malem ya, kalo ketahuan, kita putus! becanda kok sayang hehe, aku tidur ya, good night and have a nice dream ya Muhtar!” Diana pun kembali mengirim pesan untuk Muhtar yang meninggalkan Muhtar karena Diana ingin tidur.
“Iya Din, tenang aja kok nggak malem banget hehe, good night and have a nice dream too ya Din!” Muhtar menjawab dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
“Muhtar, kamu lagi ngapain?” Pesan Diana yang merupakan kekasih Muhtar.
“Aku cuma lagi bingung nih, buku aku basah nih gara-gara atap rumahku bocor padahal aku lagi buat pr, mau dilanjutin tapi buku aku basah.” Muhtar menjawab.
“Yaudah salin ulang aja, pokoknya harus buat pr buat besok, jangan gak buat pr loh, nanti aku cubit kamu kalo gak buat pr, oh iya jangan tidur malem-malem ya, kalo ketahuan, kita putus! becanda kok sayang hehe, aku tidur ya, good night and have a nice dream ya Muhtar!” Diana pun kembali mengirim pesan untuk Muhtar yang meninggalkan Muhtar karena Diana ingin tidur.
“Iya Din, tenang aja kok nggak malem banget hehe, good night and have a nice dream too ya Din!” Muhtar menjawab dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Tidak
lama setelah percakapan antara Muhtar dan Diana selesai, Putri yang merupakan
teman sekelas Muhtar mengirim pesan kepada Muhtar yang mempunyai inti bahwa ada
seseorang teman sekelas Muhtar yang menaruh perasaan kepadanya selama
berbulan-bulan namun Muhtar tidak menyadari akan hal itu. Dyah adalah seseorang
yang menaruh perasaan kepada Muhtar, namun Muhtar hanya menganggap Dyah sebagai
teman biasa yang tidak ada sama sekali rasa peduli apalagi kasih sayang. Putri
yang menyadari kalau Muhtar tidak punya rasa apa-apa terhadap Dyah sangat marah
malam itu dan ingin sekali menjadi musuh Muhtar karena Putri menganggap bahwa
Dyah tak punya rasa peduli sesama manusia dan akhirnya Dyah mengakhiri
percakapan dengan Muhtar.
Setelah Muhtar menyelesaikan pekerjaan rumahnya, dia langsung memikirkan apa yang sebenarnya disampaikan oleh Putri. Muhtar yang sedang menjalin hubungan dengan Diana tentu tak mau kehilangan Diana, namun di satu sisi juga, Muhtar sangat tidak ingin menyakiti hati Dyah yang sudah tulus selama ini mencintai Muhtar secara diam-diam. Muhtar lalu memikirkan harus berbuat apa dan harus bagaimana, namun Muhtar tidak mendapat solusi dan akhirnya dia memilih untuk menenangkan diri dan tidur di malam itu.
Setelah Muhtar menyelesaikan pekerjaan rumahnya, dia langsung memikirkan apa yang sebenarnya disampaikan oleh Putri. Muhtar yang sedang menjalin hubungan dengan Diana tentu tak mau kehilangan Diana, namun di satu sisi juga, Muhtar sangat tidak ingin menyakiti hati Dyah yang sudah tulus selama ini mencintai Muhtar secara diam-diam. Muhtar lalu memikirkan harus berbuat apa dan harus bagaimana, namun Muhtar tidak mendapat solusi dan akhirnya dia memilih untuk menenangkan diri dan tidur di malam itu.
Muhtar
terbangun dengan pesan di telpon genggamnya yang berasal dari Dyah.
“Aku tau ini sulit bagimu, tapi maafkan aku yang telah mengganggu hubunganmu, tapi jujur, aku menyayangimu selama ini.” Tutur kata pesan dari Dyah membuat Muhtar tambah bingung dan dia merasa kalau tidak ingin pergi berangkat ke sekolah karena sebuah masalah yang sedang dia pikirkan dengan sangat serius ini. Muhtar tidak menjawab pesan dari Dyah, namun Muhtar berpikir seberat-berat apapun masalah yang dia hadapi di sekolah, dia harus tetap sekolah.
Sesampainya Muhtar di sekolah, dia langsung mencari dan
bercerita dengan 4 orang sahabatnya yaitu Pratama, Rahman, Badrun, dan Arman.“Aku tau ini sulit bagimu, tapi maafkan aku yang telah mengganggu hubunganmu, tapi jujur, aku menyayangimu selama ini.” Tutur kata pesan dari Dyah membuat Muhtar tambah bingung dan dia merasa kalau tidak ingin pergi berangkat ke sekolah karena sebuah masalah yang sedang dia pikirkan dengan sangat serius ini. Muhtar tidak menjawab pesan dari Dyah, namun Muhtar berpikir seberat-berat apapun masalah yang dia hadapi di sekolah, dia harus tetap sekolah.
“Kalian tahu tidak? Ada seseorang yang mencintaiku secara diam-diam?” Muhtar berbicara dengan wajah bingung.
“Kami tidak tahu.” Jawab mereka secara serentak.
“Setahu kami, hanya Diana yang mencintaimu bahkan sekarang dia dan kamu telah saling memiliki satu sama lain, bukan?” Arman langsung memotong.
“Tetapi man, itu sebelumnya, sekarang aku mengetahui bahwa ada seseorang yang mencintaiku selain Diana, apakah kalian tau Dyah?” Muhtar kembali menjawab.
“Dyah? Dyah Permata?” Mereka kembali menjawab secara serentak.
“Ya, itu benar. Putri memberitahuku semuanya semalam. Pratama, tolong panggil Alifah dan Nurul kesini, aku butuh mereka sebagai sahabat dari Diana.” Jawab Muhtar.
“Baik boss! akan segera aku panggil mereka!” Pratama berteriak.
Tak lama setelah Pratama memanggil Alifah dan Nurul, mereka kembali berdiskusi tentang masalah yang sedang Muhtar alami.
“Muhtar, Aku dan Alifah sudah mengetahui masalahmu, Putri bercerita pada kami, tapi aku yakin, engkau akan tetap bertahan dan kau dapat memecahkan masalahmu sendiri, kami hanya bisa memberi saran kepadamu dan hanya engkau yang dapat memilih saran tersebut dan apa yang akan kau jalankan.” Nurul tersenyum pada Muhtar.
“Iya, Aku setuju dengan Nurul!” Dengan polosnya Alifah berteriak dan menjawab.
“Menurutku, kamu harus menyatakan apa yang terjadi pada Diana supaya dia tahu yang sebenarnya terjadi, itu harus karena jika kamu jujur, Aku yakin kalian berdua akan tenang.” Dengan kerasnya Rahman juga ikut memberi solusi untuk Muhtar.
“Aku hanya ingin mempertahankan Diana dan aku juga ingin Dyah melupakanku dengan perlahan tanpa ada rasa sakit, karena aku tau bagaimana rasa sakit hati yang mereka rasakan jikalau mereka saling mengetahui satu sama lain, apalagi mereka sahabat.” Jawab Muhtar dengan wajah yang serius.
“Cinta kalian adalah cinta segitiga yang membingungkan, jika aku menjadi kamu ya tar, aku bakal terus terang sama Dyah dan masalah selesai, tapi aku tau kamu gak tega sama Dyah, kita butuh kak Lukman yang aku rasa bisa membantumu tar.” Badrun langsung terpikir dengan hal itu lalu Muhtar pun setuju dan akhirnya mereka bertujuh mencari dimana kak Lukman yaitu seorang penjaga sekolah yang selalu menjadi tempat curahan hati mereka selama ini dan selalu memberi motivasi bagi mereka.
Setelah berkeliling sekolah selama setengah jam, mereka akhirnya bertemu kak Lukman di dekat taman sekolah. Muhtar yang mempunyai masalah dan kebingungan langsung bercerita dan menyampaikan seluruh keluh kesah yang dia rasakan.
“Kak, kakak tahu kan aku sedang menjalani hubungan dengan kekasihku si Diana? ternyata, teman dekat Diana yaitu Dyah juga mencintaiku kak, Aku menjadi bingung, apakah harus jujur atau tetap begini dengan keadaanku yang sekarang? Atau aku harus lari dari kenyataan dengan meninggalkan mereka berdua?” Dengan wajah serius, Muhtar bicara.
“Adik, jalan yang mudah hanya bersikaplah seperti biasa, bersikaplah bagaimana adik tidak tahu padahal sebenernya adik tahu semuanya. Karena kakak tahu, adik kakak yang satu ini ingin sekali mempertahankan Diana namun tidak ingin Dyah merasakan hal yang telah adik rasakan sendiri. Satu nasihat untuk adik, yaitu, jadilah batu karang di tengah laut yang artinya, jika adik punya banyak masalah dan kebingungan, adik harus tetap tersenyum seperti batu karang di tengah laut yang selalu kuat walaupun selalu di terpa ombak dari manapun dan kapanpun itu.”
“Apakah aku bisa menjalankan semuanya ini dengan sebaik-baik mungkin, kak?”
“Kamu itu Muhtar dik, Muhtar yang bisa menjaga rahasia dan bisa mengatur semua yang sudah kamu rencanakan, ingat ya dik, semua akan indah pada waktunya” Jawab kak Lukman dengan tutur kata ya lembut.
“Baiklah kak, terima kasih atas sarannya ya kak.” Jawab Muhtar dengan wajah yang bingung.
“Kamu pasti bisa tar!” Rahman, Badrun, Pratama, dan Arman langsung berteriak menyemangatiku.
“Kamu bisa tar!” Alifah dan Nurul pun mengikuti keempat sahabatku.
Akhirnya sejak saat itu segitiga yang membingungkan yang terbentuk antara Muhtar, Diana dan Dyah saling menyimpan rasanya satu sama lain, Muhtar yang tetap menjalin hubungan dengan Diana kini kembali seperti yang lama yang selalu berdua disaat apa pun dan dimana pun walaupun Muhtar tau perasaan Dyah yang masih bertahan untuk Muhtar dan masih menyimpan rasa yang sangat sayang yang mendalam bagi Muhtar. Entah jenis atau bentuk karma apakah yang akan didapatkan oleh Muhtar nanti, Apakah dia akan seperti Dyah? ataukah tidak akan dihargai oleh orang lain?
- Story of my life.
Jumat, 30 Mei 2014
Menjadi Seorang "Imam" di negeri ini.
Seorang pemimpin dan orang yang mempunyai ilmu yang lebih dalam Islam biasa kita panggil dengan sebutan Imam, baik itu Imam Masjid, seperti Imam Masjid Istiqlal maupun Imam Besar Masjidil Haram. Imam dikenal oleh masyarakat sebagai seseorang yang menjadi panutan dan tauladan terutama dalam hal beribadah. Seorang Imam dipercaya oleh masyarakat untuk memimpin mereka dalam beribadah, sebagai sumber ilmu pengetahuan pada majelis-majelis ilmu, tempat bertanya dan berkonsultasi tentang ilmu agama dan ilmu lainnya yang bermanfaat dalam kehidupan.
Pada hakikatnya setiap manusia dapat menjadi Imam. Menjadi Imam disini tidak hanya dalam shalat berjamaah, tetapi juga dapat dimaknai dengan menjadi Imam bagi diri sendiri, keluarga dan juga masyarakat sekitar. Imam tidak hanya identik dengan pemimpin shalat, tetapi juga dikenal sebagai pemimpin dalam kehidupan.
Seorang pemimpin haruslah mempunyai sifat-sifat yang mampu mengayomi dan mengarahkan anggotanya ke arah kemakmuran, ke arah kesejahteraan dan ketertiban. Seorang pemimpin hendaknya juga memiliki budi pekerti yang mulia dan menjadi tauladan bagi masyarakatnya. Seorang pemimpin yang tauladan akan disukai dan didukung oleh masyarakatnya dan akan menjadi pemimpin yang baik serta bijaksana.
Pemimpin vs Pimpinan
Seorang pemimpin berbeda dengan pimpinan. Terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara gaya kepemimpinan seorang pemimpin dan seorang pimpinan. Seorang pimpinan menuntut hormat dan pelayanan dari bawahannya, merasa bahwa dialah yang berkuasa dan merasa bahwa dialah yang paling tinggi dari bawahannya. Sedangkan seorang pemimpin itu adalah orang yang mampu membawa anggotanya melakukan sesuatu, mampu mempengaruhi anggota dengan kharismanya yang tinggi, mampu membuat anggotanya merasa segan, percaya dan menaruh hormat yang kepada si pemimpin. Dengan kata lain, seorang pemimpin itu adalah orang yang dipercaya oleh masyarakat/anggotanya untuk memimpin mereka. Kepercayaan ini diberikan bukan karena mereka memiliki harta kekayaan , memiliki power yang kuat serta memiliki pengaruh yang luar biasa, tetapi seorang pemimpin itu adalah orang yang mampu menjadi tauladan bagi masyarakat dan dipercaya oleh masyarakatnya.
Bagaimana menjadi "Imam" di Negeri ini??
Pada dasarnya, ketika kita sedang melaksanakan shalat berjamaah kita mempercayakan kita dipimpin oleh seorang Imam untuk shalat berjamaah. Kita mempercayakan mereka untuk memimpin kita karena kemampuannya dan juga ilmunya. Namun pada hakikatnya setiap orang pasti tidak akan pernah luput dari kesalahan. Setiap tingkah laku atau perbuatan manusia pasti tidak akan pernah sempurna. Begitu juga dengan seorang Imam, suatu ketika dia juga pasti akan pernah akan melakukan kesalahan.
Islam itu indah dan bijaksana, ajaran Islam mengajarkan kita untuk mengingatkan imam yang lupa, baik lupa akan gerakan shalat maupun lupa akan bacaan. Islam tidak mengajarkan umatnya untuk mencaci seorang Imam yang salah, tetapi Islam mengajarkan kita sebagai makmum untuk mengingatkan Imam tersebut akan bacaan atau gerakan shalat yang lupa.
Begitu indahnya ajaran Islam, agama Islam mengajarkan umatnya untuk selalu mendukung pemimpinnya dan mengingatkan seorang pemimpin apabila ia lupa. Hal inilah yang seharusnya kita terapkan dalam kehidupan. Dalam kehidupan kita, kita dipimpin oleh banyak pemimpin, mulai dari tingkat RT, Lurah, Walikota, Gubernur sampai kepada Presiden. Alangkah baiknya kita mengambil pelajaran dari Imam tadi. Kita menjadikan pemimpin kita itu sebagai imam yang kita pilih dan kita percayai untuk memimpin kita dan membawa kita menuju kemakmuran dan kebahagiaan. Seorang pemimpin bertugas mengayomi masyarakat, sebagai pelayanan masyarakat dan membawa masyarakatnya ke arah yang lebih baik. Itulah tanggung jawab sebagai seorang pemimpin, sedangkan kita sebagai masyarakat hendaklah berfungsi sebagai pengontrol dan juga pendukung sang pemimpin. Jika seorang pemimpin melakukan kesalahan, hendaklah kita mengingatkan dia akan tugas dan tanggung jawabnya serta memberikan masukan dan solusi untuk mengurangi dampak dari suatu kesalahan dan mendukung perubahan yang akan dilakukan.
Mengingatkan dan mendukung adalah cara kita sebagai anggota masyarakat dalam mendukung seorang pemimpin. Janganlah kita menfitnah dan juga menghasut orang lain untuk membenci pemimpin kita. Berikanlah kritikan dan masukan yang membangun. Kita berikan kritikan terhadap program-program yang kurang efektif dan kita berikan masukan terhadap program yang membangun kedepannya.
Oleh karena itu, hendaklah kita menjadikan pemimpin kita sebagai seorang Imam. Menjadikan dia sebagai panutan dan mengingatkan pemimpin apabila melakukan kesalahan, seperti saat melaksanakan shalat, kita diwajibkan mengingatkan Imam kita yang lupa maupun yang melakukan kesalahan dalam shalat.
Penulis:
Ridwan Rosman Syarif
Mahasiswa Akuntansi - Universitas Andalas
Minggu, 13 April 2014
4 Sifat Karakteristik Manusia.
Dengan memposting tentang hal ini, bukan berarti bahwa saya ahli dalam
bidang psikologi lho. Postingan ini hanya ingin memberikan gambaran
bahwa dalam kehidupan kita sehari-hari, akan berhubungan dengan 4 macam kepribadian manusia yang berbeda-beda. Sehingga setelah mengetahui perbedaan itu, diharapkan bisa timbul rasa saling memahami antar sesama.
Nah 4 kepribadian yang terdapat dalam diri manusia antara lain:
4 kepribadian diatas tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek, sebab masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan. Sekarang mari kita ulas kekuatan dan kelemahan dari 4 kepribadian tersebut.
SANGUIN
Kekuatan :
Kelemahan :
KOLERIS
Kekuatan :
Kelemahan :
MELANKOLIS
Kekuatan :
Kelemahan :
PLEGMATIS
Kekuatan :
Kelemahan :
Sekarang sudah tahu kan antara perbedaan sanguin, koleris, melankolis dan plegmatis? Setiap orang bisa saja memiliki 4 kepribadian sekaligus, namun pasti akan ada 1 kepribadian yang lebih dominan diantara yang lain.
Credits: - http://arie5758.blogspot.com/2011/10/4-kepribadian-manusia-sanguin-koleris.html
Nah 4 kepribadian yang terdapat dalam diri manusia antara lain:
- Sanguin → dijuluki si "Populer" karena pandai persuasif dan ingin terkenal.
- Koleris → dijuluki si "Kuat" karena sering dominan dan kompetitif.
- Melankolis → dijuluki si "Sempurna" karena perfeksionis dan serba teratur.
- Plegmatis → dijuluki si "Cinta Damai" karena kesetiaannya dan menghindari konflik.
4 kepribadian diatas tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek, sebab masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan. Sekarang mari kita ulas kekuatan dan kelemahan dari 4 kepribadian tersebut.
SANGUIN
Kekuatan :
- Suka bicara.
- Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif.
- Antusias dan ekspresif.
- Ceria dan penuh rasa ingin tahu.
- Hidup di masa sekarang.
- Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan).
- Berhati tulus dan kekanak-kanakan.
- Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara).
- Umumnya hebat di permukaan.
- Mudah berteman dan menyukai orang lain.
- Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian.
- Menyenangkan dan dicemburui orang lain.
- Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam).
- Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan.
- Menyukai hal-hal yang spontan.
Kelemahan :
- Suara dan tertawa yang keras (bahkan terlalu keras).
- Membesar-besarkan suatu hal / kejadian.
- Susah untuk diam.
- Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka ikutan Gank).
- Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele.
- RKP (Rentang Konsentrasi Pendek) alias pelupa.
- Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias).
- Mudah berubah-ubah.
- Susah datang tepat waktu jam kantor.
- Prioritas kegiatan kacau.
- Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas.
- Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya.
- Egoistis alias suka mementingkan diri sendiri.
- Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama.
- Konsentrasi ke "How to spend money" daripada "How to earn/save money".
KOLERIS
Kekuatan :
- Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif.
- Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan.
- Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target.
- Bebas dan mandiri.
- Berani menghadapi tantangan dan masalah.
- "Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini".
- Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat.
- Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas.
- Membuat dan menentukan tujuan.
- Terdorong oleh tantangan dan tantangan.
- Tidak begitu perlu teman.
- Mau memimpin dan mengorganisasi.
- Biasanya benar dan punya visi ke depan.
- Unggul dalam keadaan darurat.
Kelemahan :
- Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis).
- Senang memerintah.
- Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai.
- Menyukai kontroversi dan pertengkaran.
- Terlalu kaku dan kuat/ keras.
- Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik.
- Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci.
- Sering membuat keputusan tergesa-gesa.
- Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain.
- Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan.
- Workaholics (cinta mati dengan pekerjaan).
- Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf.
- Mungkin selalu benar tetapi tidak populer.
MELANKOLIS
Kekuatan :
- Analitis, mendalam, dan penuh pikiran.
- Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal.
- Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis).
- Sensitif.
- Mau mengorbankan diri dan idealis.
- Standar tinggi dan perfeksionis.
- Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi).
- Hemat.
- Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif).
- Kalau sudah mulai, dituntaskan.
- Berteman dengan hati-hati.
- Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
- Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi.
- Sangat memperhatikan orang lain.
Kelemahan :
- Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan).
- Mengingat yang negatif & pendendam.
- Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah.
- Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan.
- Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah.
- Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan.
- Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan.
- Hidup berdasarkan definisi.
- Sulit bersosialisasi (cenderung pilih-pilih).
- Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya.
- Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang).
- Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian).
- Memerlukan persetujuan.
PLEGMATIS
Kekuatan :
- Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh.
- Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik.
- Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana.
- Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi).
- Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi.
- Penengah masalah yg baik.
- Cenderung berusaha menemukan cara termudah.
- Baik di bawah tekanan.
- Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan.
- Rasa humor yg tajam.
- Senang melihat dan mengawasi.
- Berbelaskasihan dan peduli.
- Mudah diajak rukun dan damai.
Kelemahan :
- Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru.
- Takut dan khawatir.
- Menghindari konflik dan tanggung jawab.
- Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar).
- Terlalu pemalu dan pendiam.
- Humor kering dan mengejek (Sarkatis).
- Kurang berorientasi pada tujuan.
- Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri.
- Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat.
- Tidak senang didesak-desak.
- Menunda-nunda / menggantungkan masalah.
Sekarang sudah tahu kan antara perbedaan sanguin, koleris, melankolis dan plegmatis? Setiap orang bisa saja memiliki 4 kepribadian sekaligus, namun pasti akan ada 1 kepribadian yang lebih dominan diantara yang lain.
Credits: - http://arie5758.blogspot.com/2011/10/4-kepribadian-manusia-sanguin-koleris.html
Kamis, 09 Januari 2014
Dalam Diam
Dalam diam aku melukis wajahmu.
Lalu ku hapus agar tak satupun orang yang tahu.
Dalam diam ku eja namamu.
Lalu aku kembali terdiam agar tak satupun dapat mendengarnya.
Dalam diam ku menanti dirimu.
Namun saat kau datang, aku beranjak pergi agar kau pun tak menyadari bahwa diriku disini untuk menantimu.
Dalam diam, aku hanya bisa termenung, sekuat hati menjaga hati agar setan tak menemukan pintu masuk kedalamnya.
Dalam diam ku sapa angin, biarlah bayangmu diterbangkan olehnya.
Dalam diam, ku acuhkan hati ini agar ia tak semakin menjadi-jadi risau nya.
Dalam diam, ku hembuskan nafas, ku arahkan pandangan ke arah langit tak berbatas ku lepaskan angan angan ku tentang mu…
Namun dalam diam, ku tetap berdoa, jika engkaulah tulang rusukku…
-Izzatul Ikhwan
Lalu ku hapus agar tak satupun orang yang tahu.
Dalam diam ku eja namamu.
Lalu aku kembali terdiam agar tak satupun dapat mendengarnya.
Dalam diam ku menanti dirimu.
Namun saat kau datang, aku beranjak pergi agar kau pun tak menyadari bahwa diriku disini untuk menantimu.
Dalam diam, aku hanya bisa termenung, sekuat hati menjaga hati agar setan tak menemukan pintu masuk kedalamnya.
Dalam diam ku sapa angin, biarlah bayangmu diterbangkan olehnya.
Dalam diam, ku acuhkan hati ini agar ia tak semakin menjadi-jadi risau nya.
Dalam diam, ku hembuskan nafas, ku arahkan pandangan ke arah langit tak berbatas ku lepaskan angan angan ku tentang mu…
Namun dalam diam, ku tetap berdoa, jika engkaulah tulang rusukku…
-Izzatul Ikhwan
Cinta Tanpa Logika
Cinta adalah fitrah nya manusia dan anugerah dari
Yang Maha Kuasa, tak satupum manusia dalam hidupnya bebas dari
kehadiran sang cinta. Namun sayangnya, hadirnya cinta ini seringkali
menjadi sesuatu yang justru malah menjerumuskan si orang yang
dijangkitnya. Loh kok bisa? Bukankah cinta adalah anugerah dari Allah
dan Allah tidak pernah mendzalimi hamba-Nya? Ya benar bahwa Allah memang
dan tak akan pernah mendzalimi hamba-Nya namun manusia itu sendiri lah
yang malah mendzalimi dirinya sendiri.
Kehadiran cinta sering membuat sesorang berubah 100 derajat, bahkan dalam syair sang pujangga Kahlil Gibran pun “Cinta bisa membuat orang lemah menjadi kuat dan raja melepaskan mahkotanya”. Tidak masalah jika perubahan yang terjadi mengarah kepada kebaikan, lalu bagaimana jika mengarah kepada keburukan?
Sikap seseorang ketika sedang jatuh cinta adalah memandang segalanya menjadi indah, bahkan seburuk apapun tetap indah dipandangan. Semakin dalam cinta itu melekat dihati, maka semakin hati menjadi buta akan keburukan.
Cinta dapat menutup logika, sebagaimana fatamorgana di padang pasir. Siapapun yang logika nya tertutup oleh cinta, maka bersiaplah kehancuran dalam dirnya. Segala perbuatan buruk akan menjadi baik karena logika tak lagi bekerja, sikap jelak sekalipun dapat dimaklumi karena dalil tiada manusia yang sempurna. Padahal mencintai, jika ini adalah cinta yang dikhususkan kepada si calon pendamping hidup maka harus benar terjaga kemurniannya. Jangan sampai timbul cinta karena sesuatu maka terhijablah logika di bawah selimut merah jambu.
Maka disini kita dituntut untuk menjaga iman agar ia menjadi pembeda saat sang logika tak lagi bekerja.
Cinta bisa menutupi logika, tapi cinta tak bisa menutupi iman jika iman itu senantiasa terjaga kesuburannya. Banyak remaja yang rela kehilangan kesuciannya karena logika yang sudah terkalahkan oleh cinta tak berhias iman. Banyak yang menghabisi nyawanya sendiri karena kecewa gara gara cinta. Oleh karena itulah, keimanan harus senantiasa terjaga agar selalu berada pada level atas agar iman itu mampu menghiasi cinta sehingga cinta takluk dan tak berani macam macam pada logika.
Cinta yang berhiaskan keimanan hanya membawa kepada kebaikan, dan tidak menuntut apapun dari siapapun melainkan kepada diri sendiri. Sehingga akan muncul pada diri sendiri, “apa yang dapat ku lakukan untuk membuktikan cintaku padanya?” maka akan muncul dua jawaban pilihan, “menikahinya atau menjaga dirinya dengan tidak membiarkan ia terjerumus kedalam kemaksiatan”
Sungguh betapa indah mencintai dengan iman, inilah mencintai karena Allah…
Palembang, 24 Oktober 2013
Izzatul Ikhwan
Kehadiran cinta sering membuat sesorang berubah 100 derajat, bahkan dalam syair sang pujangga Kahlil Gibran pun “Cinta bisa membuat orang lemah menjadi kuat dan raja melepaskan mahkotanya”. Tidak masalah jika perubahan yang terjadi mengarah kepada kebaikan, lalu bagaimana jika mengarah kepada keburukan?
Sikap seseorang ketika sedang jatuh cinta adalah memandang segalanya menjadi indah, bahkan seburuk apapun tetap indah dipandangan. Semakin dalam cinta itu melekat dihati, maka semakin hati menjadi buta akan keburukan.
Cinta dapat menutup logika, sebagaimana fatamorgana di padang pasir. Siapapun yang logika nya tertutup oleh cinta, maka bersiaplah kehancuran dalam dirnya. Segala perbuatan buruk akan menjadi baik karena logika tak lagi bekerja, sikap jelak sekalipun dapat dimaklumi karena dalil tiada manusia yang sempurna. Padahal mencintai, jika ini adalah cinta yang dikhususkan kepada si calon pendamping hidup maka harus benar terjaga kemurniannya. Jangan sampai timbul cinta karena sesuatu maka terhijablah logika di bawah selimut merah jambu.
Maka disini kita dituntut untuk menjaga iman agar ia menjadi pembeda saat sang logika tak lagi bekerja.
Cinta bisa menutupi logika, tapi cinta tak bisa menutupi iman jika iman itu senantiasa terjaga kesuburannya. Banyak remaja yang rela kehilangan kesuciannya karena logika yang sudah terkalahkan oleh cinta tak berhias iman. Banyak yang menghabisi nyawanya sendiri karena kecewa gara gara cinta. Oleh karena itulah, keimanan harus senantiasa terjaga agar selalu berada pada level atas agar iman itu mampu menghiasi cinta sehingga cinta takluk dan tak berani macam macam pada logika.
Cinta yang berhiaskan keimanan hanya membawa kepada kebaikan, dan tidak menuntut apapun dari siapapun melainkan kepada diri sendiri. Sehingga akan muncul pada diri sendiri, “apa yang dapat ku lakukan untuk membuktikan cintaku padanya?” maka akan muncul dua jawaban pilihan, “menikahinya atau menjaga dirinya dengan tidak membiarkan ia terjerumus kedalam kemaksiatan”
Sungguh betapa indah mencintai dengan iman, inilah mencintai karena Allah…
Palembang, 24 Oktober 2013
Izzatul Ikhwan
Kepemimpinan dalam Perspektif Al-Qur’an
Allah SWT menciptakan manusia sebagai masterpiece dari seluruh ciptaannya. Manusia dianugerahi gelar sebagai ahsanu takwim, sebaik-baiknya ciptaan, sebagaimana tertulis di Al-Qur’an surat At-Tin ayat 4.
Kesempurnaan manusia sebagai ciptaan Allah sejalan dengan beratnya beban yang harus ditanggung di dunia ini. Allah menciptakan manusia beserta kesempurnaanya untuk menjadi khalifah di muka bumi. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al- Baqarah ayat 30
“Dan (ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah. Berkata mereka : Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalam nya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau ? Dia berkata : Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”(QS Al-Baqarah: 30)
M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan makna khalifah sebagai yang menggantikan atau yang datang sesudah siapa yang datang sebelumnya. Atas dasar ini, ada yang memahami kata khalifah berarti yang menggantikan Allah dalam menegakkan kehendak-Nya dan menerapkan ketetapan-ketetapan-Nya, tetapi bukan karena Allah tidak mampu atau menjadikan manusia berkedudukan sebagai Tuhan, namun karena Allah bermaksud menguji manusia dan memberinya penghormatan.[1]
Karena manusia terlahir sebagai khalifah fil ardh, tugas selanjutnya adalah menggali potensi kepemimpinannya yang bertujuan memberikan pelayanan serta pengabdian yang diniatkan semata-mata karena amanah Allah, yaitu dengan cara memainkan perannya sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta.[2]
Kepemimpinan bagi semua manusia bukanlah pilihan, melainkan adalah kemestian. Setiap manusia dengan takdirnya telah diberikan amanah sebagai pemimpin. Seorang kepala negara adalah pemimpin bagi rakyatnya, seorang direktur perusahaan adalah pemimpin bagi staff dan karyawannya, seorang ketua organisasi adalah pemimpin bagi anggotanya, seorang guru adalah pemimpin bagi murid-muridnya, seorang ayah adalah pemimpin bagi anggota keluarganya, bahkan setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Umar, Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap kalian adalah ra’in dan setiap kalian akan ditanya tentang ra’iyahnya. Imam a’zham (pemimpin negara) yang berkuasa atas manusia adalah ra’in dan ia akan ditanya tentang ra’iyahnya. Seorang lelaki/suami adalah ra’in bagi ahli bait (keluarga)nya dan ia akan ditanya tentang ra’iyahnya. Wanita/istri adalah ra’iyah terhadap ahli bait suaminya dan anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah ra’in terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Ketahuilah setiap kalian adalah ra’in dan setiap kalian akan ditanya tentang ra’iyahnya.”(HR: Bukhari dan Muslim)
Dari ungkapan ini jelas bahwa manusia telah terlahir sebagai pemimpin dan tugas manusia itu pula yang harus menghidupkan nilai kepemimpinannya. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi. Bila Rasulullah mengatakan bahwa setiap orang itu adalah pemimpin, berarti manusia terlahir dengan bakat memengaruhi.[3]Jadi setiap manusia memiliki kewajiban untuk mempengaruhi orang lain. Dengan demikian maka manusia yang menarik diri dari pergaulan masyarakat untuk hidup menyendiri telah menentang qodratnya dan juga perintah Tuhannya.
Sebagai seorang pemimpin baik untuk dirinya sendiri ataupun orang lain, manusia harus mengikuti ketentuan dan ketetapan Allah. Kewajiban manusia sebagai pemimpin yang paling utama adalah menjaga dirinya dan juga keluarganya dari api neraka, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an;
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu”.(QS At-Tahrim : 6)
Menjaga keluarga dari siksa api neraka adalah wajib hukumnya, sebagaimana disampaikan Allah dalam firman-Nya diatas. Menjaga diri dan keluarga dari api neraka tentunya harus berdasarkan ilmu. Ilmu dapat membimbing, menuntun kita kepada jalan yang semestinya kita lalui, dengan ilmu kita terbimbing kepada tujuan yang kita harapkan yaitu Jannah. Ilmu bak cahaya dikegelapan malam. maka tidak heran kalau Alloh dan Rosulnya menyanjung orang-orang yang berilmu di dalam firman-Nya dan sabdanya. untuk memenuhi kebutuhan ini mestinya kita mengajarkan kepada keluarga kita akan ilmu. Karena itu, adh-Dhahhak dan Muqatil menafsirkan ayat tersebut diatas , “Wajib bagi setiap muslim, mengajarkan keluarganya, kerabat dan hamba sahayanya akan apa yang diwajibkan oleh Allah atas mereka, dan apa yang dilarang-Nya.” Hal senada dikatakan oleh At-Thabari, “Hendaknya kita mengajari anak-anak dan keluarga kita masalah agama dan kebaikan, serta apa-apa yang penting dan dibutuhkan dalam persoalan adab dan akhlak.”
لَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
“Telah kami ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS At-Tin: 4)Kesempurnaan manusia sebagai ciptaan Allah sejalan dengan beratnya beban yang harus ditanggung di dunia ini. Allah menciptakan manusia beserta kesempurnaanya untuk menjadi khalifah di muka bumi. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al- Baqarah ayat 30
“Dan (ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah. Berkata mereka : Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalam nya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau ? Dia berkata : Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”(QS Al-Baqarah: 30)
M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan makna khalifah sebagai yang menggantikan atau yang datang sesudah siapa yang datang sebelumnya. Atas dasar ini, ada yang memahami kata khalifah berarti yang menggantikan Allah dalam menegakkan kehendak-Nya dan menerapkan ketetapan-ketetapan-Nya, tetapi bukan karena Allah tidak mampu atau menjadikan manusia berkedudukan sebagai Tuhan, namun karena Allah bermaksud menguji manusia dan memberinya penghormatan.[1]
Karena manusia terlahir sebagai khalifah fil ardh, tugas selanjutnya adalah menggali potensi kepemimpinannya yang bertujuan memberikan pelayanan serta pengabdian yang diniatkan semata-mata karena amanah Allah, yaitu dengan cara memainkan perannya sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta.[2]
Kepemimpinan bagi semua manusia bukanlah pilihan, melainkan adalah kemestian. Setiap manusia dengan takdirnya telah diberikan amanah sebagai pemimpin. Seorang kepala negara adalah pemimpin bagi rakyatnya, seorang direktur perusahaan adalah pemimpin bagi staff dan karyawannya, seorang ketua organisasi adalah pemimpin bagi anggotanya, seorang guru adalah pemimpin bagi murid-muridnya, seorang ayah adalah pemimpin bagi anggota keluarganya, bahkan setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Umar, Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap kalian adalah ra’in dan setiap kalian akan ditanya tentang ra’iyahnya. Imam a’zham (pemimpin negara) yang berkuasa atas manusia adalah ra’in dan ia akan ditanya tentang ra’iyahnya. Seorang lelaki/suami adalah ra’in bagi ahli bait (keluarga)nya dan ia akan ditanya tentang ra’iyahnya. Wanita/istri adalah ra’iyah terhadap ahli bait suaminya dan anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah ra’in terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Ketahuilah setiap kalian adalah ra’in dan setiap kalian akan ditanya tentang ra’iyahnya.”(HR: Bukhari dan Muslim)
Dari ungkapan ini jelas bahwa manusia telah terlahir sebagai pemimpin dan tugas manusia itu pula yang harus menghidupkan nilai kepemimpinannya. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi. Bila Rasulullah mengatakan bahwa setiap orang itu adalah pemimpin, berarti manusia terlahir dengan bakat memengaruhi.[3]Jadi setiap manusia memiliki kewajiban untuk mempengaruhi orang lain. Dengan demikian maka manusia yang menarik diri dari pergaulan masyarakat untuk hidup menyendiri telah menentang qodratnya dan juga perintah Tuhannya.
Sebagai seorang pemimpin baik untuk dirinya sendiri ataupun orang lain, manusia harus mengikuti ketentuan dan ketetapan Allah. Kewajiban manusia sebagai pemimpin yang paling utama adalah menjaga dirinya dan juga keluarganya dari api neraka, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an;
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu”.(QS At-Tahrim : 6)
Menjaga keluarga dari siksa api neraka adalah wajib hukumnya, sebagaimana disampaikan Allah dalam firman-Nya diatas. Menjaga diri dan keluarga dari api neraka tentunya harus berdasarkan ilmu. Ilmu dapat membimbing, menuntun kita kepada jalan yang semestinya kita lalui, dengan ilmu kita terbimbing kepada tujuan yang kita harapkan yaitu Jannah. Ilmu bak cahaya dikegelapan malam. maka tidak heran kalau Alloh dan Rosulnya menyanjung orang-orang yang berilmu di dalam firman-Nya dan sabdanya. untuk memenuhi kebutuhan ini mestinya kita mengajarkan kepada keluarga kita akan ilmu. Karena itu, adh-Dhahhak dan Muqatil menafsirkan ayat tersebut diatas , “Wajib bagi setiap muslim, mengajarkan keluarganya, kerabat dan hamba sahayanya akan apa yang diwajibkan oleh Allah atas mereka, dan apa yang dilarang-Nya.” Hal senada dikatakan oleh At-Thabari, “Hendaknya kita mengajari anak-anak dan keluarga kita masalah agama dan kebaikan, serta apa-apa yang penting dan dibutuhkan dalam persoalan adab dan akhlak.”
Jumat, 22 November 2013
Jendela Kaca Kelas Ini.
Duduk di pojok bangku deretan belakang tepat di samping jendela kaca
yang tembus pandang langsung menuju kelasnya. Dari sana pula aku mulai
mengenal paras cantiknya dari balik jendela kaca kelas ini. Saat yang
aku nantikan akhirnya tiba juga, dia keluar meninggalkan kelasnya. Kedua
bola mataku langsung tertuju padanya. Entah mengapa jiwaku tiba-tiba
berguncang tak karuan kala ku tatap dia berjalan dengan tenang pergi
meninggalkan kelasnya. Itu mungkin karena ku pandang bibir tipisnya yang
merah dan selalu basah, serta matanya yang indah itu, yang seakan-akan
mengajaku tenggelam ke dalam keindahanya.
“Adi tolong perhatikan ibu jika ibu sedang menerangkan!” ucap ibu Eni dengan lantangnya padaku. Kata-kata tersebut seakan memaksaku untuk memalingkan pandanganku dari DIA.
“Iya bu!” jawabku sambil menundukan kepala ke arah meja kayu yang penuh akan coretan-coretan yang tak pernah aku ketahui siapa pengarangnya.
Bell istirahat kedua telah berbunyi, bu Eni pun harus terpaksa mengakhiri pelajaran matematikanya kali ini. para siswa ada yang sebagian pergi kelur kelas
“Adi kekantin yuk!” ajak Bagus, teman sebangku ku
“Ayo..! aku juga lagi haus nih”
Kami pun pergi menuju kantin, saat berjalan menuju kantin tak ku sangka aku akan bertemu dengan dia. Jantungku tiba-tiba berdetak lebih kencang bagaikan genderang perang dan kepalaku seakan di hujani jutaan ton bongkahan es dari kutub utara, kala melihat dia berjalan ke arahku dan dia menatap wajahku. Mataku seakan tak henti-hentinya memandangi paras cantiknya dan rambutnya yang ia biarkan jatuh bergeraian di keningnya yang menambah elok parasnya bagaikan bidadari surgawi yang jatuh ke bumi. Jarak antara dia dan aku semakin dekat mungkin hanya sekitar dua meter saja. Di dalam otak ku sudah terencana untuk menyapanya namun lidahku seakan sudah mencapai titik bekunya, seakan terasa begitu beku dan begitu sulit untuk menyebut namanya dan hanyalah senyum yang dapat aku layangkan padanya sebagai isyarat cintaku padanya. Tak ku duga dia juga melemparkan senyuman padaku sembari berjalan berpapasan dengan tubuhku. Darahku terasa terpompa begitu keras dan mengalir begitu cepatnya dari ujung kaki ke ujung kepala ketika kulihat senyumnya yang manis itu.
Bel tanda pulang sekolah telah berbunyi tapi pikiranku masih saja tersandera kejadian pada istirahat kedua itu. Seakan senyumnya tadi tak mau lari dari dalam pikiranku. Sudah tiga bulan aku mengagumi dia dari balik jendela kaca kelas ini, melihatnya tertawa riang bersama teman-temanya. Dan selama tiga bulan ini aku hanya tuhu namanya dan kabar tentang orang tuanya yang sangat kaya, itu pun bukan dari hasil dari perkenalanku atau perbincanganku dengan dia, tetapi hasil mencari tahuku dari teman-temanku. Mungkin rasa cinta ini tak akan pernah tersampaikan padanya, jurang ekonomi di antara dia dan aku terpampang begitu dalamnya. kata teman-temanku dia adalah anak seorang pengusaha batu bara yang kaya raya sedangkan aku hanyalah anak seorang buruh serabutan, dapat bersekolah dalam SMA ini saja sudah beruntung bagiku, apa mungkin aku dapat mendapatkan dia. mungkin memang benar kata orang kalau orang miskin sepertiku haram untuk pacaran. Aku memang tak pantas bagi dia, mana mungkin anak seorang buruh serabutan dapat bersama dengan dia, tapi tak mengapa lah, biar aku simpan perasan ini dalam hati, biarlah ku pendam rasa cintaku ini dari balik jendela kaca kelas ini. Karena cinta terkadang memang tak harus memiliki. Maka biarkanlah hanya aku dan jendela kelas ini yang tahu perasan cinta ini.
Cerpen Karangan: Gaddang Arief
“Adi tolong perhatikan ibu jika ibu sedang menerangkan!” ucap ibu Eni dengan lantangnya padaku. Kata-kata tersebut seakan memaksaku untuk memalingkan pandanganku dari DIA.
“Iya bu!” jawabku sambil menundukan kepala ke arah meja kayu yang penuh akan coretan-coretan yang tak pernah aku ketahui siapa pengarangnya.
Bell istirahat kedua telah berbunyi, bu Eni pun harus terpaksa mengakhiri pelajaran matematikanya kali ini. para siswa ada yang sebagian pergi kelur kelas
“Adi kekantin yuk!” ajak Bagus, teman sebangku ku
“Ayo..! aku juga lagi haus nih”
Kami pun pergi menuju kantin, saat berjalan menuju kantin tak ku sangka aku akan bertemu dengan dia. Jantungku tiba-tiba berdetak lebih kencang bagaikan genderang perang dan kepalaku seakan di hujani jutaan ton bongkahan es dari kutub utara, kala melihat dia berjalan ke arahku dan dia menatap wajahku. Mataku seakan tak henti-hentinya memandangi paras cantiknya dan rambutnya yang ia biarkan jatuh bergeraian di keningnya yang menambah elok parasnya bagaikan bidadari surgawi yang jatuh ke bumi. Jarak antara dia dan aku semakin dekat mungkin hanya sekitar dua meter saja. Di dalam otak ku sudah terencana untuk menyapanya namun lidahku seakan sudah mencapai titik bekunya, seakan terasa begitu beku dan begitu sulit untuk menyebut namanya dan hanyalah senyum yang dapat aku layangkan padanya sebagai isyarat cintaku padanya. Tak ku duga dia juga melemparkan senyuman padaku sembari berjalan berpapasan dengan tubuhku. Darahku terasa terpompa begitu keras dan mengalir begitu cepatnya dari ujung kaki ke ujung kepala ketika kulihat senyumnya yang manis itu.
Bel tanda pulang sekolah telah berbunyi tapi pikiranku masih saja tersandera kejadian pada istirahat kedua itu. Seakan senyumnya tadi tak mau lari dari dalam pikiranku. Sudah tiga bulan aku mengagumi dia dari balik jendela kaca kelas ini, melihatnya tertawa riang bersama teman-temanya. Dan selama tiga bulan ini aku hanya tuhu namanya dan kabar tentang orang tuanya yang sangat kaya, itu pun bukan dari hasil dari perkenalanku atau perbincanganku dengan dia, tetapi hasil mencari tahuku dari teman-temanku. Mungkin rasa cinta ini tak akan pernah tersampaikan padanya, jurang ekonomi di antara dia dan aku terpampang begitu dalamnya. kata teman-temanku dia adalah anak seorang pengusaha batu bara yang kaya raya sedangkan aku hanyalah anak seorang buruh serabutan, dapat bersekolah dalam SMA ini saja sudah beruntung bagiku, apa mungkin aku dapat mendapatkan dia. mungkin memang benar kata orang kalau orang miskin sepertiku haram untuk pacaran. Aku memang tak pantas bagi dia, mana mungkin anak seorang buruh serabutan dapat bersama dengan dia, tapi tak mengapa lah, biar aku simpan perasan ini dalam hati, biarlah ku pendam rasa cintaku ini dari balik jendela kaca kelas ini. Karena cinta terkadang memang tak harus memiliki. Maka biarkanlah hanya aku dan jendela kelas ini yang tahu perasan cinta ini.
Cerpen Karangan: Gaddang Arief
Cerpen: Cinta Terlarang.
BRAKKK!!!
Rabu pagi yang cerah itu dikejutkan dengan suara ribut-ribut dari kantinnya Bu Asih. Suasana kantin yang asalnya riuh rendah, penuh dengan celotehan anak-anak SMA 3 Palangka Raya tiba-tiba mendadak menjadi sunyi senyap. Semua aktivitas yang mereka lakukan berhenti begitu saja. Pandangan mereka hanya tertuju pada seseorang cewek yang telah membuat keributan di tempat itu.
“Aduh neng gelis… jangan marah-marah di sini atuh, ini teh kantin, bukan tempat pelampiasan amarah, nggak enak dilihat sama yang lain…”. Tegur Bu Asih dengan logat sundanya yang kental
“Masa bodo!!!”. Ucap cewek itu sambil memukul meja.
“Iya degh neng.. maapin ibu…”. Ucap Bu Asih.
“Nasi goreng satu plus fruit tea!!! cepat… gak pake lama!!!”. Ucap cewek itu.
“iya neng…”. Ucap Bu Asih.
Cewek itu bernama Vena. Dia cantik, dan pintar. Dia anak SMA 3 kelas XI-1 Ipa. Sebenarnya dia sangat ramah, tapi kalau dia marah… sifat dan tingkahnya berubah 180 derajat. Cewek yang satu ini kalau lagi nggak ada masalah feminiiimmm banget, tapi kalau sudah marah… wahhh tomboy abiezzz!!!. Cewek ini juga seorang atlet TaeKwonDo Palangka Raya.
“Napa sih… pagi-pagi gini udah buat masalah? pasti ada something yang terjadi antara kamu dengan Willy..”. Ucap Friska dingin.
“Dasar cowok kurang ajar!!! nggak ngerti perasaan cewek!!! egois!!”. Ucap Vena, dan tanpa sengaja Willy yang berada di belakangnya mendengar ucapan Vena.
“Hei Vena… jangan seenaknya aja ngatain aku egois!!! kamu tuh yang egois!!!”. Ucap Willy.
“Aku?… gak salah tuh?, bukannya kamu macari aku cumin gara-gara pengen nyari tenar aja? udah deh… ngaku aja loe!!!”. Ucap Vena.
“Emang!!! kalo udah tau nggak usah buat ribut donk!!!. lagi pula aku sekarang aku nggak butuh kamu lagi kok…”. Ucap Willy.
“Heh.. kalian itu, nyadar donk!!! ini kantin bukan tempat berantem. Bikin malu aja!!!. Kalian berdua itu OSIS, emang ada OSIS yang nyontohin nggak baik kayak gini, berantemnya gara-gara cinta lage!!! dasar!!!, Angga… cepet bawa temen kamu itu pergi!!!”. Ucap Friska dengan tegas.
“Dasar loe… cowok kurang ajar!!!”. Teriak Vena.
“Sudah!!! jangan ribut lagi!!”. Ucap Friska.
Hari itu, semenjak ia putusan dengan Willy, lena lebih memilih diam. Padahal tadi pagi ia marah-marah gak karuan. Saat rapat OSIS tadi sore juga, ia lebih memilih menatap Friska, sahabatnya yang merupakan ketua bidang olahraga. Cewek yang tomboynya bukan main itu adalah atlet nasional karate. Rambutnya aja cepak, plus sikapnya tomboy bukan main. Friska balas menatap sahabatnya yang secara tidak langasung menyiratkan rasa kesedihan dan kekecewaan yang mendalam.
“Baiklah teman-teman, kita tutup rapat ini. Selamat sore..”. Ucap Fery, sang ketua OSIS.
“Udah donk sob, jangan sedih mulu, cowok tuh banyak, nggak Cuma Willy aja, gak enak tau di liat orang mukanya kusut kayak belum di setrika gitu.. bawa fun aja lagi, hidup tuh jangan selalu memikirkan masa lalu, fikirkan aja apa yang akan kita jalani and kita lakukan di masa sekarang and di masa yang akan datang”. Ucap Friska menasihati Vena saat rapat telah usai.
“Hmm… iya juga sih.. thanks ya sob.. kamu sahabatku yang paling baik sedunia…” Ucap Vena.
“Pulang yuk… udah senja nih.. Ntar malam kita jjm yukk.. aku yang jemput…”. Ucap Friska.
“OK…”. Ucap Vena.
Malam itu langit kota Palangka Raya tampak cerah, bertabur bintang dan berhias bulan. Vena sudah sedari tadi siap, dan ia hanya menunggu kedatangan Friska. Ia mengenakan T-Shirt warna ungu kesukaannya, jins panjang ketat berwarna hitam, dengan rambutnya yang diikat membentuk seperti ekor kuda.
Tepat pukul tujuh malam, Friska akhirnya datang juga. Dengan gayanya yang tomboy, ia lebih mirip cowok ketimbang ia menjadi cewek. Baju lengan pendek berkerah, celana jins belel, rambut cepak, jaket hijau lumut kesukaannya dan sepatu kets putih, membuatnya terlihat sangat kelaki-lakian.
“Wowww… tomboy banget sih loe…”. Ucap Vena pada Friska.
“Biasa aja kaleee.. nggak usah lebay kayak gitu… cepetan naik!!!”. Ucap Friska.
“Ok deh..”. Ucap Vena.
“Mmm… non, mau kemana?”. Gurau Friska pada Vena.
“Kemana aja deh pak…”. Ucap Vena.
Segera saja Friska menghidupkan mesin motornya dan pergi meninggalkan komplek Perumahan Ramah Jaya, tempat di mana Vena dan kedua kakak perempuannya tinggal. Vena memang sejak awal masuk SMP sudah tinggal bersama kedua kakak perempuannya. Namun, tiap seminggu dua kali, kakak laki-lakinya yang merupakn kakaknya yang paling tua datang mengunjungi mereka. Vena merupakan anak keempat dari empat bersaudara, alias anak bungsu. Sedangkan kedua ortunya Vena bekerja di perusahaan keluarga milik mereka yang berada di singapura, tempat kakeknya vena dari pihak ibu berasal.
Namun tanpa diketahui oleh Vena, sudah sejak lama sahabatnya, Friska, memendam sebuah perasaan terlarang. Perasaaan yang tidak bisa diterima oleh sebagian besar manusia.Diam-diam Friska menaruh hati pada Vena. Memang, Friska sejak dua tahun ini punya perasaan terlarang itu. Dan selama dua tahun ini ia mempunyai pacar seorang cewek. Tidak ada satu orang pun yang tahu kalau Friska adalah cewek les*ian, termasuk ortu dan sahabatnya, Vena.
Semenjak Vena putusan dengan Willy, Friska menunjukkan sikap yang jauh berbeda dari biasanya. Perhatian dan kasih sayang yang di berikannya kepada Vena melebihi perhatian dan kasih sayang sebagai sahabat.
Hari-hari mereka jalani berdua dengan penuh keakraban. Tanpa diduga, dan tanpa diketahui mengapa, perlahan namun pasti, Vena juga mulai merasakan perasaan yang tak wajar. Vena mulai ada rasa dengan Friska, seperti Friska menaruh perasaan kepada Vena. Cinta terlarang itu perlahan mulai menghiasi hari-hari mereka berdua. Hingga akhirnya, saat mereka sedang jalan-jalan di taman kota, Friska mengungkap semua perasaannya pada Vena.
“Ven…”. Ucap Friska.
“Ya…”. Sahut Vena.
“Seandainya aku mengatakan sesuatu yang mungkin nggak bisa diterima oleh akal sehat, apa kamu masih mau menjadi sahabatku?”. Tanya Friska.
“Pastinya donk.. emangnya ada apa Fris?”. Tanya Vena.
“Hmmm… sebenarnya aku cewek les*ian…”. Ucap Friska setelah beberapa detik ia terdiam sambil menatap lekat-lekat cewek di depannya yang merupakan sahabatnya sekaligus orang yang di cintainya.
“Kamu…”. Ucap Vena yang tak sanggup meneruskan perkataannya.
“Hhh… ya, itulah kenyataan tentang diriku yang selama dua tahun ini ku tutup-tutupi dari kalian semua termasuk dengan ortu ku. Sekarang, terserah kamu aja apa kamu masih mau bersahabat dengan aku”. Ucap Friska.
“Aku tetap mau bersahabat denganmu…”. Ucap Vena setelah ada jeda cukup panjang di antara mereka.
“Thanks…”. Sahut Friska.
Hening kembali muncul di antara mereka berdua. Tak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka berdua. Mereka terlarut dalam fikirannya masing-masing. Hingga akhirnya…
“Aku menginginkanmu…”. Ucap Friska pada Vena.
“Apa? maksud kamu apa?”. tanya Vena tak mengerti.
“Aku cinta kamu, sudah lama aku memendam perasaan ini…”. Jawab Friska.
“Beneran?”. Tanya Vena tak percaya.
“Beneran…”. Sahut Friska.
“Owh… aku… aku juga menginginkanmu… entah mengapa dan kenapa perasaan ini datang begitu saja dan mulai menghiasi hatiku…”. Ucap Vena.
“So…”. Ucap Friska.
“Kita pacaran!!!”. Ucap mereka berdua bersamaan.
Keanehan gaya dan bahasa tubuh mereka lama kelamaan mulai di rasakan oleh teman-teman mereka. Sikap Friska dan Vena dari hari ke hari semakin berubah.Beberapa orang siswa dan siswi di kelasnya mulai curiga. Bahkan ada yang berani bilang kalau mereka cewek les*ian dan mereka sedang menjalin cinta terlarang. Cinta yang dibilang sangat terlaknat. Beberapa anak juga ada yang prihatin dengan mereka. Termasuk Ivan yang sudah sejak lama menaruh perasaan pada Vena. Namun Friska dan Vena tak sedikitpun menggubris semua itu.
Ivan sama sekali tak bisa membiarkan kedua sahabat itu mejalin cinta terlarang, karena ia tak mau kedua sahabat itu semakin susah untuk berhenti menjadi les*ian. Ia tak habis fikir dengan kedua cewek itu, masih banyak aja laki-laki kok malah pacaran sama sesama.
Malam minggu yang basah itu, Ivan mengirim sms kepada Vena untuk menanyakan apa benar yang teman-teman mereka katakan, bahwa Vena dan Friska menjalin hubungan yang terlaknat itu. Ivan malah berharap kalau itu semua hanya gossip belaka. Namun betapa terkejutnya Ivan saat mendengar perkataan dan semua itu adalah benar apa adanya.
Ivan memutuskan untuk menelpon Vena.
Deringan lagu Zivilia – Aishiteru terdengar dari ponselnya Vena. Vena yang asyik berfacebook ria di notebooknya terkejut mendengar nada dering itu berbunyi. Nada dering yang sengaja ia programkan sebagai pertanda bahwa cowok yang ia sukai menelponnya.
Sedetik kemudian ia memencet tombol hijau di hpnya. Kemudian mereka asyik mengobrol tentang apa yang terjadi pada diri mereka selama ini. Memang, sudah tiga bulan terakhir ini mereka nggak ada kontak lagi. Bukannya nggak ada kontak, tapi Vena tidak mau menjawab semua telpon dan sms dari Ivan. Karena Vena sakit hati mengetahui Ivan jadian dengan Liana. Hingga akhirnya Willy datang menghapus luka di hati Vena. Namun bukannya menghapus luka di hatinya Vena, tapi Willy malah menjadikan Vena sebagai boneka yang ia manfaatkan untuk memperoleh ketenaran di SMA 3 Palangka Raya.
Sedetik kemudian Vena terdiam, tak disangkanya kalimat itu terucap dari mulut seorang Ivan. Kebimbangan merasuk dalam fikirannya Vena. Sebenarnya ia masih ingin melanjutkan hubungannya dengan Friska, tapi di sisi lain ia sangat masih mencintai Ivan. Selain itu, ia juga tau bahwa yang selama ini dijalaninya dengan Friska adalah suatu perbuatan yang dilarang oleh hukum agama dan takdir. Kehadiran Ivan di malam basah itu memberikannya kedamaian sekaligus kebimbangan.
“Aku tunggu jawabanmu besok… good night”. Ucap Ivan.
Setelah mengakhiri sambungan telponnya dengan Ivan, Vena segera menelpon Friska untuk memberitahukan semua itu.
“Halo say… ada apa?”. Ucap Friska.
“Aku nggak tau harus milih kamu atau Ivan, barusan Ivan nembak aku..”. Ucap Vena.
“Up to you lah mau milih siapa, semua tergantung sama kamu”. Ucap Friska.
“Mmm… sudah aku putuskan, kita akhiri semua ini sampai di sini. Cinta ini adalah cinta terlarang. Maaf ya… ini semua adalah yang terbaik…”. Ucap Vena.
“Ya… met malam”. Ucap Friska langsung menutup pembicaraan mereka.
Sesaat kemudian, masuk sms dari Friska.
To : Vena
From : Friska
Ini aq, bukan mau q. Inilh aq yg sbenarx. Klo bnr aq m’punyai prasa’n t’lrank ini knp? ap klian rugi? Aq thu cinta yg k tu pux ini cnt terlarang. Tp klian gk berhak m’atur hdup q. Krn aq yg m’jlani smua ini, bukan klian. Smua hanya bsa m’nyalahkan q tanpa bsa m’ngerti prasaan q. Inilah aq. “AKU CEWEK LES*IAN”.
Sejak saat itu, Vena lebih memilih diam daripada bertegur sapa dengan Friska. Ia sedih sekaligus bangga. Sedih karena ia harus mangakhiri hubungannya dengan Friska, bangga karena ia tahu, keputusan yang ia ambil ini sangat benar. Friska juga memilih untuk diam. Ia nggak tahu, mau di kemanakan hubungannya dengan Vena.
Hujan lagi-lagi mengguyur kota Palangka Raya malam itu. Suasana dingin yang menusuk tulang membuat Friska enggan kumpul-kumpul dengan teman-temannya unutk main bilyard. Ia hanya duduk termenung di depan meja belajarnya sambil menatapi foto-foto saat ia masih normal seperti cewek lainnya. Ia kemudian mengambil foto yang sangat di bencinya dari laci meja belajarnya.
Ingatan Friska kembali ke masa lalunya. Di saat ia masih bisa merasakan indahnya pacaran dengan lawan jenisnya. Namun semua itu berubah setelah kejadian yang sangat membuatnya trauma itu terjadi. Kejadian yang terjadi diluar kehendaknya dan tanpa sepengetahuannya. Sejak saat itu ia bukan lagi seorang wanita suci. Entah bagaimana caranya, tiba-tiba saja ia menemukan dirinya di kamarnya tertidur tanpa busana setelah ia berjalan-jalan dengan Deni, kakak kelas XII-IPS 2, yang baru saja lulus tahun ini. Padahal seingatnya, ia masih berada di taman bersama Deni. Sejak saat itulah ia berubah drastis seperti ini.
Lantunan lagu The Virgin – Cinta Terlarang berbunyi dari ponselnya Friska. Ia mengambil hp nya dari kantong celananya. Dan alangkah terkejutnya saat ia tahu Vena menelponnya. Sedetik kemudian, Friska meletakkan kembali foto laki-laki yang sangat di sayanginya sekaligus sangat dibencinya di dalam laci meja belajarnya. Dan ia segera mengangkat telpon itu.
“Halo…”. Terdengar suara cewek di seberang sana.
“Ya… ada apa?”. Ucap Friska dingin.
“Maafin aku…”. Ucap Vena.
“Kamu nggak salah kok…”. Ucap Friska.
“Mmh… kita masih sahabatan kan?”. Tanya Vena.
“Ya… maaf aku lagi sibuk, aku janji suatu hari nanti aku akan berubah…”. Ucap Friska dan ia segera memutuskan hubungan telponnya dengan Vena.
“Fris…”. Ucap Vena, namun sayang, sambungan telponnya telah terputus.
Vena tertegun setelah mendengar ucapan Friska. “Suatu hari nanti akku akan berubah…”, apa maksudnya?. Ia kembali menelpon Friska. Tapi ternyata nomernya Friska tidak aktif.
Langit Palangka Raya masih saja menangis. Kilat dan petir manghiasi malam kelabu itu. Namun di balik semua itu, seorang cewek tomboy tampak tersenyum. Hari ini ia mengalami suatu kejadian yang sangat berkesan di hatinya. Akhir dari percintaan terlarangnya dengan sahabatnya. Dan cewek itu rupanya telah memutuskan untuk pergi dari semua kehidupannya di Palangka Raya.
Vena kaget setengah mati mengetahui Friska akan pindah ke Singapura, menyusul mamanya yang sedang tugas di sana. Singapura adalah kampung halamannya Friska, ia tinggal di Palangka Raya karena mengikuti papanya yang pindah tugas di Indonesia. Vena baru saja mendengar kabar itu dari Ivan, cowok yang sekarang ini menjadi pacarnya. Memang sejak kemarin Friska tidak hadir sekolah. Saat Vena menanyakan alasan ketidak hadirannya di sekolah melewati telpon, ternyata nomernya masih tidak aktif. Tapi ia tak menyangka bahwa Friska akan kembali ke kampung halamannya.
Friska menatap rumahnya dengan sedih. Rumah itu penuh kenangan bersama ia dan Vena. Setelah puas menatap rumah kesayangannya, ia segera menyusul papanya yang telah menunggunya di mobil.
Tepat pukul 15.00 Friska sampai di bandara. Kurang lebih setengah jam lagi ia akan berangkat. Ia teringat pada sahabatnya sekaligus orang yang di cintainya. Ia ingin sekali bertemu dengan Vena untuk yang terakhir kalinya. Sedetik kemudian, Friska mengambil hp nya dan menelpon Vena.
Vena terkejut melihat sebuah nama yang sangat ia sayangi menelponnya. Ia segera mengangkatnya, Berharap agar apa yang dikatakan Ivan bukanlah sebuah kenyataan.
“Kalau mau bertemu aku untuk yang terakhir kalinya, segera saja ke bandara sekarang juga, atau selamanya kamu tidak akan bertemu aku lagi…”. Ucap Friska.
“Fris…”. Ucap Vena tak sanggup menahan kesedihan.
“Sore…”. Ucap Friska segera mematikan telponnya.
Vena segera mengambil jaketnya dan dengan penampilan yang sederhana, ia segera berangkat menuju bandara.
Sesampainya di bandara, Vena bergegas pergi ke bagian informasi dan mendapati Friska sudah menunggu di sana. Rasa senang sekaligus sedih terpancar dari wajah mereka berdua.
“Fris… kenapa kamu pergi…”. Ucap Vena sambil meneteskan air mata.
“Papaku udah selesai tugas, jadi mau nggak mau aku harus kembali ke Paris.”. Ucap Friska.
“Ohh… Friska… kenapa ini semua harus terjadi…”. Ucap Vena sambil menangis di balik pelukan Friska. Saat itu gelora cinta terlarang mereka kembali merasuk ke dalam jiwa. Rasa kehilangan yang sangat berat hadir dalam hati mereka.
“Aku masih menginginkanmu…”. Ucap Friska.
“Aku juga”. Ucap Vena.
“Apa kamu mau kembali…”.
“Tidak, itu tidak mungkin, perasaan kita ini perasaan yang terlarang, kita tidak akan mungkin kembali walaupun sebenarnya aku juga ingin kamu…”. Ucap Vena sambil menangis.
“Ya… aku mengerti…”. Ucap Friska dingin.
“Udah ah… jangan nangis… cengeng banget sih…”. Ucap Friska pada Vena.
“Biarin!!!”. Ucap Vena.
“Nih buat kamu…”. Ucap Friska sambil memberikan kalung dan sebuah cincin bertuliskan F dan V.
“Cincin dan kalung ini jangan sampai hilang, ntar kalau kita ketemu lagi dan aku tau kalau kalung and cincin itu hilang… Awas kau!!”. Sambung Friska.
“Please… jangan pergi…”. Lirih Vena.
“Mungkin ini yang terbaik… selamat tinggal…”. Ucap Friska.
Dan untuk terakhir kalinya mereka kembali berpelukan. Air mata Vena mengalir semakin deras, hingga membasahi punggungnya Friska. Dan setelah puas berpelukan, Friska pergi meninggalkan Vena, menyusul papanya yang sudah menunggunya di dekat pintu masuk.
Friska kembali menoleh ke belakang sebelum memasuki pintu masuk. Ia masih melihat seorang cewek menangis melepas kepergiannya. Friska melontarkan senyumnya, namun air mata cewek itu malah semakin mengalir deras. Dan Friska kembali melangkah memasuki pintu masuk.
“Maafkan aku… inilah yang terbaik untuk kita, semoga kamu bahagia dengan cowok lain…”. Ucap Friska dalam hati.
“Sayang… ku tak ingin kau pergi…”. Ucap Vena dalam hati.
Di suatu Negara nan jauh di sana, seorang cewek tomboy tampak berdiri menatap keluar dari balik daun jendela kamarnya. Di sana, hujan turun dengan sangat lebat.
“Semoga kamu bahagia di sana tanpa diriku. Aku ‘kan tetap menjaga perasaan terlarang ini untukmu… karena aku mencintaimu. Aku tak peduli perasaan yang ku punya ini terlarang. Sesungguhnya hati ini sangat berat meninggalkanmu. Tapi inilah yang terbaik untuk kita”. Ucap Friska.
Langit Palangka Raya tak secerah biasanya. Rintik-rintik hujan menghiasi kota itu. Seakan ikut bersedih melihat kedua sahabat itu berpisah.
“Aku merindukanmu… cinta terlarang ini akan ku jaga sampai kita bertemu kembali”. Ucap Vena sambil memandangi dedaunan yang basah akibat terkena tangisan langit malam ini.
~ Sebuah perasaan akan datang dengan sendirinya. Cinta terkadang dapat menjerumuskan. Jangan menganggap seseorang yang mempunyai perasaan terlarang seperti sampah yang harus di jauhi, tapi buatlah dia menjadi sadar dengan cintanya itu. Mengertilah pada perasaan mereka. Dan buatlah mereka mengerti pada kodrat hidup yang sebenarnya ~
Cerpen Karangan: Fanka Dhea
Rabu pagi yang cerah itu dikejutkan dengan suara ribut-ribut dari kantinnya Bu Asih. Suasana kantin yang asalnya riuh rendah, penuh dengan celotehan anak-anak SMA 3 Palangka Raya tiba-tiba mendadak menjadi sunyi senyap. Semua aktivitas yang mereka lakukan berhenti begitu saja. Pandangan mereka hanya tertuju pada seseorang cewek yang telah membuat keributan di tempat itu.
“Aduh neng gelis… jangan marah-marah di sini atuh, ini teh kantin, bukan tempat pelampiasan amarah, nggak enak dilihat sama yang lain…”. Tegur Bu Asih dengan logat sundanya yang kental
“Masa bodo!!!”. Ucap cewek itu sambil memukul meja.
“Iya degh neng.. maapin ibu…”. Ucap Bu Asih.
“Nasi goreng satu plus fruit tea!!! cepat… gak pake lama!!!”. Ucap cewek itu.
“iya neng…”. Ucap Bu Asih.
Cewek itu bernama Vena. Dia cantik, dan pintar. Dia anak SMA 3 kelas XI-1 Ipa. Sebenarnya dia sangat ramah, tapi kalau dia marah… sifat dan tingkahnya berubah 180 derajat. Cewek yang satu ini kalau lagi nggak ada masalah feminiiimmm banget, tapi kalau sudah marah… wahhh tomboy abiezzz!!!. Cewek ini juga seorang atlet TaeKwonDo Palangka Raya.
“Napa sih… pagi-pagi gini udah buat masalah? pasti ada something yang terjadi antara kamu dengan Willy..”. Ucap Friska dingin.
“Dasar cowok kurang ajar!!! nggak ngerti perasaan cewek!!! egois!!”. Ucap Vena, dan tanpa sengaja Willy yang berada di belakangnya mendengar ucapan Vena.
“Hei Vena… jangan seenaknya aja ngatain aku egois!!! kamu tuh yang egois!!!”. Ucap Willy.
“Aku?… gak salah tuh?, bukannya kamu macari aku cumin gara-gara pengen nyari tenar aja? udah deh… ngaku aja loe!!!”. Ucap Vena.
“Emang!!! kalo udah tau nggak usah buat ribut donk!!!. lagi pula aku sekarang aku nggak butuh kamu lagi kok…”. Ucap Willy.
“Heh.. kalian itu, nyadar donk!!! ini kantin bukan tempat berantem. Bikin malu aja!!!. Kalian berdua itu OSIS, emang ada OSIS yang nyontohin nggak baik kayak gini, berantemnya gara-gara cinta lage!!! dasar!!!, Angga… cepet bawa temen kamu itu pergi!!!”. Ucap Friska dengan tegas.
“Dasar loe… cowok kurang ajar!!!”. Teriak Vena.
“Sudah!!! jangan ribut lagi!!”. Ucap Friska.
Hari itu, semenjak ia putusan dengan Willy, lena lebih memilih diam. Padahal tadi pagi ia marah-marah gak karuan. Saat rapat OSIS tadi sore juga, ia lebih memilih menatap Friska, sahabatnya yang merupakan ketua bidang olahraga. Cewek yang tomboynya bukan main itu adalah atlet nasional karate. Rambutnya aja cepak, plus sikapnya tomboy bukan main. Friska balas menatap sahabatnya yang secara tidak langasung menyiratkan rasa kesedihan dan kekecewaan yang mendalam.
“Baiklah teman-teman, kita tutup rapat ini. Selamat sore..”. Ucap Fery, sang ketua OSIS.
“Udah donk sob, jangan sedih mulu, cowok tuh banyak, nggak Cuma Willy aja, gak enak tau di liat orang mukanya kusut kayak belum di setrika gitu.. bawa fun aja lagi, hidup tuh jangan selalu memikirkan masa lalu, fikirkan aja apa yang akan kita jalani and kita lakukan di masa sekarang and di masa yang akan datang”. Ucap Friska menasihati Vena saat rapat telah usai.
“Hmm… iya juga sih.. thanks ya sob.. kamu sahabatku yang paling baik sedunia…” Ucap Vena.
“Pulang yuk… udah senja nih.. Ntar malam kita jjm yukk.. aku yang jemput…”. Ucap Friska.
“OK…”. Ucap Vena.
Malam itu langit kota Palangka Raya tampak cerah, bertabur bintang dan berhias bulan. Vena sudah sedari tadi siap, dan ia hanya menunggu kedatangan Friska. Ia mengenakan T-Shirt warna ungu kesukaannya, jins panjang ketat berwarna hitam, dengan rambutnya yang diikat membentuk seperti ekor kuda.
Tepat pukul tujuh malam, Friska akhirnya datang juga. Dengan gayanya yang tomboy, ia lebih mirip cowok ketimbang ia menjadi cewek. Baju lengan pendek berkerah, celana jins belel, rambut cepak, jaket hijau lumut kesukaannya dan sepatu kets putih, membuatnya terlihat sangat kelaki-lakian.
“Wowww… tomboy banget sih loe…”. Ucap Vena pada Friska.
“Biasa aja kaleee.. nggak usah lebay kayak gitu… cepetan naik!!!”. Ucap Friska.
“Ok deh..”. Ucap Vena.
“Mmm… non, mau kemana?”. Gurau Friska pada Vena.
“Kemana aja deh pak…”. Ucap Vena.
Segera saja Friska menghidupkan mesin motornya dan pergi meninggalkan komplek Perumahan Ramah Jaya, tempat di mana Vena dan kedua kakak perempuannya tinggal. Vena memang sejak awal masuk SMP sudah tinggal bersama kedua kakak perempuannya. Namun, tiap seminggu dua kali, kakak laki-lakinya yang merupakn kakaknya yang paling tua datang mengunjungi mereka. Vena merupakan anak keempat dari empat bersaudara, alias anak bungsu. Sedangkan kedua ortunya Vena bekerja di perusahaan keluarga milik mereka yang berada di singapura, tempat kakeknya vena dari pihak ibu berasal.
Namun tanpa diketahui oleh Vena, sudah sejak lama sahabatnya, Friska, memendam sebuah perasaan terlarang. Perasaaan yang tidak bisa diterima oleh sebagian besar manusia.Diam-diam Friska menaruh hati pada Vena. Memang, Friska sejak dua tahun ini punya perasaan terlarang itu. Dan selama dua tahun ini ia mempunyai pacar seorang cewek. Tidak ada satu orang pun yang tahu kalau Friska adalah cewek les*ian, termasuk ortu dan sahabatnya, Vena.
Semenjak Vena putusan dengan Willy, Friska menunjukkan sikap yang jauh berbeda dari biasanya. Perhatian dan kasih sayang yang di berikannya kepada Vena melebihi perhatian dan kasih sayang sebagai sahabat.
Hari-hari mereka jalani berdua dengan penuh keakraban. Tanpa diduga, dan tanpa diketahui mengapa, perlahan namun pasti, Vena juga mulai merasakan perasaan yang tak wajar. Vena mulai ada rasa dengan Friska, seperti Friska menaruh perasaan kepada Vena. Cinta terlarang itu perlahan mulai menghiasi hari-hari mereka berdua. Hingga akhirnya, saat mereka sedang jalan-jalan di taman kota, Friska mengungkap semua perasaannya pada Vena.
“Ven…”. Ucap Friska.
“Ya…”. Sahut Vena.
“Seandainya aku mengatakan sesuatu yang mungkin nggak bisa diterima oleh akal sehat, apa kamu masih mau menjadi sahabatku?”. Tanya Friska.
“Pastinya donk.. emangnya ada apa Fris?”. Tanya Vena.
“Hmmm… sebenarnya aku cewek les*ian…”. Ucap Friska setelah beberapa detik ia terdiam sambil menatap lekat-lekat cewek di depannya yang merupakan sahabatnya sekaligus orang yang di cintainya.
“Kamu…”. Ucap Vena yang tak sanggup meneruskan perkataannya.
“Hhh… ya, itulah kenyataan tentang diriku yang selama dua tahun ini ku tutup-tutupi dari kalian semua termasuk dengan ortu ku. Sekarang, terserah kamu aja apa kamu masih mau bersahabat dengan aku”. Ucap Friska.
“Aku tetap mau bersahabat denganmu…”. Ucap Vena setelah ada jeda cukup panjang di antara mereka.
“Thanks…”. Sahut Friska.
Hening kembali muncul di antara mereka berdua. Tak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka berdua. Mereka terlarut dalam fikirannya masing-masing. Hingga akhirnya…
“Aku menginginkanmu…”. Ucap Friska pada Vena.
“Apa? maksud kamu apa?”. tanya Vena tak mengerti.
“Aku cinta kamu, sudah lama aku memendam perasaan ini…”. Jawab Friska.
“Beneran?”. Tanya Vena tak percaya.
“Beneran…”. Sahut Friska.
“Owh… aku… aku juga menginginkanmu… entah mengapa dan kenapa perasaan ini datang begitu saja dan mulai menghiasi hatiku…”. Ucap Vena.
“So…”. Ucap Friska.
“Kita pacaran!!!”. Ucap mereka berdua bersamaan.
Keanehan gaya dan bahasa tubuh mereka lama kelamaan mulai di rasakan oleh teman-teman mereka. Sikap Friska dan Vena dari hari ke hari semakin berubah.Beberapa orang siswa dan siswi di kelasnya mulai curiga. Bahkan ada yang berani bilang kalau mereka cewek les*ian dan mereka sedang menjalin cinta terlarang. Cinta yang dibilang sangat terlaknat. Beberapa anak juga ada yang prihatin dengan mereka. Termasuk Ivan yang sudah sejak lama menaruh perasaan pada Vena. Namun Friska dan Vena tak sedikitpun menggubris semua itu.
Ivan sama sekali tak bisa membiarkan kedua sahabat itu mejalin cinta terlarang, karena ia tak mau kedua sahabat itu semakin susah untuk berhenti menjadi les*ian. Ia tak habis fikir dengan kedua cewek itu, masih banyak aja laki-laki kok malah pacaran sama sesama.
Malam minggu yang basah itu, Ivan mengirim sms kepada Vena untuk menanyakan apa benar yang teman-teman mereka katakan, bahwa Vena dan Friska menjalin hubungan yang terlaknat itu. Ivan malah berharap kalau itu semua hanya gossip belaka. Namun betapa terkejutnya Ivan saat mendengar perkataan dan semua itu adalah benar apa adanya.
Ivan memutuskan untuk menelpon Vena.
Deringan lagu Zivilia – Aishiteru terdengar dari ponselnya Vena. Vena yang asyik berfacebook ria di notebooknya terkejut mendengar nada dering itu berbunyi. Nada dering yang sengaja ia programkan sebagai pertanda bahwa cowok yang ia sukai menelponnya.
Sedetik kemudian ia memencet tombol hijau di hpnya. Kemudian mereka asyik mengobrol tentang apa yang terjadi pada diri mereka selama ini. Memang, sudah tiga bulan terakhir ini mereka nggak ada kontak lagi. Bukannya nggak ada kontak, tapi Vena tidak mau menjawab semua telpon dan sms dari Ivan. Karena Vena sakit hati mengetahui Ivan jadian dengan Liana. Hingga akhirnya Willy datang menghapus luka di hati Vena. Namun bukannya menghapus luka di hatinya Vena, tapi Willy malah menjadikan Vena sebagai boneka yang ia manfaatkan untuk memperoleh ketenaran di SMA 3 Palangka Raya.
Sedetik kemudian Vena terdiam, tak disangkanya kalimat itu terucap dari mulut seorang Ivan. Kebimbangan merasuk dalam fikirannya Vena. Sebenarnya ia masih ingin melanjutkan hubungannya dengan Friska, tapi di sisi lain ia sangat masih mencintai Ivan. Selain itu, ia juga tau bahwa yang selama ini dijalaninya dengan Friska adalah suatu perbuatan yang dilarang oleh hukum agama dan takdir. Kehadiran Ivan di malam basah itu memberikannya kedamaian sekaligus kebimbangan.
“Aku tunggu jawabanmu besok… good night”. Ucap Ivan.
Setelah mengakhiri sambungan telponnya dengan Ivan, Vena segera menelpon Friska untuk memberitahukan semua itu.
“Halo say… ada apa?”. Ucap Friska.
“Aku nggak tau harus milih kamu atau Ivan, barusan Ivan nembak aku..”. Ucap Vena.
“Up to you lah mau milih siapa, semua tergantung sama kamu”. Ucap Friska.
“Mmm… sudah aku putuskan, kita akhiri semua ini sampai di sini. Cinta ini adalah cinta terlarang. Maaf ya… ini semua adalah yang terbaik…”. Ucap Vena.
“Ya… met malam”. Ucap Friska langsung menutup pembicaraan mereka.
Sesaat kemudian, masuk sms dari Friska.
To : Vena
From : Friska
Ini aq, bukan mau q. Inilh aq yg sbenarx. Klo bnr aq m’punyai prasa’n t’lrank ini knp? ap klian rugi? Aq thu cinta yg k tu pux ini cnt terlarang. Tp klian gk berhak m’atur hdup q. Krn aq yg m’jlani smua ini, bukan klian. Smua hanya bsa m’nyalahkan q tanpa bsa m’ngerti prasaan q. Inilah aq. “AKU CEWEK LES*IAN”.
Sejak saat itu, Vena lebih memilih diam daripada bertegur sapa dengan Friska. Ia sedih sekaligus bangga. Sedih karena ia harus mangakhiri hubungannya dengan Friska, bangga karena ia tahu, keputusan yang ia ambil ini sangat benar. Friska juga memilih untuk diam. Ia nggak tahu, mau di kemanakan hubungannya dengan Vena.
Hujan lagi-lagi mengguyur kota Palangka Raya malam itu. Suasana dingin yang menusuk tulang membuat Friska enggan kumpul-kumpul dengan teman-temannya unutk main bilyard. Ia hanya duduk termenung di depan meja belajarnya sambil menatapi foto-foto saat ia masih normal seperti cewek lainnya. Ia kemudian mengambil foto yang sangat di bencinya dari laci meja belajarnya.
Ingatan Friska kembali ke masa lalunya. Di saat ia masih bisa merasakan indahnya pacaran dengan lawan jenisnya. Namun semua itu berubah setelah kejadian yang sangat membuatnya trauma itu terjadi. Kejadian yang terjadi diluar kehendaknya dan tanpa sepengetahuannya. Sejak saat itu ia bukan lagi seorang wanita suci. Entah bagaimana caranya, tiba-tiba saja ia menemukan dirinya di kamarnya tertidur tanpa busana setelah ia berjalan-jalan dengan Deni, kakak kelas XII-IPS 2, yang baru saja lulus tahun ini. Padahal seingatnya, ia masih berada di taman bersama Deni. Sejak saat itulah ia berubah drastis seperti ini.
Lantunan lagu The Virgin – Cinta Terlarang berbunyi dari ponselnya Friska. Ia mengambil hp nya dari kantong celananya. Dan alangkah terkejutnya saat ia tahu Vena menelponnya. Sedetik kemudian, Friska meletakkan kembali foto laki-laki yang sangat di sayanginya sekaligus sangat dibencinya di dalam laci meja belajarnya. Dan ia segera mengangkat telpon itu.
“Halo…”. Terdengar suara cewek di seberang sana.
“Ya… ada apa?”. Ucap Friska dingin.
“Maafin aku…”. Ucap Vena.
“Kamu nggak salah kok…”. Ucap Friska.
“Mmh… kita masih sahabatan kan?”. Tanya Vena.
“Ya… maaf aku lagi sibuk, aku janji suatu hari nanti aku akan berubah…”. Ucap Friska dan ia segera memutuskan hubungan telponnya dengan Vena.
“Fris…”. Ucap Vena, namun sayang, sambungan telponnya telah terputus.
Vena tertegun setelah mendengar ucapan Friska. “Suatu hari nanti akku akan berubah…”, apa maksudnya?. Ia kembali menelpon Friska. Tapi ternyata nomernya Friska tidak aktif.
Langit Palangka Raya masih saja menangis. Kilat dan petir manghiasi malam kelabu itu. Namun di balik semua itu, seorang cewek tomboy tampak tersenyum. Hari ini ia mengalami suatu kejadian yang sangat berkesan di hatinya. Akhir dari percintaan terlarangnya dengan sahabatnya. Dan cewek itu rupanya telah memutuskan untuk pergi dari semua kehidupannya di Palangka Raya.
Vena kaget setengah mati mengetahui Friska akan pindah ke Singapura, menyusul mamanya yang sedang tugas di sana. Singapura adalah kampung halamannya Friska, ia tinggal di Palangka Raya karena mengikuti papanya yang pindah tugas di Indonesia. Vena baru saja mendengar kabar itu dari Ivan, cowok yang sekarang ini menjadi pacarnya. Memang sejak kemarin Friska tidak hadir sekolah. Saat Vena menanyakan alasan ketidak hadirannya di sekolah melewati telpon, ternyata nomernya masih tidak aktif. Tapi ia tak menyangka bahwa Friska akan kembali ke kampung halamannya.
Friska menatap rumahnya dengan sedih. Rumah itu penuh kenangan bersama ia dan Vena. Setelah puas menatap rumah kesayangannya, ia segera menyusul papanya yang telah menunggunya di mobil.
Tepat pukul 15.00 Friska sampai di bandara. Kurang lebih setengah jam lagi ia akan berangkat. Ia teringat pada sahabatnya sekaligus orang yang di cintainya. Ia ingin sekali bertemu dengan Vena untuk yang terakhir kalinya. Sedetik kemudian, Friska mengambil hp nya dan menelpon Vena.
Vena terkejut melihat sebuah nama yang sangat ia sayangi menelponnya. Ia segera mengangkatnya, Berharap agar apa yang dikatakan Ivan bukanlah sebuah kenyataan.
“Kalau mau bertemu aku untuk yang terakhir kalinya, segera saja ke bandara sekarang juga, atau selamanya kamu tidak akan bertemu aku lagi…”. Ucap Friska.
“Fris…”. Ucap Vena tak sanggup menahan kesedihan.
“Sore…”. Ucap Friska segera mematikan telponnya.
Vena segera mengambil jaketnya dan dengan penampilan yang sederhana, ia segera berangkat menuju bandara.
Sesampainya di bandara, Vena bergegas pergi ke bagian informasi dan mendapati Friska sudah menunggu di sana. Rasa senang sekaligus sedih terpancar dari wajah mereka berdua.
“Fris… kenapa kamu pergi…”. Ucap Vena sambil meneteskan air mata.
“Papaku udah selesai tugas, jadi mau nggak mau aku harus kembali ke Paris.”. Ucap Friska.
“Ohh… Friska… kenapa ini semua harus terjadi…”. Ucap Vena sambil menangis di balik pelukan Friska. Saat itu gelora cinta terlarang mereka kembali merasuk ke dalam jiwa. Rasa kehilangan yang sangat berat hadir dalam hati mereka.
“Aku masih menginginkanmu…”. Ucap Friska.
“Aku juga”. Ucap Vena.
“Apa kamu mau kembali…”.
“Tidak, itu tidak mungkin, perasaan kita ini perasaan yang terlarang, kita tidak akan mungkin kembali walaupun sebenarnya aku juga ingin kamu…”. Ucap Vena sambil menangis.
“Ya… aku mengerti…”. Ucap Friska dingin.
“Udah ah… jangan nangis… cengeng banget sih…”. Ucap Friska pada Vena.
“Biarin!!!”. Ucap Vena.
“Nih buat kamu…”. Ucap Friska sambil memberikan kalung dan sebuah cincin bertuliskan F dan V.
“Cincin dan kalung ini jangan sampai hilang, ntar kalau kita ketemu lagi dan aku tau kalau kalung and cincin itu hilang… Awas kau!!”. Sambung Friska.
“Please… jangan pergi…”. Lirih Vena.
“Mungkin ini yang terbaik… selamat tinggal…”. Ucap Friska.
Dan untuk terakhir kalinya mereka kembali berpelukan. Air mata Vena mengalir semakin deras, hingga membasahi punggungnya Friska. Dan setelah puas berpelukan, Friska pergi meninggalkan Vena, menyusul papanya yang sudah menunggunya di dekat pintu masuk.
Friska kembali menoleh ke belakang sebelum memasuki pintu masuk. Ia masih melihat seorang cewek menangis melepas kepergiannya. Friska melontarkan senyumnya, namun air mata cewek itu malah semakin mengalir deras. Dan Friska kembali melangkah memasuki pintu masuk.
“Maafkan aku… inilah yang terbaik untuk kita, semoga kamu bahagia dengan cowok lain…”. Ucap Friska dalam hati.
“Sayang… ku tak ingin kau pergi…”. Ucap Vena dalam hati.
Di suatu Negara nan jauh di sana, seorang cewek tomboy tampak berdiri menatap keluar dari balik daun jendela kamarnya. Di sana, hujan turun dengan sangat lebat.
“Semoga kamu bahagia di sana tanpa diriku. Aku ‘kan tetap menjaga perasaan terlarang ini untukmu… karena aku mencintaimu. Aku tak peduli perasaan yang ku punya ini terlarang. Sesungguhnya hati ini sangat berat meninggalkanmu. Tapi inilah yang terbaik untuk kita”. Ucap Friska.
Langit Palangka Raya tak secerah biasanya. Rintik-rintik hujan menghiasi kota itu. Seakan ikut bersedih melihat kedua sahabat itu berpisah.
“Aku merindukanmu… cinta terlarang ini akan ku jaga sampai kita bertemu kembali”. Ucap Vena sambil memandangi dedaunan yang basah akibat terkena tangisan langit malam ini.
~ Sebuah perasaan akan datang dengan sendirinya. Cinta terkadang dapat menjerumuskan. Jangan menganggap seseorang yang mempunyai perasaan terlarang seperti sampah yang harus di jauhi, tapi buatlah dia menjadi sadar dengan cintanya itu. Mengertilah pada perasaan mereka. Dan buatlah mereka mengerti pada kodrat hidup yang sebenarnya ~
Cerpen Karangan: Fanka Dhea
Kegerilyaan sang Jenderal.
Jendral Besar Soedirman (Ejaan Soewandi: Sudirman) (lahir di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga, 24 Januari 1916. Jenderal Sudirman merupakan salah satu tokoh besar di antara sedikit orang lainnya yang pernah dilahirkan oleh suatu revolusi. Saat usianya masih 31 tahun ia sudah menjadi seorang jenderal. Meski menderita sakit paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya melawan Belanda. Ia berlatarbelakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap dan giat di kepanduan Hizbul Wathan
Ketika pendudukan Jepang, ia masuk tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor yang begitu tamat pendidikan, langsung menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk, dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TNI). Ia merupakan Pahlawan Pembela Kemerdekaan yang tidak perduli pada keadaan dirinya sendiri demi mempertahankan Republik Indonesia yang dicintainya. Ia tercatat sebagai Panglima sekaligus Jenderal pertama dan termuda Republik ini.
Sudirman merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Ia selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara. Hal ini boleh dilihat ketika Agresi Militer II Belanda. Ia yang dalam keadaan lemah karena sakit tetap bertekad ikut terjun bergerilya walaupun harus ditandu. Dalam keadaan sakit, ia memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Itulah sebabnya kenapa ia disebutkan merupakan salah satu tokoh besar yang dilahirkan oleh revolusi negeri ini.
Sudirman yang dilahirkan di Bodas Karangjati, Purbalingga, 24 Januari 1916, ini memperoleh pendidikan formal dari Sekolah Taman Siswa, sebuah sekolah yang terkenal berjiwa nasional yang tinggi. Kemudian ia melanjut ke HIK (sekolah guru) Muhammadiyah, Solo tapi tidak sampai tamat. Sudirman muda yang terkenal disiplin dan giat di organisasi Pramuka Hizbul Wathan ini kemudian menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap. Kedisiplinan, jiwa pendidik dan kepanduan itulah kemudian bekal pribadinya hingga bisa menjadi pemimpin tertinggi Angkatan Perang.
Sementara pendidikan militer diawalinya dengan mengikuti pendidikan tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor. Setelah selesai pendidikan, ia diangkat menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Ketika itu, pria yang memiliki sikap tegas ini sering memprotes tindakan tentara Jepang yang berbuat sewenang-wenang dan bertindak kasar terhadap anak buahnya. Karena sikap tegasnya itu, suatu kali dirinya hampir saja dibunuh oleh tentara Jepang.
Setelah Indonesia merdeka, dalam suatu pertempuran dengan pasukan Jepang, ia berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Banyumas. Itulah jasa pertamanya sebagai tentara pasca kemerdekaan Indonesia. Sesudah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, ia kemudian diangkat menjadi Panglima Divisi V/Banyumas dengan pangkat Kolonel. Dan melalui Konferensi TKR tanggal 2 Nopember 1945, ia terpilih menjadi Panglima Besar TKR/Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia.
elanjutnya pada tanggal 18 Desember 1945, pangkat Jenderal diberikan
padanya lewat pelantikan Presiden. Jadi ia memperoleh pangkat Jenderal
tidak melalui Akademi Militer atau pendidikan tinggi lainnya sebagaimana
lazimnya, tapi karena prestasinya.
Ketika pasukan sekutu datang ke Indonesia dengan alasan untuk melucuti tentara Jepang, ternyata tentara Belanda ikut dibonceng. Karenanya, TKR akhirnya terlibat pertempuran dengan tentara sekutu. Demikianlah pada Desember 1945, pasukan TKR yang dipimpin oleh Sudirman terlibat pertempuran melawan tentara Inggris di Ambarawa. Dan pada tanggal 12 Desember tahun yang sama, dilancarkanlah serangan serentak terhadap semua kedudukan Inggris. Pertempuran yang berkobar selama lima hari itu akhirnya memaksa pasukan Inggris mengundurkan diri ke Semarang.
Pada saat pasukan Belanda kembali melakukan agresinya atau yang lebih dikenal dengan Agresi Militer II Belanda, Ibukota Negara RI berada di Yogyakarta sebab Kota Jakarta sebelumnya sudah dikuasai. Jenderal Sudirman yang saat itu berada di Yogyakarta sedang sakit. Keadaannya sangat lemah akibat paru-parunya yang hanya tingggal satu yang berfungsi.
Dalam Agresi Militer II Belanda itu, Yogyakarta pun kemudian berhasil dikuasai Belanda. Bung Karno dan Bung Hatta serta beberapa anggota kabinet juga sudah ditawan. Melihat keadaan itu, walaupun Presiden Soekarno sebelumnya telah menganjurkannya untuk tetap tinggal dalam kota untuk melakukan perawatan. Namun anjuran itu tidak bisa dipenuhinya karena dorongan hatinya untuk melakukan perlawanan pada Belanda serta mengingat akan tanggungjawabnya sebagai pemimpin tentara.
Maka dengan ditandu, ia berangkat memimpin pasukan untuk melakukan perang gerilya. Kurang lebih selama tujuh bulan ia berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain, dari gunung ke gunung dalam keadaan sakit dan lemah sekali sementara obat juga hampir-hampir tidak ada. Tapi kepada pasukannya ia selalu memberi semangat dan petunjuk seakan dia sendiri tidak merasakan penyakitnya. Namun akhirnya ia harus pulang dari medan gerilya, ia tidak bisa lagi memimpin Angkatan Perang secara langsung, tapi pemikirannya selalu dibutuhkan.
Sudirman yang pada masa pendudukan Jepang menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Keresidenan Banyumas, ini pernah mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan. Jenderal yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi, ini akhirnya harus meninggal pada usia yang masih relatif muda, 34 tahun.
Pada tangal 29 Januari 1950, Panglima Besar ini meninggal dunia di Magelang dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta. Ia dinobatkan sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan.
Berikut Ini Data Lengkap Tengtang Jendral Besar Soedirman
Nama:
Jenderal Sudirman
Lahir:
Bodas Karangjati, Purbalingga, 24 Januari 1916
Meninggal:
Magelang, 29 Januari 1950
Agama:
Islam
Pendidikan Fomal:
- Sekolah Taman Siswa
- HIK Muhammadiyah, Solo (tidak tamat)
Pendidikan Tentara:
Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor
Pengalaman Pekerjaan:
Guru di HIS Muhammadiyah di Cilacap
Pengalaman Organisasi:
Kepanduan Hizbul Wathan
Jabatan di Militer:
- Panglima Besar TKR/TNI, dengan pangkat Jenderal
- Panglima Divisi V/Banyumas, dengan pangkat Kolonel
- Komandan Batalyon di Kroya
Tanda Penghormatan:
Pahlawan Pembela Kemerdekaan
Meniggal:
Magelang, 29 Januari 1950
Dimakamkan:
Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta
Ketika pasukan sekutu datang ke Indonesia dengan alasan untuk melucuti tentara Jepang, ternyata tentara Belanda ikut dibonceng. Karenanya, TKR akhirnya terlibat pertempuran dengan tentara sekutu. Demikianlah pada Desember 1945, pasukan TKR yang dipimpin oleh Sudirman terlibat pertempuran melawan tentara Inggris di Ambarawa. Dan pada tanggal 12 Desember tahun yang sama, dilancarkanlah serangan serentak terhadap semua kedudukan Inggris. Pertempuran yang berkobar selama lima hari itu akhirnya memaksa pasukan Inggris mengundurkan diri ke Semarang.
Pada saat pasukan Belanda kembali melakukan agresinya atau yang lebih dikenal dengan Agresi Militer II Belanda, Ibukota Negara RI berada di Yogyakarta sebab Kota Jakarta sebelumnya sudah dikuasai. Jenderal Sudirman yang saat itu berada di Yogyakarta sedang sakit. Keadaannya sangat lemah akibat paru-parunya yang hanya tingggal satu yang berfungsi.
Dalam Agresi Militer II Belanda itu, Yogyakarta pun kemudian berhasil dikuasai Belanda. Bung Karno dan Bung Hatta serta beberapa anggota kabinet juga sudah ditawan. Melihat keadaan itu, walaupun Presiden Soekarno sebelumnya telah menganjurkannya untuk tetap tinggal dalam kota untuk melakukan perawatan. Namun anjuran itu tidak bisa dipenuhinya karena dorongan hatinya untuk melakukan perlawanan pada Belanda serta mengingat akan tanggungjawabnya sebagai pemimpin tentara.
Maka dengan ditandu, ia berangkat memimpin pasukan untuk melakukan perang gerilya. Kurang lebih selama tujuh bulan ia berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain, dari gunung ke gunung dalam keadaan sakit dan lemah sekali sementara obat juga hampir-hampir tidak ada. Tapi kepada pasukannya ia selalu memberi semangat dan petunjuk seakan dia sendiri tidak merasakan penyakitnya. Namun akhirnya ia harus pulang dari medan gerilya, ia tidak bisa lagi memimpin Angkatan Perang secara langsung, tapi pemikirannya selalu dibutuhkan.
Sudirman yang pada masa pendudukan Jepang menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Keresidenan Banyumas, ini pernah mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan. Jenderal yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi, ini akhirnya harus meninggal pada usia yang masih relatif muda, 34 tahun.
Pada tangal 29 Januari 1950, Panglima Besar ini meninggal dunia di Magelang dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta. Ia dinobatkan sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan.
Berikut Ini Data Lengkap Tengtang Jendral Besar Soedirman
Nama:
Jenderal Sudirman
Lahir:
Bodas Karangjati, Purbalingga, 24 Januari 1916
Meninggal:
Magelang, 29 Januari 1950
Agama:
Islam
Pendidikan Fomal:
- Sekolah Taman Siswa
- HIK Muhammadiyah, Solo (tidak tamat)
Pendidikan Tentara:
Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor
Pengalaman Pekerjaan:
Guru di HIS Muhammadiyah di Cilacap
Pengalaman Organisasi:
Kepanduan Hizbul Wathan
Jabatan di Militer:
- Panglima Besar TKR/TNI, dengan pangkat Jenderal
- Panglima Divisi V/Banyumas, dengan pangkat Kolonel
- Komandan Batalyon di Kroya
Tanda Penghormatan:
Pahlawan Pembela Kemerdekaan
Meniggal:
Magelang, 29 Januari 1950
Dimakamkan:
Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta
Kamis, 23 Mei 2013
Save game tanat GTA San Andreas
Savegame tamat GTA San Andreas ini khusus untuk kalian yang sudah tidak ingin bermain dengan misi-misi yang sulit dan ingin sekedar main bebas saja.
Savegame GTA San Andreas ini sudah tamat 100% sehingga sudah tidak ada lagi misi yang harus dijalankan. Semua sudah didapatkan.
Fitur-fitur savegame tamat GTA San Andreas ini antara lain:
Cara menggunakan Savegame tamat GTA San Andreas
Karena ini savegame bukan cheat tamat GTA San Andreas, maka ada langkah instalasi yang harus dilakukan.
Link Download Savegame Tamat GTA San Andreas [62 KB]
via IDWS
Savegame GTA San Andreas ini sudah tamat 100% sehingga sudah tidak ada lagi misi yang harus dijalankan. Semua sudah didapatkan.
Fitur-fitur savegame tamat GTA San Andreas ini antara lain:
- 100% savegame tamat
- Uang $999999999
- Semua wilayah sudah dikuasai
- Tidak ada perang geng memperebutkan wilayah
- Fitur hot coffee aktif
- Status dengan pacar semua 100%
- Semua pakaian sudah tersedia di setiap rumah
- Belum pernah di cheat
- Mobil-mobil modifikasi keren di garasi
- Level paramedis 12
- Vigilante 12
- Pimping level 12
- 100 Tag
- 50 Oysters
- 50 Snapshots
- 50 Horseshoes
- 70 Unique Stunts
- Bike School 100%
- Driving School 100%
- Boat School 100%
- Semua stat kendaraan
- 1000 Respect
- 2000 Sex appeal
- 1000 Gambling Skill
- Nyawa tak terbatas
- Armor tak terbatas
- Amunisi tak terbatas
- Skill maksimum
- Ditangkap polisi
- Mati meledak di dalam kendaraan/mobil
- Mengaktifkan kode cheat HESOYAM
Cara menggunakan Savegame tamat GTA San Andreas
Karena ini savegame bukan cheat tamat GTA San Andreas, maka ada langkah instalasi yang harus dilakukan.
- Download savegame melalui link dibawah
- Ekstrak file savegame GTASAsf1.b dengan program ekstraktor seperti 7zip
- Klik kanan, lalu klik Copy file yang telah diekstrak tadi yaitu GTASAsf1.b
- Buka folder GTA San Andreas User Files di My Documents
- Klik kanan, lalu klik Paste
- Jalankan game GTA San Andreas
- Load game GTA San Andreas 100% Completed
Link Download Savegame Tamat GTA San Andreas [62 KB]
via IDWS
IDWS
PERHATIAN!!
Savegame ini akan menimpa file savegame yang sudah ada di game GTA kita.
Jika sudah ada file GTASAsf1.b di dalam folder tersebut, ganti nama GTASAsf1.b misal menjadi GTASAsf2.b atau GTASAsf3.b dan seterusnya.
Atau bisa juga dengan melakukan backup dulu file GTASAsf1.b yang sudah ada ke folder lain supaya nanti bisa dikembalikan.
PERHATIAN!!
Savegame ini akan menimpa file savegame yang sudah ada di game GTA kita.
Jika sudah ada file GTASAsf1.b di dalam folder tersebut, ganti nama GTASAsf1.b misal menjadi GTASAsf2.b atau GTASAsf3.b dan seterusnya.
Atau bisa juga dengan melakukan backup dulu file GTASAsf1.b yang sudah ada ke folder lain supaya nanti bisa dikembalikan.
Langganan:
Postingan (Atom)



